Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 40


__ADS_3

Keesokan harinya ...


" Terima kasih, sayang. Sudah anterin aku lagi. " ujar diriku.


" Iya. Sama-sama. Sayang. Kalau ada apa-apa, ingat hubungi aku ya. " ujar Kris Na yang khawatir soal kejadian kemarin.


" Iya, Sayang. Terima kasih. Ya sudah. Sayang berangkat ke sekolah dah dulu. Nanti telat. Hati-hati dijalan ya. " ujar diriku.


" Iya, Sayang. Aku sayang Wun Da Ree. " ujar Kris Na.


" Aaa. Malu aku jawabnya. Sana dah. Haha. " ujar diriku.


" Daah. Sayang. " ujar Kris Na.


" Dah. " ujar diriku.


Aku pun memasuki gerbang sekolah. Perasaanku sudah mulai tidak enak.


" Perasaanku gak enak. Ada apa ya? " ujar diriku dalam hati.


Aku pun berjalan sampai akhirnya tiba di lantai 2.


" Ih. Sudah gak perawan ya? " ujar seseorang.


" Maksudnya? " ujar diriku.


" Jangan pura-pura tidak tahu. Gosip tentang kamu tersebar satu sekolah lho. " ujar seseorang itu.


Mendengar pernyataan itu, aku pun berlari naik ke lantai 3. Tidak memperdulikan perkataannya.


" Eh. Wun Da Ree sudah gak perawan lho. " bisik Da Yu, salah satu teman kelasku.


" Iya. Aku juga mendengar gosip itu. " ujar Rin Di, salah satu teman kelasku juga.

__ADS_1


Mendengar gosipan mereka. Aku pun merasa lemas. Hanya bisa menunduk dan memasuki kelas.


" Pagi. Wun Da Ree. " ujar Je Si Ka.


Aku hanya terdiam dan membisu.


" Hei. Kenapa lemas seperti itu? " ujar Je Si Ka.


Aku menggelengkan kepala dan tetap tersenyum padanya.


" Je Si Ka. Aku rasa gosip kemarin tersebar deh. " bisik Mi Rah.


" Hm. Wun Da Ree. Aku tetap membelamu. Tenang saja. Ada aku. " ujar Je Si Ka.


Aku hanya tersenyum dan kembali menundukkan kepala.


" Je Si Ka. Aku dengar-dengar salah satu guru kita juga mendengar gosip itu. " bisik Mi Rah.


" Kamu... Berpihak sama siapa sih? " tanya Je Si Ka.


Je Si Ka pun terdiam. Ia pun menatapku dengan ekspresi sedih. Aku pun menatapnya juga.


" Je Si Ka. Aku gak apa-apa. Kamu tidak perlu membela aku. Itu memang kesalahanku. Aku siap menerima resikonya. " ujar diriku.


Kringg kriing krriingg ... (bel sekolah)


Je Si Ka pun pergi ke tempat duduknya dan diikuti oleh Mi Rah juga. Mereka duduk sebangku.


.


.


.

__ADS_1


Ibu An Dri pun tiba. Beliau adalah Guru pelajaran Housekeeping.


" Selamat pagi, anak-anak. " ujar Ibu An Dri.


" Selamat pagi, Ibu. " ujar semuanya.


Ibu An Dri pun duduk dan menaruh Map isi buku di meja bangkunya.


" Baik. Anak-anak. Sepertinya ada berita hangat di sekolah kita ya? " ujar Ibu An Dri.


Semua pun bergosip satu sama lain. Hanya aku yang terdiam. Je Si Ka pun memperhatikan aku.


" Wun Da Ree. Apakah hadir di kelas? " tanya Ibu An Dri.


" Hadir dia, Ibu. " ujar Da Yu.


Aku pun menundukkan kepala.


" Wun Da Ree. Coba berdiri di depan kelas. " ujar Ibu An Dri.


Aku pun berdiri dan menuju ke depan kelas.


" Apakah kamu mengerti maksud saya menyuruh kamu berdiri disini? " ujar Ibu An Dri.


Aku hanya menggelengkan kepala saja.


" Wun Da Ree. Apakah kamu tahu gosip tentang kamu tersebar di grup BBM sekolah kita? " tanya Ibu An Dri.


Aku tetap menggelengkan kepala lagi.


" Kamu tidak tahu? " tanya Ibu An Dri.


Aku hanya menganggukkan kepala saja.

__ADS_1


" Kenapa hanya angguk dan geleng kepala? Kamu bisa ngomong kan? " tanya Ibu An Dri.


__ADS_2