
Pagi hari pun kembali menyapa , saat ini Karin tengah menatap diri nya di sebuah cermin .
''Apa yang harus aku lakukan agar bisa membujuk dia?? . Di lihat dari wajah nya , dia pasti lelaki yang kejam dan tanpa ampun, akkhh!!'' ucap Karin merasa frustasi
Karin berjalan mondar mandir memikirkan rencana yang akan dia lakukan untuk membujuk Leon .
''Bodoh Karin ,kau sangat bodoh !! . Kau bahkan memberikan dia nama Mahmudi atau Jamal , dia pasti sangat sakit hati atas pengejekan mu itu Karin . Lihat , sekarang kau menjadi seperti orang gila gara gara memikirkan lelaki itu . Ya Allah ,berikan lah aku jalan untuk menghadapi lelaki itu.'' ucap Karin dengan panik nya , Karin pun mengambil nafas dalam .
Tekad dia sudah bulat untuk menemui lelaki itu , dan bagaimana pun cara nya dia harus bisa membujuk nya agar tidak menghancurkan perusahaan Papa nya .
Sedangkan di tempat lain , saat ini Leon tengah tersenyum saat mengetahui identitas dan juga status Karin .
''Ternyata hanya seorang janda , dan dia berani menantang ku . Hebat , sungguh hebat . Kita lihat sampai dimana keberanian mu Karin , saat kau mengetahui identitas ku dan aku yakin sekarang kau pasti sedang panik , memikirkan cara untuk meminta maaf pada ku.'' ucap Leon dengan tatapan dingin
Dan benar saja apa yang di katakan oleh Leon , saat ini Karin sudah berada di gedung perusahaan milik Leon . Karin yang menatap tinggi nya bangunan itu , menambah kan ketakutan nya pada Leon .
__ADS_1
''Apakah ini benar benar perusahaan nya?? . Habis lah kau Karin , kau benar benar berada dalam masalah besar,'' Karin menenangkan detak jantung nya yang berdetak sangat kencang .
''Baik lah , tenangkan diri mu Karin . Kau pasti bisa menghadapi lelaki itu , tapi dia sangat menakutkan sesuai dengan nama nya Leon . Dia singa , dan singa sangat menakutkan.'' ucap Karin kembali menciut saat mengingat nama Leon .
Tapi Karin sudah memikirkan nya dengan matang , apalagi dia sudah berada di perusahaan Leon . Jika dia ingin mundur sudah percuma , saat nya dia mengatasi masalah yang telah dia buat .
Karin pun berjalan untuk bertanya pada sang resepsionis tentang keberadan Leon .
''Maaf mbak , Apa Tuan Leon ada di perusahaan??'' tanya Karin
''Em nama saya Karin mbak . Saya belum membuat janji mbak , tapi ini sangat penting . Saya harus bertemu dengan Tuan Leon , ini menyangkut perusahan Papa saya Mbak . Saya mohon mbak , ijinkan saya untuk bertemu dengan Tuan Leon.'' Karin memohon
''Maaf Nona . Saya tidak bisa mengijinkan anda untuk menemui Tuan , Karena Nona belum membuat janji sebelum nya.'' ucap Sang resepsionis
''Tapi ini sangat penting mbak . Jika saya tidak bertemu dengan nya , bagaimana nabis perusahaan Papa saya ??'' ucap Karin sedikit emosi
__ADS_1
Dia tidak bisa menunggu lagi , Karin pun langsung berlari ke dalam dan masuk ke dalam lift .
''Hey !! . Satpam cepat cegah dia!!'' teriak sang resepsionis , tapi sudah telat kini Karin sudah menaiki lift dan dia malah menaiki lift khusus Presdir .
''Selamat . Akhir nya aku bisa masuk juga di dalam lift.'' ucap Karin bernafas lega , karena itu adalah lift khusus Presdir maka itu akan langsung tertuju ke lantai paling atas .
Saat keluar dari lift , Karin melihat lorong panjang yang sangat sepi . Karin terus berjalan , dan dia tiba di sebuah ruangan sangat besar.
Karin membuka pintu ruangan tersebut , sambil mengintip . Apakah di dalam ruangan ini ada orang nya atau tidak . Dan betapa terkejut nya dia saat melihat sebuah kaki dengan pakai rapi berada di depan mata nya .
Dan yang berada di tepat di depan mata Karin adalah sebuah benda pusaka yang tertutupi oleh celana .
''Apa yang kau lakukan di sini??'' tanya Leon dengan nada dingin
Sedangkan Karin , masih diam terpaku dengan posisi wajah berada di depan milik Leon .
__ADS_1
''Apakah kau tidak lelah berjongkok seperti itu sambil menatap milik ku??'' tanya kembali Leon dengan nada tinggi j