
" Sama-sama, Wun Da Ree. " ujar Ei Do.
" Oya, Ei Do. Ram Da Mee .... Apa benar dia sudah terbiasa melakukan hubungan suami istri dari SMP ? " tanya diriku.
Kris Na pun menatap matanya Wun Da Ree. Sementara Wun Da Ree sangat fokus menatap Ei Do untuk menunggu jawaban tentang Ram Da Mee soal itu.
" Ya. Dia bilang begitu dengan terus terang. Begitu sih pengakuannya dia. Memang kenapa? " ujar Ei Do.
" Gak. Gak kenapa sih. Cuma penasaran saja. " ujar diriku.
" Kamu .... " ujar Ei Do.
Tapi Kris Na memotong pembicaraannya.
" Sudah. Jangan dibahas lagi. Kita sekarang pulang dulu. Oh ya. Bagaimana dengan Papa dan Mamamu, Sayang? " tanya Kris Na.
" Oh ya! Aih. Ah. Itu.. Aku aja yang urus, Sayang. " ujar diriku.
" Mereka tidak ada chatting atau apa gitu? Coba cek handphonemu dulu ... Siapa tau mereka tadi dapat hubungi kamu? " tanya Ei Do.
Aku pun mengecek handphoneku.
" Gak ada tuh. " ujar diriku.
__ADS_1
" Berarti aku siap-siap mental lagi. " ujar Kris Na.
" Katanya biasa aja, Bro. Gugup ya? Hahaha. Ngakak! " ujar Ei Do.
" Awas aja. Nanti kamu punya pacar. Baru tau rasa. Gimana rasanya saat ketemu orang tua pacarmu. Hm. Tunggu aja nanti... " ujar Kris Na.
" Huh. Ei Do. Memang dah. " ujar diriku.
" Hahahaa..... Biarin. Siap-siap ya. Ntar lagi sampai rumahnya Wun Da Ree. Jangan gugup ya! Haha. " ujar Ei Do.
" Ei Do... " ujar diriku.
" Sudah, Sayang. Aku gak gugup kok. Selama sayang dipihakku. Aku akan merasa tenang. Karena sayang adalah belahan jiwaku. " ujar Kris Na.
" Huhuk huhuk huhuk ... Nyamuk! Nyamuk! Nyamuk! " ujar Ei Do.
" Nanti ya, Sayang. Kita pelukan mesra kalau sudah sampai depan rumah sayang. Yang mesra. Lamain. Biar nyamuknya pingsan. " ujar Kris Na.
" Hahaha. Iya, Sayang. Bener itu.... Kita nanti peluknya yang lama. Yang erat juga. Jangan lepaskan pokoknya. Huh. Gemes. Jadi gak sabar. " ujar diriku.
" Huhuk.... Mih ! Nyamuknya. Besar-besar ya! Ganas sekali! Perlu buka kaca kayaknya nih! " ujar Ei Do.
Ei Do pun membuka kaca mobilnya.
__ADS_1
" Eh ! Jangan. Nanti nyamuk aslinya masuk! " ujar Kris Na.
Kris Na pun menutup kembali kacanya dengan otomatis yang ada didekat tempat duduknya.
" Mih... Ok. Ok. Aku lupa. Mobilmu ini sangat canggih. Aku diam saja dah. " ujar Ei Do.
" Sayang. Ada yang marah nih? " ujar diriku.
" Biarin aja. Lagian. Ngapain juga buka kaca? Nanti nyamuk aslinya masuk. " ujar Kris Na.
" Panas nih! Panas! Panas! " ujar Ei Do.
" Kan sudah ada AC. Mau suhu berapa ? ini sudah dingin banget lho. " ujar Kris Na.
" Suhu paling dingin intinya. Rusak ini mobilmu. Belum diservice pasti dah ini ya? Kok panas banget. " ujar Ei Do.
" Panas, gimana? Dingin begini kok suhunya. " ujar diriku.
" Iya nih. Sayang. Mungkin dia kepanasan lihat kita berdua mesra-mesraan dihadapan dia. " ujar Kris Na.
" Ih. Maaf ya. Bukan karena kalian. Ingat ya. Nanti jangan gugup. Jangan sampai isi kabur segala. Itu sungguh memalukan. " ujar Ei Do.
" Ih. Nyindir aku ya? " ujar diriku.
__ADS_1
" Sudah. Sudah, Sayang. Biarin saja dia. Nanti dia diam saja dimobilku. Kita berdua saja masuk kedalam rumah. Bagaimana? " ujar Kris Na.