
Saat ini Karin telah berada di tempat pemotretan , dia masih diam berfikir tentang rencana yang akan dia lakukan pada Felis .
''Aku harus bermain cantik , agar Kak Felis tidak mencurigai ku'' ucap Karin sambil tersenyum sinis
Sedangkan di tempat lain , saat ini Felis sedang tertawa gembira karena dia pikir Karin masuk dalam perangkap nya .
''Felis , kau harus berhati hati pada Karin . Dia bukan seperti yang dulu , jika kau salah langkah . Maka kau yang bisa terjebak dalam mainan mu'' ucap Raisa memperingati Felis
''Kau ini Kak seperti tidak mengerti adik mu ini saja . Kau tau kan , aku tidak akan mudah di jebak oleh Karin . Apalagi saat melihat si bodoh itu , sudah aku pastikan bahwa dia lah yang akan hancur . Dia harus merasakan apa yang aku rasakan , dia juga harus sadar bahwa dia sedang berhadapan dengan siapa'' ucap Felis dengan percaya diri
''Kau jangan gegabah dulu Felis , kau harus memikirkan rencana mu dengan matang'' ucap Raisa masih memperingati Felis
''Sudah lah Kak . Sebentar lagi , kakak akan melihat kabar tentang Karin dan bersiap lah untuk kemenangan kita'' ucap Felis lalu meninggalkan Raisa yang diam mematung dengan wajah khawatir
Raisa menatap kepergian Felis dengan wajah khawatir , karena entah kenapa Raisa merasakan firasat yang buruk .
Malam hari pun telah tiba , saat ini Karin sudah berada di restauran private yang telah di pesan oleh Felis . Dan benar saja , tak butuh waktu lama seorang pelayan datang memberikan minum pada Karin .
__ADS_1
''Silahkan di minum Nyonya '' ucap sang pelayan pada Karin
''Terima kasih'' ucap Karin sambil tersenyum
Karin pun mengambil air minum tersebut dan berpura pura meminum nya .
Sedangkan dari cctv di tempat Karin berada , Felis tersenyum puas saat Karin meminum minuman yang telah di campurkan oleh obat perangsang .
''Bagus Karin . Minum lah minuman itu , dan setelah ini kita akan melihat video mu dengan lelaki tua yang menjijikan'' ucap Felis tersenyum bahagia
Karin yang sudah menyadari bahwa seseorang telah memantau nya pun , berpura pura tidak mengetahui tentang keberadaan cctv tersebut .
Dan Karin pun berpura pura memegang kepala nya dan merasakan pusing .
''Kenapa dengan ku , kenapa pusing sekali??'' ucap Karin dan berpura pura untuk pingsan
Di tempat nya Felis tertawa , dengan penuh kebahagian .
__ADS_1
''Yes!! . Akhir nya kau benar benar masuk ke dalam perangkap ku Karin , kini waktu nya untuk permainan yang selanjut nya'' ucap Felis dan berjalan untuk menghampiri Karin
Saat Felis masuk ke dalam ruangan dimana Karin berada , Felis tersenyum dengan berjalan ke arah Karin .
''Kasihan sekali nasib mu Karin , kau selalu mendapatkan penderitaan dalam hidup mu . Dan sekarang , kau akan merasakan rasa malu dan seluruh dunia akan tau perbuatan mu itu . Kau telah berani untuk menjebak ku , dan kini rasakan akibatnya karena kau telah berani bermain main dengan ku'' ucap Felis sambil mencengkram pipi Karin
Karin pun membuka ke dua mata nya , dan menatap ke arah Felis sambil tersenyum .
''Kau!! . Kau tidak pingsan Karin??'' ucap Felis dengan nada terkejut
''Kenapa Kak?? , Apa kau pikir aku akan terjebak dalam permainan mu hah??'' tanya Karin dan duduk di samping Felis
''Jadi kau berpura pura??'' ucap Felis kembali bertanya
''Kau benar sekali Kak , aku hanya berpura pura dan aku ingin tau rencana mu yang sebenar nya . Ternyata peringatan ku waktu itu tidak membuat mu jera Kak , jadi jangan salahkan aku jika sekarang aku tidak akan sungkan lagi pada mu'' ucap Karin lalu mengambil obat yang berada di saku baju Felis
''Hey , kembalikan pada ku . Itu milik ku Karin!!'' ucap Felis berusaha merebut kembali obat perangsang itu
__ADS_1
''Oh jadi obat ini yang kau berikan pada ku Kak . Baik lah , sekarang kau rasakan obat ini Kak'' ucap Karin lalu mencengkram pipi Felis dan memasukan obat itu pada mulut Felis