
Leon menatap jengah kearah Karin yang tersenyum padanya.
''Benar benar wanita tidak waras!!'' kata Leon menatap sinis kearah Karin.
Leon pun kembali berjalan mendahului Karin, Leon benar benar merasa risih dengan wanita tipe seperti Karin. Karena menurut dia, wanita yang suka tersenyum pada orang lain dan apalagi juga ramah adalah tipe wanita yang murahan.
Leon suka wanita yang tampak anggun dengan wajah yang cantik, putih dan tentu saja wanita yang berkelas. Itulah wanita yang Leon sukai, sedangkan pada Karin adalah kebalikan dari apa yang Leon sukai.
''Ih, dasar cowok gak jelas. Dia yang tanya dia juga yang marah, dasar Singa jantan gak jelas. Lagian kenapa sih singa kayak gitu dibiarin berkeliaran diluar seharusnya kan dia berada di kebun binatang atau di hutan noh.'' ucap Karin dengan nada sewot saat dia mengatakan tentang Leon yang sangat menyebalkan.
Dengan malas Karin pun berjalan mengejar Leon yang sudah berada jauh di depan. Setelah lebih dari setengah jam Leon melihat lihat bagaimana proses pembangunan hotel tersebut. Akhirnya Leon pun menyudahi kegiatannya untuk memantau bagaimana perkembangan pembangunan hotel ini.
''Tuan, Sebentar lagi ada meeting dengan klien yang berasal dari Singapura.'' kata Robby mengingatkan Leon bahwa saat ini dia akan ada rapat dengan Klien dari luar negeri.
__ADS_1
Leon pun melihat jam tangannya, dan benar saja hari sudah semakin siang. Dan Leon pun menatap kearah Karin yang saat ini menundukkan kepalanya sambil memainkan kakinya di tanah.
''Hey!!'' panggil Leon pada Karin yang saat ini tengah tidak memperhatikan Leon.
''Ada apa??'' tanya Karin terperanjat karena terkejut dengan suara Leon yang memanggilnya dengan kata Hey.
''Kita akhiri pemantauan pembangunan hotel ini sekarang juga. Aku ada meeting dengan klienku dan sekarang pergi lah karena aku tidak ingin berlama lama dengan kamu.'' kata Leon mengusir Karin yang saat ini tengah berada di depannya.
Karin pun menatap kesal pada Leon yang berani beraninya mengatakan bahwa dia tidak ingin berada lama lama dengannya.
Leon yang mendapatkan tatapan kesal dari Karin, langsung menatap tajam kearah Karin.
''Kenapa kau menatapku seperti itu??. Jangan bilang kalau dalam hati mu saat ini kau sedang mengumpat ku.'' kata Leon sambil menyipitkan matanya.
__ADS_1
Karin langsung tertawa saat Leon bisa menebak isi pikirannya. Dia tidak menyangka bahwa Leon ternyata bisa membaca isi hatinya.
''Ah, mana mungkin Tuan. Saya tidak berani untuk mengumpat anda dalam hati saya, saya hanya merasa kepanasan makanya Tuan melihat saya seperti menatap Tuan dengan perasaan kesal.'' kata Karin berbohong pada Leon sambil tersenyum yang dia paksakan.
''Ya Allah maafkan Karin karena telah berbohong. Tapi untuk saat ini Karin benar benar harus pura pura baik dengan si singa jantan ini. Ini semua demi kebaikan Karin dan juga keluarga Karin, maafkan Karin yang membual ini.'' kata Karin dalam hati.
Leon menunjuk Karin dengan wajah dinginnya.
''Awas saja jika sampai kamu berani mengumpat aku di dalam hati ataupun kamu berbicara langsung. Aku akan benar benar akan membuat perusahaan keluarga mu hancur!!'' ancam Leon pada Karin dengan wajah dinginnya.
''Tidak Tuan, mana berani saya.'' jawab Karin dengan suara pelan.
Setelah mengatakan itu semua, Leon pun berjalan meninggalkan Karin. Tapi baru saja Leon melangkahkan kakinya, tiba tiba Karin melihat sebuah semen yang jatuh dari atas gedung.
__ADS_1
''Tuan!!'' teriak Karin sambil menarik tubuh Leon agar tidak terkena semen yang jatuh dari atas itu.
''BBUUKKK'' Leon dan juga Karin jatuh di tanah dengan Leon yang berada di atas Karin.