Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 41


__ADS_3

" Bisa, Ibu. " ujar diriku sambil menundukkan kepala.


" Terus.. kalau bisa bicara. Kenapa tidak ngomong dari tadi? Malah angguk-angguk dan geleng-geleng kepala saja. Kamu tahu tidak ? Kalau kamu itu jadi berita hangat di sekolah ini? " tanya Ibu An Dri.


" Mohon maaf, Ibu. Saya tidak tahu. " ujar diriku.


" Sini. Sini. Saya buka pake handphone saya. Coba kamu lihat sendiri. " ujar Ibu An Dri.


" Tidak, Ibu. " ujar diriku.


" Lihat saja. Kalau begini. Gimana kamu mau tahu? " tanya Ibu An Dri.


Aku pun melihat layar handphone Ibu An Dri. Dan aku pun menyaksikan video kejadian kemarin. Namun videonya terpotong. Tidak itu saja. Ada video gosip antara Ram Da Mee dengan Wa Yan Dee yang sedang membicarakan diriku. Wa Yan Dee mengatakan bahwa Ia juga melakukan hubungan badan denganku dikelasku sendiri. Aku pun menunduk dan merasa sakit hati. Padahal kenyataannya. Aku menolak dan tidak melakukannya saat itu.


" Semurah itu harga diri kamu? Wun Da Ree? " ujar Ibu An Dri.


Aku hanya terdiam dan menundukkan kepala. Air mataku rasanya ingin jatuh. Tapi aku menahannya.


Semua teman-temanku dalam satu kelas bergosip satu sama lain tentang diriku.


" Laki mana lagi kamu ajak tidur? Untung bapak kepala sekolah belum tahu berita ini lho. Kalau sampai tahu, bagaimana jadinya? " tanya Ibu An Dri.


Aku tetap menundukkan kepala. Aku pun hanya terdiam.


" Ya sudahlah. Karena kamu hanya diam saja. Baik. Mari kita memulai pelajarannya. " ujar Ibu An Dri.


Aku tetap berdiri dan menundukkan kepala terus sampai jam bel pulang sekolah.

__ADS_1


\= Informasi \=


Pelajaran Housekeeping 4 jam.


.


.


.


Kring ... Kring ... Kring ...


" Baik, anak-anak. Sampai disini saja dulu pelajarannya. Sampai ketemu di minggu berikutnya. Selamat Siang. " ujar Ibu An Dri.


" Selamat siang, Ibu. " ujar semuanya.


Je Si Ka dan Mi Rah pun menghampiriku.


" Wun Da Ree... " ujar Je Si Ka.


" Je Si Ka, ajak dia duduk dulu. Pasti capek. Dari tadi berdiri terus. " bisik Mi Rah.


" Duduk dulu yuk. " ujar Je Si Ka.


Aku menggelengkan kepala. Aku tetap menundukkan kepala. Tatapan mataku terus melihat ke bawah.


" Wun Da Ree .. Kita pulang, yuk? " ujar Je Si Ka.

__ADS_1


Aku tetap menggelengkan kepala. Je Si Ka pun tidak bisa berbuat apa-apa.


" Je Si Ka. Kita pulang saja, yuk. Kayaknya Wun Da Ree pengen sendiri dulu disini. " ujar Mi Rah.


" Kamu tuh bukannya peduli. Kenapa maunya ninggalin gitu aja? Teman kita lagi kena masalah. " ujar Je Si Ka.


" Bukannya gitu. Tapi anehnya. Kan ada kita didalam videonya. Kenapa kita gak dilibatin ya? " tanya Mi Rah.


" Gak tau dah. " ujar Je Si Ka.


Aku pun membalikkan badan. Aku pun berjalan mendekati jendela. Aku menatap ke arah padmasana (pura) yang ada di sekolah.


" Wun Da Ree. kamu mau ngapain? " tanya Je Si Ka.


" Jangan-jangan dia mau bunuh diri! Gimana donk. Ini lantai 3 lho. " ujar Mi Rah.


" Ssstt!! Kamu tuh kalau ngomong suka keceplosan ya ! " ujar Je Si Ka.


" Maaf.... Ya sudah deh. Aku duduk saja deh. Serba salah dah. " ujar Mi Rah.


Je Si Ka pun tetap membujukku. Aku pun berbicara.


" Kalian pulang saja. Tenang saja. Aku gak ada niat bunuh diri kok. Aku memang pengen sendiri saja disini. " ujar diriku.


" Ya. Tapi duduk dulu donk. Gimana gak khawatir coba? " ujar Je Si Ka.


" Tolong, percaya sama aku. Aku pengen sendiri. Jangan ganggu aku. Kalian pulang saja. " ujar diriku.

__ADS_1


Mendengar pernyataanku. Je Si Ka pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ia pun menuruti kata-kata aku. Dan pada akhirnya, aku pun sendirian di kelas.


__ADS_2