Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 9


__ADS_3

*Plaza Sari Mall.


" Tarraaaa ... Kita sudah sampai. " ujar Je Si Ka.


" Uwaaaaaa.. Baru pertama kali aku kesini. Huhu. Malu-maluin saja. Gak update. Haha. " ujar diriku.


" Aku juga pertama kali. " ujar Je Si Ka.


" Serius ? " tanya diriku.


" Tapi bohong. Ya gaklah. Hahaha. " ujar Je Si Ka.


" Isss ... Yayaa. " ujar diriku.


Aku pun bercerita sambil keliling mall. Aku cerita soal Ung De yang mulai cuek bahkan gak memberi kabar. Sementara Je Si Ka hanya sebagai pendengar yang baik saja. Dan memberi semangat dan motivasi biar tetap membuatku tersenyum. Dia juga menghiburku hingga membuatku tertawa terbahak. Kita menikmati waktu dengan begitu gembira. Lihat-lihat baju celana dan sebagainya kesana kemari. Muter-muter untuk menghabiskan waktu. Hingga pada akhirnya kita kelaparan.


.


.


.


" Makan yuk ? " tanya Je Si Ka.


" Ayo. Boleh. Mau makan apa ? " tanya balik diriku.


" Hm... Apa ya. Aku pengennya bakso nih. Kalau Wun Da Ree ? " lanjut Je Si Ka.

__ADS_1


" Aku sih ngikutin aja. Kalau Je Si Ka maunya bakso. Ya udah. Kita nyari bakso aja. " lanjut diriku.


" Ok. Mari kita makan bakso ...... " lanjut Je Si Ka.


.


.


.


*Bakso Harre Jang, Plaza Sari Mall.


" Baksonya enak ya. " ujar diriku.


" Iya. Enak. Ini langganan aku lho. " ujar Je Si Ka.


" Sama teman-teman sih. " ujar Je Si Ka.


" Teman siapa ? Teman sekolah kita ? " tanya diriku.


" Ya. Sebagian teman sekolah. Ada juga teman basket. " jawab Je Si Ka.


" Oh gitu. " jawab diriku.


" Iya. Hm. Wun Da Ree. Ada yang mau aku omongin sama kamu. " ujar Je Si Ka.


" Ngomongin apa ? " tanya diriku.

__ADS_1


" Hm. Aku suka sama kamu sebenarnya. " jawab Je Si Ka.


Huk ... Huk ... Huk ...


" Eh. Wun. Kamu gak apa-apa ? Minum dulu. Minum dulu. " lanjut Je Si Ka.


" Aku tersedak. Je Si Ka sih. Bercandanya kelewatan. Jadi batuk nih aku. " ujar diriku.


" Aku serius. Aku sama sekali gak bercanda ? " ujar Je Si Ka.


" Ah ? Kok bisa ? Kita sama-sama perempuan lho. " ujar diriku dengan suara menurun dan pelan.


" Ya aku tahu. Ada yang salah ? Aku sebenarnya memang suka sama kamu dari awal pertama sekolah. Aku selalu memperhatikanmu. Kamu begitu polos banget, Wun. Sudah gitu. Kamu tidak sombong jadi cewek. Kamu selalu tersenyum. Gak begitu banyak bicara juga. Aku tahu diri. Terlarang banget menyukaimu. Tapi memangnya aku salah ?? " tanya Je Si Ka.


" Hmm ... Gimana ya ? Bukannya salah. Tapi ... aku punya pacar. Kalaupun gak punya. Ya aku sih. Anggap kamu sebagai sahabat aku. Gak lebih. Maaf. Aku gak bisa menganggap kamu sebagai seorang laki-laki. Aku melihat kamu itu sama denganku. Ya memang sih. Sikapmu seperti Laki-laki. Keren. Perhatian. Tegas. Galak. Kuat. Pemberani. Gak cengeng. Ya pokoknya sikapmu seperti laki-laki. Tapi tetap aku gak bisa melihatmu selain ... " ujar diriku.


" Sudah. Gak apa-apa. Aku cuma bercanda. Hehe. Wun Da Ree!! Kamu kena deh !! Kamu kena tipu !!! Hahaha... Mana mungkinlah aku suka sama kamu. Haha. Aku mah perempuan sejati. Ya sudah pastinya suka sama laki-laki donk. " ujar Je Si Ka dengan ekspresi tertawa puas.


" Hm.... Gak lucu ah. Ish ... Ternyata aku ditipu nih. Hm .... Ok .. Ok .... Puas sekali kayaknya ngerjain aku. Aku kira serius. Aku sampai syok. Pake isi batuk segala lagi. Gara-gara tersedak. Kaget gitu aja. Ternyata cuma bercanda. Gak lucu ah. Hm ... " ujar diriku dengan nada kesal.


" Haha. Maaf maaf maaf. Jangan marah ya. Cup cup cup .. Hilang nanti cantiknya. Hehe. " ujar Je Si Ka yang mulai merayu Wun Da Ree.


" Tauk ah. Males ah. Gak lucu sama sekali lho. Je Si Ka ni .... Ih..... Males dah. Ish ... " ucap diriku.


" Hihi.... " lanjut Je Si Ka.


" Maaf, Wun Da Ree. Sebenarnya ungkapan perasaanku tadi itu sangat benar dan benar-benar ada. Tapi aku sadar. Sadar banget. Kalau aku tuh gak mungkin bisa memilikimu. Hanya karena kita sama-sama perempuan. Tapi jiwaku memang tidak ada perempuannya sama sekali. Aku harus bagaimana. Dan mesti mau gimana lagi. Aku beneran naruh perasaan sama kamu. Sayang sama kamu. Aku bahkan gak sanggup melihatmu sedih saat disakiti sama cowok lain. Aku juga gak sanggup kamu mendekati cowok lain. Setiap aku mendengar ceritamu. Hatiku sakit banget. Rapuh. Apa dayalah. Aku hanya bisa bahagiain kamu dari jauh saja. Aku berharap kamu bisa bahagia sama laki yang benar-benar sayang sama kamu. Wun Da Ree. I love you. " ucap Je Si Ka didalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2