Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
episode 118


__ADS_3

Leon pun masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan marah. Robby yang melihat ekspresi Tuannya menjadi sedikit terkejut karena Leon datang dengan wajah marah.


''Tuan, Anda dari mana saja??. Saya mencari Anda sedari tadi.'' ucap Robby pada Leon


''Semua ini karena mu Robby!!. Jika saja barang mu itu tidak tertinggal pasti aku tidak akan bertemu dengan wanita sialan itu. Lain kali, jika sampai barang mu tertinggal lagi. Maka bukan hanya barang mu saja aku tinggalkan tapi kau juga, Robby!!'' bentak Leon meluapkan semua emosinya padanya


''Maafkan saya Tuan, lain kali saya tidak akan mengulangi kesalahan ini.'' ucap Robby menundukkan kepalanya


Robby hanya meninggalkan Leon sebentar, dan saat Robby kembali. Dia tidak menemukan Leon di dalam mobil, Robby pun mencari keberadaan Leon di dekat area tersebut tapi Robby tidak menemukan Leon.


Dan setelah beberapa saat, Leon pun kembali dengan wajah kesal dan melampiaskan semua kekesalannya pada Robby.


''Sekarang kita kembali ke kantor dan panggil Louis untuk segera ke kantor ku.'' ucap Leon dengan nada dingin sambil memegang dahi juga hidung nya yang memar


Sambil mengendarai mobilnya, Robby menatap wajah memar Leon di kaca mobilnya. Louis adalah dokter pribadi di keluarga Leon dan dia juga salah satu sahabat Leon yang begitu akrab dengan Leon.

__ADS_1


''Baik Tuan. Maaf Tuan, jika boleh saya tau. Kenapa dengan wajah anda Tuan??'' tanya Robby


''Ini semua adalah ulah dari wanita pembawa sial itu, sepatu buntutnya itu berani sekali menyentuh wajah ku hingga membuatnya memar seperti ini. Lihat saja, jika sampai aku bertemu lagi dengan dia. Aku tidak akan memaafkannya untuk tidak membalas semua perbuatannya pada ku.'' ucap Leon berapi api saat bercerita tentang Karin


Robby yang mendengar suara nada marah dari Leon memahami bahwa wanita yang di maksud pasti Karin.


Sedangkan di tempat lain saat ini Karin menghampiri Raisa yang berada di dekat mobilnya.


''Karin!!. Kamu gak papa kan??, ada yang luka atau kamu cedera??. Cepat kasih tau sama Kakak Karin??,'' ucap Raisa dengan nada panik


''Ada apa Karin??,'' tanya Raisa menyentuh wajah Karin yang saat ini tengah menangis


''Kau jangan membuat ku khawatir Karin, cepat katakan apa yang terjadi??. Apakah pencuri itu menyakiti kamu atau-'' Raisa menutup mulutnya terkejut saat dia berfikir bahwa si pencuri itu telah memperkosa Karin


''Jangan katakan kalau pencuri itu sudah memperkosa kamu Karin??'' ucap Raisa dengan spontan

__ADS_1


Karin yang mendengar penuturan Kakaknya menjadi kesal dan memukul lengan Raisa dengan sedikit keras.


''Kakak!!'' ucap Karin sambil memukul lengan Raisa


''Aww sakit Karin,'' ringis Raisa sambil memegang lengannya


''Kakak kalau ngomong yang bener aja!!. Masak iya aku di perkosa cuma bentar, lagian pakaian ku masih rapi kan. Mana ada aku di perkosa,'' ucap Karin dengan sewot


''Lagian sih kamu gak bicara, gak ngasih penjelasan juga sama Kakak. Kakak kan jadinya mikir ke situ, tapi kamu gak papa kan Karin??'' Raisa melihat sekujur tubuh Karin yang memang tidak ada bekas apapun


''Aku baik baik saja Kak, hanya saja lelaki angkuh itu kembali menghina ku. Dia bilang bahwa aku wanita pembawa sial, dia udah nyesel nolongin aku karena isi dompet aku hanya berisi kartu identitas ku dan dia juga menghina sepatu yang buntut,'' ucap Karin bercerita sambil menangis


''Bahkan dia juga bilang tidak ingin bertemu dengan ku lagi. Emangnya aku mau apa ketemu lagi ma dia, ogah!!''


''Yang kamu maksud itu siapa Karin??. Jangan katakan kalau lelaki itu adalah Leon??'' Raisa menatap dalam mata Karin

__ADS_1


''Kau benar Kak, lelaki itu adalah singa!!. Dan sesuai namanya dia sangat galak melebih dari singa!!. Lihat saja, jika sampai aku bertemu lagi dengannya. Aku tidak akan sungkan lagi untuk menghina dia!!'' ucap Karin dengan wajah marah


__ADS_2