
Karin pun keluar dari mobilnya untuk mencari keberadaan Raisa. Saat Karin tengah asik berbicara dengan Kakaknya, tiba tiba seseorang dari luar mobil Karin mengambil dompet Karin yang dia letakkan di samping duduk pengemudi.
''Hay Kakak, aku disini!!'' teriak Karin sambil melambaikan tangannya
Dan saat Karin melihat ke arah dalam mobil, dia melihat seorang pencuri yang saat ini tengah memegang dompetnya. Karena sudah ketahuan, sang pencuri pun langsung berlari sambil membawa dompet Karin.
''Hey pencuri!!'' teriak Karin lalu mengejar pencuri itu
Raisa yang melihat Karin mengejar pencuri itupun merasa terkejut.
''Karin!!'' teriak Raisa saat pencuri itu berlari dengan cepat melewati Raisa
Karin mengejarnya dengan sekuat tenaga dan saat dia berada tepat di depan kakaknya, Karin memberikan hpnya untuk dia pegang karena Karin akan mengejar pencuri itu sampai dapat.
''Kakak tunggu didalam mobil.'' ucap Karin sambil memberikan hp nya.
Raisa masih bengong dan tak segera merespon ucapan Karin. Setelah kesadarannya kembali, Raisa pun langsung menghubungi polisi untuk meminta bantuan.
__ADS_1
Sedangkan Karin, dia masih mengejar si pencuri itu. Sejak SMA sebenarnya Karin pernah ikut lomba lari dan dia mendapatkan juara satu, oleh sebab itu kemampuan lari Karin sangat bagus.
''Hey, dasar pencuri kembalikan dompet ku.'' teriak Karin sambil terus mengejar pencuri itu
Karin pun mengambil salah satu sepatunya untuk melempar si pencuri itu dan membuatnya jatuh . Dengan cepat Karin melemparkan sepatunya, tapi si pencuri itu sudah mengetahui bahwa Karin akan melemparkan sepatunya dan saat sepatu itu meluncur. Si pencuri itu langsung menundukkan kepala nya.
Sedangkan tak jauh dari sana, seorang lelaki tengah menatap ke arah depan sambil melihat sepatu terbang yang mulai mendekatinya.
''BBUUKK.'' sepatu itu tepat mengenai wajah si lelaki yang tak lain adalah Leon.
Tapi tanpa Leon duga, dia malah melihat sepatu terbang dan tepat mengenai wajahnya.
''Sial, siapa yang berani melempar sepatu padaku??!!'' teriak Leon dengan wajah marah
Karena sepatu itu tidak mengenai si pencuri, dengan cepat si pencuri itu kembali berlari. Karin yang tidak sengaja melempar sepatunya dan mengenai Leon. Langsung meminta maaf karena dia benar benar tidak sengaja.
''Maafkan saya Tuan, saya benar benar tidak sengaja. Dan saya harus segera pergi, dompet saya di jambret oleh pencuri.'' ucap Karin dengan tergesa gesa tanpa menyadari bahwa dia saat ini tengah berbicara dengan Leon
__ADS_1
Leon pun menatap Karin yang berlari mengejar si pencuri. Leon yang merasa tidak enak karena harus melihat seorang wanita mengejar pencuri sendirian, langsung menyusul Karin dan ikut mengejar si pencuri.
''Sial, kenapa aku harus merasa kasihan pada wanita itu.'' ucap Leon sambil berlari
Dan saat si pencuri itu merasa kelelahan, dia pun berhenti dan membuka isi dompet dari milik Karin. Dan saat dia mengeledah dompet Karin dia tidak menemukan barang berharga sepeser pun. Dia hanya menemukan kartu identitas milik Karin.
''Hey kau!!. Cepat serahkan dompetku!!'' teriak Karin saat melihat si pencuri itu membuka isi dompetnya
''Kau sangat sayang pada dompet mu yang tidak memiliki uang satu rupiah pun ini,'' ledek si pencuri lalu menginjak dompet milik Karin
''Hey, kau jangan menghina barang milikku. Meskipun bagimu itu tidak berguna, tapi itu sangat berguna bagiku. Sekarang cepat kembalikan dompet ku!!'' teriak Karin
Karena merasa jengkel dengan sikap Karin yang membentak dirinya, si pencuri itu lalu mengambil kayu dan ingin memukul Karin .
Karin menutup matanya saat si pencuri itu ingin memukulnya. Tapi belum sempat si pencuri itu memukul Karin, Leon datang dan menendang tangan si pencuri hingga kayunya jatuhnya.
''Jika kau masih sayang pada anggota badan mu, aku harap kau segera pergi dan tidak menyusahkan ku dengan mengotori tangan ku dengan darah mu.'' ucap Leon dengan nada dingin
__ADS_1