Cinta Wun Da Ree

Cinta Wun Da Ree
Part 13


__ADS_3

*Kamar Wun Da Ree.


Aku pun mengambil handphoneku dan membuka aplikasi BBM.


" Ung De, kemana ya? Sekarang juga gak ada kabar. Masa iya sih, handphonenya rusak lagi. Hm... Aku coba chatting aja deh. " ujar diriku.


\=Wun Da Ree\=


Sayang, lagi dimana ? Sudah makan ? I Miss You ya....


" Hm ... centang dua sih. Tapi kenapa perasaanku gak enak lagi ya? Hm ... apa karena kepikiran sama Je Si Ka kali ya? Hm ... aku coba chat saja deh. " ujar diriku lagi.


\=Wun Da Ree\=


Je Si Ka, kamu masih marah sama aku? Aku minta maaf deh kalau ada salah. Tolong dong. Jangan kayak gini terus.


" Hm ... Semoga dibaca deh. " ucap diriku.


.


.


.


Jam menunjukkan pukul 16.00 WITA.


" Hm... sudah jam 4 sore ya. Huahem. Ngantuknya. Pengen bobo. Bobo dulu deh. Semoga pas bangun, Je Si Ka mau balas chatnya aku deh. Hm. Huahem. " ucap diriku yang mulai mengantuk dan akhirnya tertidur.

__ADS_1


*Rumah Je Si Ka.


Je Si Ka sedang menemani Mamanya jualan di warung.


" Mama, aku lapar. Aku minta nasi ya. " ucap Je Si Ka.


" Jangan banyak-banyak! Nanti mau jualan pake apa ? " ujar Mama Je Si Ka.


" Ih. Sama anak sendiri. Pelit. " ujar Je Si Ka.


" Aduh. Bukannya pelit, nak. Kamu tuh kalau makan porsinya dah kayak porsi anak laki-laki. " ujar Mama Je Si Ka.


" Apaan sih ? Aku ngambilnya sedikit begini kok malah dibilang laki-laki. " ujar Je Si Ka.


" Dengkulmu! Dikit dikit dikit! Perempuan tuh jaga body, jaga image. Ini kok malah ngelawan mamak e. " ujar Mama Je Si Ka.


" Hei ! Mau kemana ? Bukannya bantuin mamak e jualan! Kok malah ditinggal pergi ! Dasar anak ini. Maunya apa sih. Sudah hidup susah. Bantu dikit napa. Ini juga. Nasinya ditinggal. Sudah ambil. Malah ditinggal. Aduh. Anak itu. Bener-bener dah. " ucap Mama Je Si Ka.


" Om Swastyastu ! " ujar seorang pemuda.


" Om Swastyastu. " ujar Mama Je Si Ka.


" Beli nasi campur 1, Bu. Makan sini. Minumnya Es Teh ya, Bu. " ujar seorang pemuda.


" Iya. Ditunggu ya, dik. "


*Kamar Je Si Ka.

__ADS_1


Drrrrtt ddrrrttt ddrrtt ...


Je Si Ka pun mengambil handphonenya. Ia pun membuka aplikasi BBM. Ia pun melihat ada 1 pesan diterima dari Wun Da Ree. Ia pun membacanya.


\=Wun Da Ree\=


Je Si Ka, kamu masih marah sama aku? Aku minta maaf deh kalau ada salah. Tolong dong. Jangan kayak gini terus.


Jesika masih membaca dan melamun. Ia terdiam dan membisu. Tak mau berlama-lama diam. Ia pun langsung membalas chatnya.


\=Je Si Ka\=


Wun Da Ree, aku gak marah. Aku sebenarnya marah sama diriku sendiri saja. Tenang saja. Gak ada yang salah. Ngomong-ngomong, kamu lagi apa ?


*Kamar Wun Da Ree.


Drrrttt ddrrttt ddrrrtt ...


" Hm ... " ucap diriku yang masih tertidur dengan nyenyak.


*Kamar Je Si Ka.


" Belum dibaca. Kemana dia ya? Hm.. Mungkin dia sedang mesra-mesra berduaan sama pacarnya ? Ntahlah. Lebih baik aku mandi dulu. Gerah banget. " ucap Je Si Ka dalam hatinya.


*Kamar Wun Da Ree.


"Wun Da Ree, bangun. Sudah makan? " ujar Mama Wun Da Ree yang baru saja pulang dari kerja.

__ADS_1


" Hmm.. belum lapar. Nanti saja. Masih ngantuk nih. " ujar diriku yang masih merem dan masih melanjutkan tidur.


__ADS_2