
" Oohhh... Atau dia ada di suatu tempat. Ketemuan. Terus aku berangkatnya sama kamu? Gitu kan? Ih. Basi lah. Ngerjain kayak ginian. " ujar diriku.
" Wun Da Ree! " ujar Ei Do.
" Kamu kenapa teriak kayak gitu sih?" tanya diriku.
Ei Do pun merasa kecewa. Ia pun berlari dan meninggalkan Wun Da Ree.
" Hei? Kok malah pergi sih. " ujar diriku.
Wun Da Ree pun ikutan berlari mengejar Ei Do.
" Ei Do !! Tunggu aku... Ei Do ! " ujar diriku.
Ei Do pun masuk ke dalam mobilnya. Aku mengejarnya dan mengetuk kaca mobilnya.
" Ei Do !! Ei Do !! " ujar diriku.
Tok tok tok ...
" Ei Do ! Buka dulu pintunya ! Ei Do ! " ujar diriku.
Namun sayangnya. Ei Do sudah terlanjur kecewa dan Ia pun mengabaikan aku. Ia pun pergi meninggalkan aku.
" Ei Do... Sial! Ada apa sih ? " ujar diriku.
Perasaan Wun Da Ree pun tidak enak.
" Kenapa perasaanku gak enak ya? " ujar diriku.
Aku pun kembali memasuki rumah. Mbok Wan pun menyadari keberadaanku.
" Ada apa, Wun Da Ree? Kenapa cemberut begitu? " tanya Mbok Wan.
" Gak kenapa, Mbok. " ujar diriku.
__ADS_1
" Ei Do mana? Dia sudah pulang? " ujar Mbok Wan.
" Ia. Tiba-tiba dia pulang. Aku ke atas dulu ya, Mbok. " ujar diriku.
" Oyaya. " ujar Mbok Wan.
Aku pun kembali ke atas. Sementara Mbok Wan merasa bingung.
" Ada apa ya? Kayak orang habis berantem saja. Tapi masa berantem sama sahabat pacarnya. Hm. Sudahlah. Mending saya lanjutin pekerjaan saja. " ujar Mbok Wan.
Wun Da Ree pun kembali ke kamar. Perasaannya bercampur aduk. Bingung, gelisah dan sangat tidak tenang. Ia pun rebahan. Namun merasa tidak nyaman. Aku pun berguling kiri. Guling kanan.
" Ei Do. Ada apa dengan Kris Na? Ah. Aku coba BBM lagi sekali. Siapa tau bisa terkirim. " ujar diriku.
Aku pun mengambil handphoneku. Tanpa disengaja. Pesan kemarin tercentang dua.
" Lho Terkirim ya? Ah. Tapi belum di baca. " ujar diriku.
Aku pun mencoba chatting BBM lagi.
\=Wun Da Ree\=
Laporan pengiriman pun tercentang dua. Wun Da Ree pun menunggu lagi. Tapi tidak ada balasan dari Kris Na. Aku pun kesal.
" Ada apa sih? Kemarin centang satu. Sekarang dua. Ei Do tadi datang. Tapi marah-marah. Kalian semua maunya apa sih? Ah. Males dah. " ujar diriku.
.
.
.
.
3 hari kemudian ...
__ADS_1
*Halaman rumah Wun Da Ree.
" Wun Da Ree, maafin aku. Aku salah. Beri aku kesempatan sekali lagi. Aku minta maaf banget. " ujar Ung De.
" Aku sudah maafin. Tapi aku gak akan memberimu kesempatan lagi. " ujar diriku.
" Kenapa? " tanya Ung De.
" Karena aku sudah punya pacar. Namanya Kris Na. " ujar diriku.
" Ok. Ok. Semoga kamu bahagia. Aku gak akan mencari kamu lagi. " ujar Ung De.
Ia pun pergi meninggalkanku. Aku pun mengabaikannya.
Drrrtt drrrtt drrrttt ...
Handphoneku pun berbunyi. Aku pun membuka layar handphone. Aku pun kaget.
" Kris Na ? " ujar diriku.
\=Kris Na\=
Ping!!!
Ping!!!
Ping!!!
Aku pun membalasnya ...
\=Wun Da Ree\=
Kris Na, kamu kemana saja? Aku selama ini menunggu kabarmu. Kamu kemana aja? Kenapa baru balas?
Aku pun mengirim chatting itu. Dan laporan pengirimannya pun tercentang dua.
__ADS_1