Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
episode 120


__ADS_3

Raisa saat ini tengah bersiap untuk berangkat bekerja, dan Karin dengan cepat mengejar Raisa.


''Kak tunggu!!'' teriak Karin sambil berlari.


''Ada apa Karin??'' tanya Raisa sambil mencari kunci mobilnya.


''Kak, Karin mohon. Karin tidak ingin bekerja di kantor, Karin sama sekali gak cocok Kak. Karin itu cuma tau menjahit doang, kalau masalah kantor Karin mah gak tau, Kak.'' rengek Karin pada Raisa yang saat ini tengah terburu buru.


''Karin, di kantor kamu itu gak di suruh apa apa kok. Cuma bicara doang sama klien dan juga investor yang ingin menginvestasikan dananya pada kantor kita. Lagian kamu itu kan pinter tuh, kalau ngerayu orang. Jadi Kakak cuma minta bantuan itu doang Karin.''


''Kakak tega benar ya, adik semata wayangnya kakak ini di suruh ngerayu orang orang. Benar benar parah!!'' Karin mendengus kesal.

__ADS_1


Raisa pun mengambil nafas dalam dan menatap Karin yang saat ini tengah kesal padanya.


''Karin, kamu itu disuruh buat ngerayu investor bukan ngerayu bukan ngerayu buat jadi pelakor. Heran deh, punya adik kok o'on banget sih.'' Raisa membalik memarahi Karin.


''Tapikan Kakak tau sendiri kalau Karin itu sibuk dengan butik Karin, Kak. Kenapa gak Kak Felis aja.'' Karin menyarankan Felis untuk membantu Kakaknya dalam urusan kantor.


''Enak aja!!. Yang di suruh itu kamu, Karin ngapain kamu ajuin aku,'' Felis tiba tiba datang dari belakang dan membuat Karin terkejut akan kehadiran Felis.


''Hehehe..Bukan seperti itu Kak. Maksud aku itu, Kakak kan pernah itu jadi sekretaris di kantor jadi pasti Kakak sudah paham dengan urusan kantor, Kak. Lain halnya dengan aku yang sedari dulu jadi tukang jahit.'' kata Karin bicara lembut pada Felis sambil merangkulnya.


''Udah udah kalian gak usah debat lagi. Sekarang Kakak sudah putuskan bahwa Karin akan membantu Kakak dalam urusan kantor, tidak boleh membantah ataupun komen. Udah titik, ini keputusan udah bulat. Ingat udah bulat, bukan tahu bulat yang digorengnya mendadak.'' kata Raisa dengan jelas dan membuat Karin manyun karena keputusan itu tidak sesuai dengan keinginan Karin.

__ADS_1


''Nah, uang dikatakan Kak Raisa itu bener. Lagian kamu pekerjaan kamu itu nyantai, kalau ada orang yang mau pesan gaun pengantin baru kamu bikin Kan. Apalagi ada Anita yang bantu kamu, jadi meskipun kamu gak ke butik untuk beberapa hari masih ada Anita yang jaga. Gak seperti Kakak yang harus setiap hari datang ke restauran untuk membantu karyawan Kakak,'' ucap Felis menepuk bahu Karin pelan.


''Udah, gak usah terlalu dipikirin Karin. Lagian kamu kerja di kantor milik Papa bukan di kantor orang lain. Kamu juga bisa jadi Bos disana.'' Felis membisikan kata katanya pada Karin.


''Benar Karin. Lagian itukan sudah menjadi kewajiban kamu sebagai anak Papa. Udah ah gak usah di bahas lagi, Karin kamu sebagai adik yang baik harus menurut pada Kakak kakak mu jangan ngelawan.'' kata Raisa tersenyum pada Karin yang saat ini tengah cemberut.


''Kalian sebagai Kakak Kakak yang baik seharusnya tidak menindas adik kalian..Huhuhu.'' ucap Karin menangis frustasi.


''Udah ah kita berangkat dulu. Assalamu'alaikum,'' ucap Raisa dan juga Felis sambil mencubit pipi Karin untuk menggodanya.


''Waaalaikumsallam!!'' teriak Karin dalam menjawab salamnya.

__ADS_1


author


ayo dong buat readers semua jangan lupa dukungannya biar author makin semangat updatenya ☺️☺️


__ADS_2