Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 30


__ADS_3

" Sama-sama, Wun Da Ree. " ujar Ei Do.


" Oya, Ei Do. Ram Da Mee .... Apa benar dia sudah terbiasa melakukan hubungan suami istri dari SMP ? " tanya diriku.


Kris Na pun menatap matanya Wun Da Ree. Sementara Wun Da Ree sangat fokus menatap Ei Do untuk menunggu jawaban tentang Ram Da Mee soal itu.


" Ya. Dia bilang begitu dengan terus terang. Begitu sih pengakuannya dia. Memang kenapa? " ujar Ei Do.


" Gak. Gak kenapa sih. Cuma penasaran saja. " ujar diriku.


" Kamu .... " ujar Ei Do.


Tapi Kris Na memotong pembicaraannya.


" Sudah. Jangan dibahas lagi. Kita sekarang pulang dulu. Oh ya. Bagaimana dengan Papa dan Mamamu, Sayang? " tanya Kris Na.


" Oh ya! Aih. Ah. Itu.. Aku aja yang urus, Sayang. " ujar diriku.


" Mereka tidak ada chatting atau apa gitu? Coba cek handphonemu dulu ... Siapa tau mereka tadi dapat hubungi kamu? " tanya Ei Do.


Aku pun mengecek handphoneku.


" Gak ada tuh. " ujar diriku.

__ADS_1


" Berarti aku siap-siap mental lagi. " ujar Kris Na.


" Katanya biasa aja, Bro. Gugup ya? Hahaha. Ngakak! " ujar Ei Do.


" Awas aja. Nanti kamu punya pacar. Baru tau rasa. Gimana rasanya saat ketemu orang tua pacarmu. Hm. Tunggu aja nanti... " ujar Kris Na.


" Huh. Ei Do. Memang dah. " ujar diriku.


" Hahahaa..... Biarin. Siap-siap ya. Ntar lagi sampai rumahnya Wun Da Ree. Jangan gugup ya! Haha. " ujar Ei Do.


" Ei Do... " ujar diriku.


" Sudah, Sayang. Aku gak gugup kok. Selama sayang dipihakku. Aku akan merasa tenang. Karena sayang adalah belahan jiwaku. " ujar Kris Na.


" Huhuk huhuk huhuk ... Nyamuk! Nyamuk! Nyamuk! " ujar Ei Do.


" Nanti ya, Sayang. Kita pelukan mesra kalau sudah sampai depan rumah sayang. Yang mesra. Lamain. Biar nyamuknya pingsan. " ujar Kris Na.


" Hahaha. Iya, Sayang. Bener itu.... Kita nanti peluknya yang lama. Yang erat juga. Jangan lepaskan pokoknya. Huh. Gemes. Jadi gak sabar. " ujar diriku.


" Huhuk.... Mih ! Nyamuknya. Besar-besar ya! Ganas sekali! Perlu buka kaca kayaknya nih! " ujar Ei Do.


Ei Do pun membuka kaca mobilnya.

__ADS_1


" Eh ! Jangan. Nanti nyamuk aslinya masuk! " ujar Kris Na.


Kris Na pun menutup kembali kacanya dengan otomatis yang ada didekat tempat duduknya.


" Mih... Ok. Ok. Aku lupa. Mobilmu ini sangat canggih. Aku diam saja dah. " ujar Ei Do.


" Sayang. Ada yang marah nih? " ujar diriku.


" Biarin aja. Lagian. Ngapain juga buka kaca? Nanti nyamuk aslinya masuk. " ujar Kris Na.


" Panas nih! Panas! Panas! " ujar Ei Do.


" Kan sudah ada AC. Mau suhu berapa ? ini sudah dingin banget lho. " ujar Kris Na.


" Suhu paling dingin intinya. Rusak ini mobilmu. Belum diservice pasti dah ini ya? Kok panas banget. " ujar Ei Do.


" Panas, gimana? Dingin begini kok suhunya. " ujar diriku.


" Iya nih. Sayang. Mungkin dia kepanasan lihat kita berdua mesra-mesraan dihadapan dia. " ujar Kris Na.


" Ih. Maaf ya. Bukan karena kalian. Ingat ya. Nanti jangan gugup. Jangan sampai isi kabur segala. Itu sungguh memalukan. " ujar Ei Do.


" Ih. Nyindir aku ya? " ujar diriku.

__ADS_1


" Sudah. Sudah, Sayang. Biarin saja dia. Nanti dia diam saja dimobilku. Kita berdua saja masuk kedalam rumah. Bagaimana? " ujar Kris Na.


__ADS_2