Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
bab 131


__ADS_3

"Mas, aku mau duduk dong" pinta melati pada Athar karena ia juga lelah tiduran terus. Athar yang dari tadi memang duduk di ranjang bersama melati pun menuruti permintaan istrinya.


"Athar, kamu kapan bisa masuk kantor, kerjaan papa banyak banget nih" tanya papa Adrian setelah membantu melati duduk.


"Ya nunggu istriku pulih dulu pa, masa' keadaannya masih gini mau di tinggal, lagian juga baru nggak masuk sehari pa"


"Ternyata berat banget ya tugas kantor kalo nggak ada kamu" gumam papa Adrian.


"Tuh kan, tau sendiri kan kalo nggak ada aku gimana? Udah tau gitu anak nya masih aja di marahin" ujar Athar yang masih ingat papa nya saat memarahinya beberapa waktu lalu.


" Mas.. itu kan kamu yang salah" melati menjawab


"Iya Athar, itu kan kamu yang salah, kamu kan yang bikin rugi perusahaan " tambah papa nya membuat Adrian, ambar, aurel dan melati tertawa apalagi melihat Athar yang cemberut karena terpojok.


"Eh nak Athar nggak papa kalo mau kerja, melati biar ibu aja yang jagain" kata Bu Wati tiba-tiba


"Iya nggak apa-apa mas kalo ada ibu, biar ibu aja yang jagain aku" jawab melati setuju


" Serius? Kamu nggak apa-apa aku tinggal??" Tanya Athar yang masih ragu, melati mengangguk meyakinkan suaminya.


"Iya mas, nggak apa-apa, lagian aku juga kalau di suruh pulang sama dokter bakal pulang" kata melati


"Katanya tadi nggak mau jauh dari anak-anaknya?" Tanya Athar lumayan terkejut.


"Kata ibu takut kamu bangkrut karena bayar rumah sakit" jawab melati membuat Athar bingung antara mau tertawa tapi yang bilang ibu mertuanya.


"Bukan masalah bangkrut sih yang, aku takutnya aku kewalahan kalau mesti jagain kamu disini beberapa hari apalagi kemungkinan kata dokter Sampe dua Minggu an, kamu kan juga tau aku banyak kerjaan, ini aja barusan papa Sampe ngeluh di tinggal sehari doang" jelas Athar.

__ADS_1


" Iya melati, suami kamu nggak akan bangkrut lagi kalo cuma bayar biaya rumah sakit ini, gimana kalo Bu Wati yang jagain Athar? Terus papa booking satu lantai paling atas biar kamu nggak bosen, view nya kalo di lantai paling atas bagus, biar cucu-cucu papa juga di pindahin satu lantai sama kamu, jadi enak liat anaknya "  tawar papa Adrian, sedangkan pak burhan dan Bu Wati tak mampu berkata-kata, mereka sempat lupa kalau mertua melati kaya raya luar biasa jadi urusan begini mah kecil bagi mereka.


"Gimana sayang? Nanti aku kan juga enak, pulang kerja langsung ke rumah sakit" tanya Athar.


" Iya melati, mama juga nggak mau kalau cucu-cucu mama di tinggal gitu aja, kayak anak ilang aja," tambah mama ambar di bumbui bercanda.


melati makin bingung, ia takut ibunya bawel lagi seperti tadi.


"Gimana Bu?" Tanya melati pada ibunya.


"Ee... Terserah kamu melati, ibu sih iya aja kalo jagain kamu"


"Tapi Faiz gimana? Kan sekolah ?" Tanya melati


"Nggak apa-apa melati, nanti bapak sama Faiz pulang dulu, Faiz bisa bapak titipin sama Bi Nanda " ujar pak burhan dan di angguki oleh Bu Wati.


"Yaudah kalo gitu papa mau omongin dulu ya sama pihak rumah sakit" pamit papa Adrian lalu ia keluar menghampiri pihak rumah sakit.


.


.


.


Besok pagi nya eza pun tidak bilang bahwa dia akan menjemputnya jadi aurel pun di antar oleh mang Kirun.


