
" Hoshh hosshh Hosshh ... Maaf. Sayang. Maaf. Ah. Aku belum siap. Aku. Ah. Ah. Haaahhhh. Hoossshh ... " ujar diriku yang terengah-engah karena lari alias kabur dari Papa dan Mama Wun Da Ree.
" Hhaaahh. Bernafas dulu, Sayang. Baru bicara. " ujar Kris Na yang ikutan terengah-engah karena terpaksa lari juga.
" Hei! Wun Da Ree! Apa-apaan ini? Hoossshh hossshh ... Kenapa aku ditinggal dirumahmu sendirian? Pake kabur segala lagi. Hossshh hoosshh ... Ini juga. Kenapa pake lari sih? " ujar Ei Do pun juga terengah-engah karena mengejar Wun Da Ree dan Kris Na.
" Hahh... Masuk mobil dulu. Kita rebahan sebentar. Abis itu baru berangkat ke pantai. " ujar Kris Na.
5 menit kemudian ....
" Sudah? " tanya Kris Na.
" Sudah apa ini? " tanya Ei Do.
" Aku gak nanya sama kamu, Ei Do. " ujar Kris Na.
" Sudah apa ini, Sayang? " tanya diriku.
" Sudah tenang detakan jantungnya, Sayang ? Sudah gak terengah-engah lagi nafasnya? " tanya Kris Na.
" Sekarang sudah tenang sih, sayang. " ujar diriku.
__ADS_1
" Wun Da Ree. Kenapa tadi kamu lari? Hah? Jelasin itu sama aku. Apa alasannya tinggalin aku sendirian dirumahmu? " tanya Ei Do.
" Eeee. Aku. Aku tadi lari karena gugup! Aku. Aku. Ah sudahlah. Jangan bahas lagi. " ujar diriku.
" Hm. Aku yang paham kok, Sayang. Sayang malu ya? Karena ini adalah pertama kalinya memperkenalkan pacar ke Papa dan Mamamu. Ya kan? " tanya Kris Na sambil menyetir mobilnya.
" Hm. Ya gitu deh. Sayang. Maaf ya, Sayang. Aku tadi benar-benar bersifat konyol banget. Norak dan berlebihan banget. Sayang pasti merasa menyesal kenal aku ya? " ujar diriku menundukkan kepalanya kebawah.
" Sudah sudah sudah. Sayang. Itu gak berlebihan kok dimataku. Aku gak menyesal untuk apapun sikapnya sayang. Itu juga masih hal yang wajar buat aku. Gak norak juga sih. Malah aku senang saja. Karena sayang mengijinkan aku ke rumahmu barusan. Terima kasih ya, Sayang. " ujar Kris Na.
" Hmmm. Sayang. Aku jadi terharu dengarnya. " ujar diriku.
" Huk Huk Huk. Aku terlupakan nih. " ujar Ei Do.
" Yap. Sama-sama. Tapi kebaikanku dibayar dengan traktir aku makan enak di pantai ya, Kris Na. Haha. " ujar Ei Do.
" Ok. Tenang saja. Aku traktir dah. " ujar Kris Na.
15 menit kemudian, kami bertiga pun tiba di Pantai Sanur.
" Whoaaaa.... Akhirnya kita sampai juga di pantai. " ujar Ei Do.
__ADS_1
" Hmmm... Udaranya sejuk. " ujar diriku.
" Sejuk apalagi bersama cewek cantik seperti sayang. Tambah sejuk rasanya. " ujar Kris Na.
" Ah. Sayang. Bisa aja. " ujar diriku yang langsung tersipu malu.
" Hih... Malu dia lho. Tapi serius lho. Sayang cantik banget hari ini. " ujar Kris Na.
" Hm... Makasi, Sayang. " ujar diriku.
" Sini ... Peluk aku. " ujar Kris Na.
Aku pun memeluknya. Kris Na mencium keningku.
" Mmmuuaacchh. Aku bangga memilikimu, Sayang. Sayang bangga kan memiliki aku? " tanya Kris Na.
" Hmm. Sayang. Bangga donk. Aku bangga banget punya sayang. " ujar diriku.
Sementara Ei Do mematung dan menjadi bete melihat tingkah kami berdua.
" Hei hei hei. Kalian bener-bener mengabaikan aku sendirian nih? Kalian benar-benar menganggap hidup ini cuma kalian berdua aja disini? Ya ampun. Benar-benar ya. Bisa-bisanya kalian mesra-mesra kayak gitu didepan laki jomblo seperti aku. Sungguh malang diriku. " ujar Ei Do.
__ADS_1
Mendengar pernyataan itu, kami berdua pun hanya tertawa dan tetap berpelukan erat-erat dihadapan Ei Do.