Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
episode 114


__ADS_3

Saat mereka berdua tengah berpelukan , tiba tiba Handphone dari Raisa berdering .


''Kakak angkat telfon dulu nya,'' ucap Raisa lalu berjalan menuju ke meja nya


''Ini pasti salah satu investor lagi yang ingin menarik modal nya.'' ucap Raisa dalam hati


Raisa pun mengambil nafas dalam , lalu memberanikan diri nya untuk mengangkat telefon itu .


''Iya Hallo ,'' Raisa mengangkat telepon nya


"Saya Asisten dari Tuan muda Leon Nyonya . Dan saya ingin memberitahukan kepada Anda , bahwa kami menarik kembali pembatalan kerja sama di antara perusahaan Anda Nyonya .'' ucap Robby dari seberang sana


Raisa sangat terkejut dan dia juga sangat senang , akhir nya nasib perusahaan perusahaan mereka tidak jadi bangkrut .


''Benarkah Tuan , jadi Tuan Muda Leon menarik kembali pembatalan kerja sama di antara perusahaan kami??'' tanya Raisa memastikan bahwa yang dia dengar tidak salah


...''Benar Nyonya . Dan mungkin besok kita bisa langsung melihat lahan yang akan kita buat sebagai pembangunan hotel nya.''...


''Baik lah Tuan , saya akan menyiapkan semua berkas berkas nya dan saya juga besok akan langsung ikut memantau bersama anda Tuan.'' ucap Raisa dengan perasaan senang

__ADS_1


Karin yang melihat wajah bahagia sang Kakak menjadi penasaran tentang telefon yang dia terima .


''Siapa yang nelfon Kak??'' tanya Karin penasaran


Raisa langsung menghampiri Karin dengan tersenyum bahagia .


''Karin. Tadi yang nelfon adalah asisten dari Tuan Muda Leon , dan apa kamu tau apa yang dia katakan??''


''Jangan hilang kalau dia ingin menikahi Kakak??''


''Ngawur saja ,'' Raisa memukul jidat Karin


''Maka nya kalau ngomong itu jangan suka ngasal. Tadi dia mengatakan bahwa dia menarik pembatalan kerja sama dengan perusahaan kita Karin,'' ucap Raisa dengan bahagia


''Apah Kak?? . Jadi dia menarik pembatalan kerja sama dengan perusahaan kita , tapi kenapa bisa dia menarik pembatalan kerja sama nya Kak??''


''Kakak juga gak tau Karin , mungkin saja permintaan maaf mu tadi dia terima dan tidak jadi membatalkan kerja sama dengan perusahaan kita Karin.''


''Tidak mungkin Kak , dia bahkan mengusirku . Bukan hanya mengusir saja , dia juga menghina ku karena status janda yang saat ini tengah aku sandang.''

__ADS_1


''Dia benar benar mengatakan itu pada mu??''


''Benar Kak , tapi ya sudah lah . Lagian aku sama dia juga gak akan ketemu lagi , aku juga udah melupakan ucapan dia.'' ucap Karin dengan wajah acuh tak acuh


Raisa yang melihat wajah Karin , mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Karin . Raisa kembali mengingat masa lalu nya yang sangat jahat pada Karin .


''Maafkan Kakak Karin , jika saja waktu itu Kakak tidak menjadi benalu dalam hubungan mu . Pasti saat ini kau bahagia bersama Aiden , dan tidak akan menyandang status janda seperti saat ini,'' ucap Raisa dengan rasa bersalah


''Kak , Kakak jangan pernah menyalahkan diri Kakak . Ini semua udah takdir Karin harus berpisah dengan Kak Aiden , dan mungkin saja Kak Aiden bukan jodoh nya Karin . Jadi Kakak jangan pernah menyalahkan diri Kakak , lagian Karin juga udah melupakan semua masa lalu yang menyakitkan itu.'' Karin menghibur sang Kakak agar tidak bersedih lagi


Apa yang di katakan Karin memang benar ada nya . Dia sudah melupakan semua masa lalu yang menyakitkan bagi nya , sekarang Karin lebih fokus kepada kebahagian keluarga nya karena bagi Karin kebahagian nya saat melihat keluarga nya bahagia .


''Aku selalu berdoa untuk mu Karin , semoga kau mendapatkan lelaki yang sangat mencintai mu . Bahkan karena dia terlalu mencintai mu , dia tidak akan rela melihat mu terluka sedikit pun . Kakak selalu berdoa , agar kamu mendapat segera mendapatkan kebahagian itu Karin.'' ucap Raisa dengan tulus


''Aamiinn .Karin juga selalu berdoa untuk Kakak , semoga Kakak juga mendapatkan lelaki yang sangat mencintai Kak Raisa . Bahkan dia akan menjadikan Kakak sebagai Ratu di kerajaan hati nya,'' ucap Karin sambil tersenyum


''Tapi ngomong ngomong ,Kakak kan selama ini belum nikah . Ngapain Kakak malah Mendokan Karin biar cepet nikah , seharus nya kan Kak Raisa berdoa buat diri Kakak sendiri bukan buat orang lain.''


''Dasar kamu Karin, bodoh nya kamu itu semakin hari semakin jadi aja . Kita berdoa bukan hanya untuk diri kita sendiri Karin , kita juga harus memikirkan orang lain dan juga keluarga kita . Karena saat melihat keluarga kita bahagia , perasaan kita pun akan menjadi bahagia juga.'' ucap Raisa dengan bersikap dewasa saat menghadapi Karin

__ADS_1


__ADS_2