Sampai di sekolah aurel ngedumel sendiri karena pagi ini eza sama sekali tidak mengabarinya, ia pun masuk ke kelas nya sendirian seperti sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


Saat aurel sudah masuk entah mengapa fiola dan Nabila melihatnya lalu keduanya berbisik-bisik sambil tertawa-tawa, entah lah aurel tidak mengerti yang jelas hari ini ia sedang tidak mood meladeni orang lain, jadi ia tidak memperdulikan mereka sama sekali.


Karena memang ia datang nya kepagian jadi jam masuk masih lama, aurel pun menelungkup kan wajahnya di meja. Baru saja ia terlelap tiba-tiba gebrakan meja mengagetkan nya karena suara nya sangat keras, ternyata eza sudah ada dalam kelasnya menggebrak meja fiola yang sedang duduk disana.


" Maksud Lo apa sih gebrak-gebrak meja gue" tanya fiola yang bingung karena eza yang baru datang tapi tiba-tiba menghampiri nya dan menggebrak mejanya hingga membuatnya dan seisi kelas kaget.


"Gue yang seharusnya tanya maksud Lo sama temen Lo ini ngapain kalian ngerjain aurel nyiram dia pake air got kemarin, Lo gila ya?" Marah eza pada fiola dan Nabila.


"Heh, Lo jangan asal tuduh ya, siapa juga ngerjain aurel kayak gitu, Lo juga nggak ada bukti tapi nuduh kayak gitu" fiola marah tidak takut menghadapi eza.


"Lagian gue heran sama Lo, dulu aja Lo itu anak nya pendiem nggak suka urusin urusan orang, kenapa sekarang Lo jadi gini?? Ohh gue tau, pasti karena Lo kebanyakan main sama aurel itu ya, pasti dia kasih pengaruh yang nggak-nggak, ya nggak bil?? "


"Iya fi, selama temenan sama kita aurel juga gitu kan ? Bawa pengaruh buruk" imbuh Nabila.


Merasa namanya di bawa-bawa aurel pun melangkahkan kakinya maju menuju fiola, Nabila dan eza yang sedang berdebat, ia tidak ingin terus berlindung di belakang eza terus menerus.


"Cukup ya bil Lo ngomong kayak gitu, kalian nggak inget? Siapa yang selama ini manfaatin gue dalam pertemanan kita? Kalian berdua loh!! Selama ini kan kalian berdua selalu minta contekan sama gue? minta tolong ngerjain tugas dan banyak lagi, dan gue juga tau kok kalo kalian berdua selama ini ngomongin yang nggak-nggak tentang gue kalo kalian lagi nongkrong bareng, dan karena gue nggak pernah mau di ajak nokrong Lo sering bilang sama temen-temen Lo gue itu orang nya munafik, terus sekarang kenapa Lo puter balikin fakta gini? Habis kejedot kelapa itu otak Lo?! Gue buat pengaruh buruk apa buat kalian hah???!!" Marah aurel pada Nabila dan fiola.


" Emang bener kok Lo itu orang paling munafik ya kan bil, sok-sok an nggak pernah mau di ajak hangout sama kita, " kata fiola di angguki oleh Nabila.


"Udah stop ya fio !!  bila!!!! Lo kok malah makin jelek-jelekin aurel sih" kesal eza.


", Emang kenapa kalo gue jelek-jelekin aurel za? Ada masalah sama Lo, Lo kan bukan siapa-siapa nya dia" kesal fiola karena eza dari tadi membela aurel.


" Dia pacar gue, emang kenapa?!!! " Ujar eza membuat aurel fiola, Nabila dan semua teman-teman aurel yang lain kaget,.


"Hah pacar?? Sejak kapan? Gue nggak percaya tuh, pasti Lo di paksa aurel kan buat pura-pura jadi pacarnya biar gue takut sama Lo rel??? Sorry ya gue nggak pernah takut sama Lo atau eza sekalipun "

__ADS_1


"Oh ya??? Kalo gue tunjukin bukti nya kalo Lo dan Nabila ini yang Kemarin ngerjain aurel gimana? " Tanya eza menantang.


"Bukti??? Bukti apa?? Gue yakin nggak bakalan ada bukti, karena emang bukan kita! Ya kan bil??" Ujar fiola dan di angguki oleh Nabila karena keduanya sangat yakin bahwa tidak ada bukti sama sekali, mereka sudah main aman karena sebelumnya fiola dan Nabila sudah cek keadaan sekitar tidak ada cctv di dekat kamar mandi itu.


__ADS_2