Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 12


__ADS_3

Keesokan harinya ...


" Je Si Ka, kamu masih marah sama aku ? dari pagi sampai jam mau pulang sekolah, kamu mengabaikan aku. Ngomong engga. Noleh juga engga. Tolonglah. Kalau mau marah, marah saja. Jangan aku diginiin. " ucap diriku.


Mi Rah pun menghampiri diriku yang sedang membujuk Je Si Ka.


" Wun Da Ree, jujur ya. Aku gak maksud mau ikut campur sama masalah kalian berdua. Sebenarnya ada apa sih sama kalian berdua ? " ucap Mi Rah yang penuh penasaran.


" Gak usah kamu ikut campur. " jawab Je Si Ka.


" Terus ... kalau kamu diamin Wun Da Ree. Sampai kapanpun gak akan selesai masalahnya. " ujar Mi Rah dengan tegas.


" Sudahlah. Kita pulang saja. " jawab Je Si Ka yang langsung meninggalkan Wun Da Ree dan Mi Rah.


" Wun Da Ree, kalian ada masalah apa sih sebenarnya ? Aku dari tadi pengen banget nanya sama kamu. Tapi aku gak enak buat ikut campur sama masalah kalian berdua. Aku takut salah aja sih. Cuma aku gak nyaman juga. Je Si Ka dari tadi diam melulu. Cemberut melulu. Bingung aku tuh. Gak ada angin. Gak ada hujan. Tiba-tiba kayak patung. Diam aja. " tanya Mi Rah.


" Hmm. Sebenarnya ... " ucap diriku, namun Je Si Ka memotong pembicaraanku.


" Mi Rah ! Mau ikut pulang gak? " tanya Je Si Ka.


" Ih. Anak itu. Bener-bener deh. Ya sudah. Maaf ya, aku tinggal. Aku pulang dulu. Dah. " jawab Mi Rah.


" Iya. Gak apa-apa. Hati-hati dijalan ya." jawab diriku.


.


.


.


.


*Rumah Wun Da Ree.


" Akhirnya kita berkumpul lagi, bro. Maaf ya, aku sibuk kerja. Tidak punya waktu buat ngumpul dan nyanyi bareng lagi sama kalian. Tapi, terima kasih ya kalian selalu punya waktu luang buat kesini. " ujar Win Da Ya.


" Sama-sama, bro. " ujar Pan Ja.


" Santai, bro. Mumpung sekarang ada waktu, mari kita nyanyi. Bro... " ujar Wan Jung.

__ADS_1


" Siap.... Siapa nyanyi ? " tanya Win Da Ya.


" Bos Win Da Ya donk. Sengaja nih. " jawab Pan Ja.


" Haha. Santai, Bosku. Ayo sekarang kita nyanyi. Satu..... Dua ... Tiga .... mulai. " jawab Win Da Ya.


Aku pernah ..


Melihat bintang yang bersinar terang ..


Di malam hari..


Aku pernah ..


Melihat bulan yang bersinar terang ...


Bagaikan rembulan ..


Aku pernah ..


Melihat matahari yang bersinar terang ...


Bagaikan sang surya ...


Nanana Na Na Na ..


Nanana Na Na Na ..


Oh langit biru di angkasa ...


Berikan aku kesempatan ...


Nanana Na Na Na ..


Nanana Na Na Na ..


Oh ...


Berikan aku hidup yang indah ..

__ADS_1


Layaknya hidup di surga.


Berikan aku hidup yang indah ..


Oh Nanana .. yang indah di hati ini ..


Oh ..


Langit biru di angkasa ..


Berikan aku kesempatan ..


Berikan aku hidup yang indah ..


Layaknya hidup di surga.


Berikan aku hidup yang indah ..


Oh Nanana .. yang indah di hati ini ...


Oh Nanana ... yang indah ....


di hati ini ...


" Horeeee .... " ucap diriku sambil bertepuk tangan yang meriah.


" Kakak hebat banget. Huhuii ... Keren banget suaranya. Huhuhuuiii .... " lanjut diriku yang masih ceria memuji kakak Win Da Ya.


" Hehe..Terima kasih, adikku. " jawab Win Da Ya.


" Siapa dulu gitarisnya ? " jawab Wan Jung.


" Luar biasa, bro. Masih hapal sampai detik ini kunci-kuncinya. " ujar Win Da Ya sambil menepuk pundaknya Wan Jung.


" Iya donk. Di rumah, aku latihan juga bro. Siapa tahu aku bisa menjadi Gitaris terkenal untuk masa depanku sama adikmu. Hehe. " ujar Wan Jung.


" Ih.. Gombal! " jawab diriku yang langsung meninggalkan mereka.


" Haha. Bisa aja, Bro. Tapi aku salut sama kamu, Bro. Pertahankan itu. Siapa tahu kita bisa menjadi grup band terkenal. Kita harus sukses bersama. " ujar Win Da Ya.

__ADS_1


" Amin. " ucap Pan Ja.


" Astungkara Swaha. " jawab Wan Jung.


__ADS_2