
Kembali ke kejadian tadi sore ...
.
.
.
" Ah lega ... Akhirnya aku pipis juga. " ucap Wan Jung.
" Ehm ...Tapi tadi. Aa. Aa. Aku. " ucap Wan Jung. Ia pun langsung buru-buru meninggalkan kamar mandi lantai 2 depan kamar Wun Da Ree.
Pas ia sampai ke bawah. Mbok Wan pun bertanya dengannya.
" Wan Jung, tadi ada apa diatas? Kenapa ada yang teriak? " tanya Mbok Wan.
" Anu. Tadi ada kecoak. Wun Da Ree kaget. Saya juga kaget. Gitu. Hehe. Permisi, Mbok. Saya mau keluar. " jawab Wan Jung. Ia tidak mau jujur. Karena merasa malu untuk mengungkapkan yang sebenarnya.
Begitu ia keluar menghampiri Win Da Ya dan yang lainnya pun ditanya dengan pertanyaan yang sama.
" Wan, Kenapa tadi kamu teriak sama adiknya Win Da Ya? " tanya Pan Ja.
" Gak. Tadi ada kecoak. Adiknya teriak. Ya, aku kaget donk. Makanya teriak. Hehe. Sudah ah. Mending kita nyanyi yuk. " ucap Wan Jung.
" Masa? Kirain kamu ngintip adikku mandi. Kalau itu terjadi. Tak tonjok mukamu. " ujar Win Da Ya.
__ADS_1
" Aduh. Serius. Aku gak ada macem-macem kok sama adikmu. " ujar Wan Jung.
" Terus. Gimana ceritanya? Kenapa bisa ke kamar mandi atas? Kan ada kamar mandi bawah. " jelas Win Da Ya.
" Mih. Tanya Mbok Wan. Kamar mandi bawah tadi ada orang. Gak tahan aku. Mbok Wan nyuruh aku ke atas. Gitu. Bener dah. Aku gak bohong, Win. " ucap Wan Jung.
" Hehe. Santai santai, Bro. Cuma bercanda kok. Aku percaya banget sama Wan Jung. Tenang saja, Bro. " ucap Win Da Ya.
.
.
.
Keesokan harinya ...
" Pagi juga. Mih. Kayaknya ada yang lagi bahagia nih. " ucap Mi Rah.
Je Si Ka hanya terdiam. Ia hanya tersenyum biasa saja.
" Gak tuh. Biasa aja kayaknya. Oya, Je Si Ka. Nanti makan siang lagi yuk di Warung An Diz. " ucap diriku.
" Jangan bilang Wun Da Ree sudah dekat sama Kris Na itu. " ucap Je Si Ka dalam hatinya sambil melamun.
" Woi! Je Si Ka! Malah melamun. " ucap Mi Rah.
__ADS_1
" Apa sih? " tanya Je Si Ka.
" Ih. Kok malah marah sama aku sih? Sudahlah. Males aku. " jawab Mi Rah.
" Je Si Ka. Marah ya? " tanya diriku.
" Gak kok. Hm. Nanti siangnya. Hm. Maaf ya. Aku gak bisa. Aku mau bantuin Ibuku jaga warung. Lain kali saja ya. " jawab Je Si Ka.
" Hm. Gitu ya. Iya gak apa-apa. Semangat bantuin Ibumu ya. " ucap diriku.
" Iya. Makasih. " jawab Je Si Ka.
" Iya. Tapi. Je Si Ka. Bener-bener gak marah sama aku kan? " tanya diriku.
" Iya. Bener. Aku gak marah. Memang kamu ada salah apa sama aku? " tanya Je Si Ka.
" Gak ada sih. " jawab diriku.
" Ya kan? Gak ada salah kan. Gak donk. Aku lho gak marah. Ya biasa aja. Aku kan memang gini. Gak usah dipikirin ya. " ucap Je Si Ka.
" Hehe. Aku cuma khawatir aja. Tapi, Aku jadi merasa tenang sekarang. Nanti yang semangat bantu Ibu di Warung ya. Semoga laris jualannya. " ucap diriku.
" Iya. Siap, Wun Da Ree cantik. " jawab Je Si Ka dengan tersenyum.
" Haha. Je Si Ka juga cantik. " jawab diriku.
__ADS_1
" Aku tahu, Wun Da Ree. Aku yakin. Kamu sudah mendekati cowok itu, Kris Na. Aku mundur saja. Aku harap kamu bahagia dengannya. Semoga dia cowok yang baik. Dia bisa menjaga kamu dan juga sayang dengan tulus sama kamu. Aku sadar diri. Aku memang tidak pantas mencintai kamu hanya karena aku sesama perempuan dimatamu. Aku akan berhenti. Aku sudah mengalah. Aku tidak akan mengganggu hubunganmu dengannya. Wun Da Ree, semoga kamu bisa bahagia dengan keputusanmu. Apapun itu. Aku akan melepaskanmu. " ucap Je Si Ka dalam hatinya.