
Tiba tiba suara pintu terbuka terdengar di ruangan Karin . Dia Jay , Jay datang untuk menjenguk Karin yang sedang sakit .
''Assalamualaikum'' ucap Jay dan saat Jay melihat Karin . Dia malah tengah melihat Karin sedang menangis
''Waalaikumsallam'' jawab Karin sambil menghapus air mata nya
''Ada Apa Karin , apa ada yang sakit??'' tanya Jay menghampiri Karin
''Tidak Jay , aku baik baik saja . Hanya saja aku sedang memikirkan tentang diri ku yang bodoh ini . Aku tidak menyangka bahwa semua ini akan terjadi pada ku , aku pikir setelah aku melakukan balas dendam pada mereka yang telah menyakiti ku . Aku akan senang dan merasa puas , tapi sekarang aku tidak merasakan semua itu . Yang aku rasakan adalah sakit dan penyesalan , aku sangat bodoh Jay . Aku telah menghancurkan keluarga ku Sendiri , aku tau mereka sama sekali tidak menyukai ku tapi tidak seharus nya juga aku membalas mereka . Siapa aku Jay?? , aku hanya seorang manusia yang bergelimang dosa . Aku tidak pantas membalas dendam kepada mereka karena hanya Allah yang pantas membalas semua perbuatan manusia'' ucap Karin sambil menangis sesegukan
''Sudah lah Karin , semua nya sudah berlalu . Mungkin dengan kejadian seperti ini bisa membuat sadar bahwa apa yang kau lakukan adalah salah'' ucap Jay menenangkan Karin
Ke esokan hari nya pun telah tiba . Saat ini Karin sedang bersiap membereskan pakaian nya untuk pulang . Dan saat dia melihat sekeliling , dia tidak melihat Dika sang Papah .
''Papah kemana Mom??'' tanya Karin pada Amanda
''Papah mu sedang menemui Sarah di rumah sakit'' jawab Amanda
__ADS_1
Dika meminta tolong pada Amanda untuk membantu nya mengurus Karin sementara waktu di rumah sakit . Dan sekarang Amanda menemani Karin untuk pulang dari rumah sakit di temani oleh Aiden .
''Di rumah sakit?? , siapa yang sakit Mom??'' tanya Karin panik
''Sarah saat ini sedang sakit Karin , dia mengidap penyakit leukimia stadium akhir'' jawab Amanda
''Apah!!. Aku mau ke Mamah sekarang Mom , aku ingin bertemu dengan nya hiks hiks'' tangis Karin dengan histeris
''Tenang kan diri mu Karin . Ingat , kau juga baru pulih'' ucap Aiden merangkul Karin
''Tapi aku ingin menemui nya Kak , aku ingin bertemu dengan Mamah hiks'' tangis Karin
Aiden pun membawa Karin ke rumah sakit dimana Sarah di rawat . Dan saat dia tiba , Karin sangat terkejut saat melihat Sarah dengan keadaan yang sangat memprihatinkan .
Wajah pucat serta rambut yang sudah mulai gundul . Sarah tersenyum ke arah Karin sambil meneteskan air mata .
''Karin'' panggil Sarah dengan suara lemah
__ADS_1
Karin pun berlari ke arah Sarah dan memeluk nya sambil menangis .
''Mah !! . Apa yang terjadi pada Mamah ,hiks ??'' tangis Karin di pelukan Sarah
''Mamah tidak apa apa Nak , Mamah hanya merasa lelah dan mungkin ini sudah saat nya Mamah untuk pulang'' jawab Sarah dengan suara lemah nya
''Apa yang Mamah katakan , Mamah akan sembuh .Maafkan Karin Mah , karena telah membuat keluarga Mamah hancur . Maafkan karena kehadiran Karin membuat Mamah dan juga Kakak kehilangan kebahagian''
''Tidak Karin . Keluarga kami sudah hancur sebelum kau datang , seharus nya Mamah lah yang meminta maaf pada mu . Mamah selama ini telah berbuat jahat pada mu dan kini Mamah sudah mendapatkan hukuman nya . Umur Mamah sudah tidak akan lama lagi Karin biarkan Mamah merasakan kebahagiaan bersama kalian semua , Mamah ingin melihat kalian berkumpul menjadi sebuah keluarga . Ini adalah permintaan terakhir Mamah , ku mohon hiks'' tangis Sarah
''Aku akan mengabulkan nya Mah , aku akan menjemput Kak Felis dan juga Kak Raisa . Kita akan tetap menjadi keluarga apapun yang terjadi . Mamah tunggu Karin , Karin akan menjemput Kakak'' ucap Karin lalu bergegas untuk menjemput Raisa dan juga Felis
''Aku akan mengantar mu Karin'' ucap Aiden sambil memegang tangan Karin , Karin pun menganggukkan kepala nya tanda setuju
Sedangkan Dika , dia tidak bisa menahan air mata nya saat melihat keadaan Sarah yang seperti ini .
author
__ADS_1
Part ini mengandung bawang buat aku , gak tau kenapa saat aku melihat atau membaca orang yang masuk di rumah sakit jadi ke inget sama bapak ku yang udah meninggal . Apalagi di part ini aku harus menulis kejadian saat saat terakhir kematian Sarah , aku jadi nangis karena ke inget bapak aku yang juga harus melawan penyakit nya meskipun setelah itu dia harus mengalah dengan penyakit nya .
Husnul khotimah buat mu pak , semoga amal amal mu di terima dan engkau di tempat di tempat terindah bersama orang'' beriman . Amin ya robbal Al-AminðŸ˜ðŸ˜