
" Ku kira Je Si Ka suka sama pemiliknya. Ternyata suka sama motornya. Haha. " ucap Mi Rah.
" Bawel amat sih, Mi. " ucap Je Si Ka.
Aku hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum setelah mendengar obrolan kedua temanku itu.
" Ntar lagi orangnya datang. Hei. Hei. Hei. Lihat deh seperti apa orangnya ? " ucap Mi Rah.
Datanglah seorang cowok tampan. Kulitnya putih. Wajahnya blasteran. Tingginya kira-kira 170 cm.
" Eh kak! Temanku suka sama kamu lho ! " ucap Mi Rah.
" Eh. Sembarangan ! " bisik Je Si Ka.
" Bukan untuk kamu, Je Si Ka. Tapi untuk Wun Da Ree! " ucap Mi Rah.
" Lho? Kok Aku? " ucap diriku.
Cowok itupun hanya tersenyum, lalu duduk disekitar kami.
" Mbak, saya pesan seperti biasa. Nasi Goreng 1 sama Es Jeruk 1 ya. Makan disini. " ucap cowok itu.
" Ada tambahan lagi, kak ? " ucap pelayan Warung An Diz.
" Tidak ada. " ucap cowok itu.
" Baik. Ditunggu pesanannya, kak. " ucap pelayan Warung An Diz.
" Iya. Terima Kasih. " ucap cowok itu.
" Kak. Siapa namanya ? Sudah punya pacar ? " ucap Mi Rah.
" Mi Rah, jangan malu-maluin deh. " bisik Je Si Ka.
__ADS_1
" Malu-maluin gimana? Kak ... jawab pertanyaanku donk. Temanku, Wun Da Ree. Masih jomblo lho. Kalau aku sih dah punya soalnya. Hehe. " ucap Mi Rah.
" Mi Rah .... " bisik Je Si Ka.
Aku cuma tahan tawa saja melihat tingkah laku Mi Rah. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi cowok itu pun langsung meresponnya.
" Namaku Kris Na. Belum punya pacar. " ucap cowok itu..
" Kris Na. Nama yang bagus. Ini temanku namanya Wun Da Ree. Diingat ya. " ucap Mi Rah.
" Mi Rah... Kamu apa-apaan sih? " ucap Je Si Ka.
" Kenapa kamu yang marah ? Kan cuma kenalan doank. Gak ada salahnya kan ? Ya kan, Kak Kris Na ? " ucap Mi Rah.
" Iya. Nambah teman baru itu gak ada yang salah kok. " ucap Kris Na.
" Tuh kan. Dia saja merespon dengan ramah begitu. Kenapa kamu yang marah ? Cemburu ya ? Atau .. Jangan-jangan. Maunya kamu yang aku kenalin nih ? " ucap Mi Rah.
" Permisi. Pesanannya sudah tiba. " ucap Pelayan Warung An Diz.
" Sudah sudah sudah. Jangan berantem. Pesanan kita sudah datang nih. Makan dulu. " ucap diriku.
" Mari makan, Kak Kris Na. " ucap Mi Rah.
" Iya, Silakan. " ucap Kris Na.
" Terima kasih ya, Mbak. " ucap diriku.
" Iya. Selamat menikmati hidangannya, Kak. " ucap Pelayan Warung An Diz.
" Terima kasih, Mbak. " ucap Je Si Ka.
*Kamar Wun Da Ree.
__ADS_1
" Haih ... Akhirnya sampai rumah. Oh ya. Ung De kok gak ada kabar ya. Itu cowok tiba-tiba menghilang begitu saja. Apa mungkin sibuk ngerjain tugas sekolah kah? Hm .. Entahlah. Oh ya. Soal cowok namanya Kris Na. Mi Rah iseng banget ngenalin aku ke cowok itu. Untung dia gak marah. Tapi aku gak yakin banget sih. Cowok sekaya dia itu bisa-bisanya masih jomblo. Ah. Sudahlah. Males mikirin cowok-cowok. Jadi ngantuk. Mending aku tidur saja. Huahemm... " ucap diriku dalam hati.
1 BULAN KEMUDIAN ...
*Rumah Wun Da Ree.
Di rumahku lagi ramai. Ada teman-teman kakakku sedang berkumpul. Biasalah anak muda bikin grup Band gitu. Kakakku suka nyanyi dan pintar main gitar juga. Kakakku sangat ganteng. Kulitnya lebih putih dari aku. Umur kakakku lebih tua 5 tahun dariku. Oh ya. Nama kakakku Win Da Ya. Namanya kayak cewek ya? Apa dayalah dia mukanya cantik tapi gagah kok. Tenang saja. Kakakku laki normal. Hehe.
" Berikan aku hidup yang indah ..
Layaknya hidup di surga ...
Berikan aku hidup yang indah ..
Oh na .. na .. na..
Yang indah di hati ini ... " ucap Win Da Ya.
" Mih.. Kak. Keren lagunya. " ucap diriku.
" Iya donk. Siapa dulu pencipta lagu ini " ucap Win Da Ya.
" Tau lah tau ... kakaklah pencipta lagunya. Bangga aku, Kak. Uuuhh !! I Love You ! " ucap diriku.
" Do you Love me too, Wun ? " ucap salah satu teman Win Da Ya. Namanya Wan Jung.
" No ! " balas diriku.
" Mih ... Sadis .. Win. Ditolak mentah-mentah aku sama adikmu. Sakiiit hatiku. " lanjut Wan Jung.
" Haha. Jangan macem-macem sama adikku. Ada aku disini. " ucap Win Da Ya.
" Hehe. Ampun... Ampun, Win Da Ya. Aku cuma bercanda kok sama adikmu. Hehe. Jangan dianggap seriuslah ya. Hehe. " jawab Wan Jung.
__ADS_1