
Karin menghampiri Papah nya dan memeluk nya erat .
''Pah , Maafkan Karin karena Karin telah menjual kalung itu'' ucap Karin meminta maaf pada Dika
Dika menatap Karin dengan tatapan terkejut atas apa yang di katakan oleh Karin tadi .
''Di jual?? , kenapa kalung itu di jual Karin??'' tanya Dika dengan terkejut
''Karin menjual nya untuk mengaji para karyawan Pah dan sisa nya untuk membayar hutang di perusahaan Papah'' ucap Karin berterus terang dan tentu saja membuat Dika terkejut , karena dia menjual kalung itu untuk membantu diri nya .
Dika pun tertunduk malu pada Karin , karena dia tidak menyangka bahwa Karin akan berkorban untuk nya . Dika juga tau , bahwa kalung itu adalah kenangan dari ibu nya dan kini Karin kehilangan kalung yang berharga itu karena diri nya .
''Maafkan Papah Karin , karena Papah kamu harus menjual kalung tersebut . Papah tau , itu adalah kalung berharga bagi kamu karena kalung itu adalah pemberian dari ibu mu'' ucap Dika merasa bersalah pada Karin
''Pah , kalung itu juga milik Papah dan jika aku menjual nya itu juga hal yang wajar'' ucap Karin menenangkan Dika
''Tapi Nak , kalung itu adalah kenang kenangan dari Ibu mu . Kau pasti sangat berat jika harus kehilangan kalung itu''
__ADS_1
''Tidak Pah , Karin tidak apa apa dan meskipun kalung itu sudah tidak ada lagi . Ibu tetap selalu berada di hati ku , aku mengenang nya di dalam hati ku Pah'' ucap Karin pada Dika sambil tersenyum
Dika pun memeluk Karin sambil menangis , dia menangis karena dia bersyukur memiliki anak seperti nya .
Setelah menenangkan Dika , Karin pun pergi kembali ke rumah Aiden . Mungkin Karin bisa meminta bantuan Aiden tentang perusahaan Papah nya .
''Aku harus meminta bantuan Aiden , mungkin dia bisa membantu ku'' ucap Karin lalu bergegas untuk pergi ke rumah Aiden
Dan setelah sampai di rumah Aiden , tanpa berfikir lama Karin pun langsung masuk ke dalam kamar Aiden .
''Kenapa kau harus berteriak Karin ?? , bukan kah kau dulu sering melihat nya'' ucap Aiden menggoda Karin
Karin pun mengambil nafas dalam dan kembali masuk ke dalam kamar Aiden .
''Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada mu'' ucap Karin tanpa menoleh ke arah Aiden
Aiden mengambil baju nya dan memakai nya , lalu Aiden menyuruh Karin untuk duduk di sofa yang berada di dalam kamar nya .
__ADS_1
''Duduk lah Karin , tidak bagus berbicara sambil berdiri'' ucap Aiden menyuruh Karin untuk duduk
Karin pun menuruti apa yang di katakan oleh Aiden dan duduk berhadapan dengan Aiden .
''Aku membutuhkan bantuan Aiden , perusahaan Papah saat ini dalam keadaan buruk dan aku berharap bahwa kau bisa membantu ku'' ucap Karin langsung tanpa berbasa basi pada Aiden
''Kenapa kau sangat terburu buru Karin . Kenapa kita berbicara tentang masa depan kita atau tentang anak mungkin . Aku tau , kau pasti sangat kehilangan waktu dulu kau keguguran dan sekarang mari kita mengulang nya lagi Karin . Dan aku yakin bahwa jika kau hamil maka itu adalah anak ku , aku akan mengakui nya'' ucap Aiden dengan mesra pada Karin
Karin merasa marah pada Aiden , karena dia datang ke sini bukan untuk membicarakan omong kosong yang di katakan oleh Aiden .
''Aku datang ke sini bukan untuk membicarakan hal yang tidak penting itu Aiden . Aku datang ke sini untuk meminta bantuan mu agar kau membantu perusahaan Papah'' ucap Karin dengan marah
''Baik lah , aku akan membantu mu asal kau bisa memuaskan ku dan menjadi wanita ku'' ucap Aiden menghampiri Karin
Karin pun berdiri dan menatap ke arah Aiden dengan tatapan tajam .
''Ada apa Tuan Clayton , kenapa kau sangat memaksa ku untuk melayani mu .Apakah kau sudah tidak laku lagi , apakah wanita di luaran sana sudah tidak mau lagi dengan mu hingga kau memaksa ku ??'' tanya Karin dengan sinis pada Aiden
__ADS_1