Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 23


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian ...


.


.


.


" Gak nyangka ya. Waktu cepat berlalu. " ujar Kris Na.


" Iya. Ntar lagi sudah menuju kenaikan kelas deh. " ujar diriku.


" Semangat ya. Semoga sayang lulus naik kelas nanti ya. Sini. Tak cium dulu keningnya. " ujar Kris Na.


Aku pun langsung mendekati keningku ke arah bibirnya.


Mmmuuaacchhh .....


" Uuuu.. Sayang. Makasi. Sayang juga. Semangat ya nanti bisa lulus naik kelas juga ya. " ujar diriku yang langsung memeluknya dengan erat.


" Sama-sama semangat ya. Kita berdua pasti naik kelas. Oya. Sayang bahagia gak sama aku? " tanya Kris Na.


" Bahagia banget. Banget banget banget. Gak tergantikan bahagiaku ini. Hihi. " ucap diriku yang masih memeluknya.

__ADS_1


" Huhuk. huhuk. huhuk. Sepertinya aku jadi nyamuk disini. " ujar Ei Do, sahabatnya Kris Na.


" Haha. Maafkan aku, Ei Do. " ujar diriku.


" Ngapain sayang minta maaf sama dia. Dulu dia gituin aku juga. Aku jadi nyamuk didepan dia sama pacarnya. " ujar Kris Na.


" Masa sih, Sayang? Serius? " tanya diriku.


" Iya. Serius, sayang. Aku digituin tau. " ujar Kris Na.


" Mih. Sampai kesalahanku diungkit ke pacarmu. Sahabat macam apa ini. Gak terima aku. " ujar Ei Do.


" Haha. " ujar diriku yang akhirnya tertawa.


" Bahagia sekali kayaknya ketawain aku. Beh. Pulang dah aku nih. Mau nyari cewek baru. Kalau dapat. Mih. Tak pamer langsung didepan kalian. Gak pake lama. Bener nih. " ujar Ei Do.


" Gak. Biar aku gak iri aja sama kamu, Kris. " ujar Ei Do.


" Sama aja itu. Dendam kamu tuh. " lanjut Kris Na.


" Beda, Kris. " lanjut Ei Do lagi.


" Sudah. Sudah. Hm. Oh ya, Sayang. Huhu. Ntar kita susah ketemu lho, Sayang. " ucap diriku.

__ADS_1


" Kok susah? Kenapa? " tanya Ei Do.


" Iya. Wun Da Ree kan nanti pas kelas 2 akan ada training sekolah selama 6 bulan, Ei Do. " jawab Kris Na.


" Kenapa emang sama training sekolah? Apa bedanya? " tanya Ei Do.


" Training sekolah. Ya, aku langsung praktek di lapangan kerja. Misalkan nih. Aku kan jurusan Akomodasi Perhotelan. Terus pelajaranku ada Front Office dan Housekeeping. Jadi, ya aku langsung praktek di Hotel. Bagian receptionist, boleh. Bagian housekeeping, boleh. Bagian Waitress, juga boleh. Bebas. " ujar diriku.


" Oh gitu. Baru tahu aku. Kalau kamu training di hotel, dapat gaji donk? " tanya Ei Do lagi.


" Tergantung itu, Ei Do. Tergantung hotel itu memberi atau tidak. Setahuku sih ada yang memberinya sejumlah uang makan saja. Ada yang tidak memberikan apa-apa. Tapi dapat makan langsung di hotel. Mungkin disediakan kantin khusus untuk karyawan dan training hotel. Begitu. " jawab Kris Na.


" Kok kamu tahu banyak sih, Kris Na? Ku pikir kamu taunya main game aja. " tanya Ei Do yang sedikit mengejek.


" Iya lah. Memangnya kamu? Yang taunya cuma cewek aja. " jawab Kris Na lagi.


" Haha. Sayang bisa aja. " ucap diriku yang langsung tertawa mendengar ucapan Kris Na.


" Iya lho, Sayang. Bener. Ei Do mah taunya cewek aja. Tapi gak pernah awet. Pasti putus melulu. Belum ada sebulan. Dah putus. Heran aku tuh sama dia, Sayang. " ujar Kris Na.


" Masa? Mih. Kasian donk cewek-ceweknya? Kalau cuma sebentar gitu. " ujar diriku.


" Mih. Mulai. Mulai dah. Bilang gak-gak soal aku, Kris. Bukan sih gitu. Namanya juga masih muda. Bebas memilih. Bukan untuk serius. Belum waktunya. Nanti kalau sudah dewasa. Sudah kerja. Lain ceritalah itu. Ah... Kris Na juga gitu tau, Wun Da Ree. Belum ada sebulan. Sudah ganti pacar. " ujar Ei Do.

__ADS_1


" Fitnah itu, Sayang. Fitnah. Jangan percaya sama Ei Do. " ucap Kris Na.


" Hm......... " aku pun langsung terdiam dan berfikir panjang.


__ADS_2