
Saat ini Karin pun berada di atas gedung dan dia melihat para pekerja yang memang kesusahan mengangkat semen semen yang cukup banyak itu.
''Nyonya, maafkan kami karena telah menjatuhkan semen tadi. Kami semua benar benar tidak sengaja Nona, tolong maafkan atas kelalaian kami semua.'' kata si pekerja langsung meminta maaf kepada Karin karena dia telah membuat semen nya jatuh.
Karin pun merasa kasihan kepada para pekerja di sini yang tidak memiliki alat bantu untuk mengangkat beban yang berat itu.
''Tidak apa apa, kami lah sebenarnya yang bersalah karena telah membiarkan kalian semua mengangkat semua beban berat ini tanpa alat bantu. Setelah ini Perusahaan kami akan memberikan alat bantu buat kalian agar kalian bisa melakukan pekerjaan kalian dengan mudah.'' jawab Karin dengan tersenyum kearah mereka semua.
Semua pekerja pun tampak terkejut saat melihat bagaimana sikap Karin dan mereka semua sangat senang saat mendengar bahwa Karin akan memberikan alat bantu untuk meringankan pekerjaan mereka semu.
''Terima kasih banyak, Nyonya.'' jawab semua karyawan serentak dengan tersenyum bahagia kearah Karin yang saat ini berada di depannya.
''Sama sama, sekarang kalian semua kembalilah bekerja dan ingat lakukan dengan hati hati dan selalu jaga keselamatan kalian semua.'' kata Karin tidak lupa untuk mengingatkan para pekerjanya untuk melakukan pekerjaannya dengan hati hati.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan urusannya, kini Karin pun kembali menemui Leon yang saat ini menunggunya di area parkiran.
''Bagaimana, apakah kamu sudah menyelesaikan semuanya??'' tanya Leon dengan tatapan dinginnya.
''Sudah, Tuan. Dan semuanya juga sudah beres.'' jawab Karin dengan yakin.
Saat ini Leon dengan bingung ingin meminta maaf kepada Karin karena dia tadi sudah berkata kasar kepada Karin.
Karin juga Robby kini menatap kearah Leon yang meminta maaf kepada Karin karena baru kali ini dia mendengar bahwa Leon meminta maaf kepada orang lain.
''Tuan??'' gumam Robby dengan ekspresi wajah terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Leon.
Karin pun langsung menjawab permintaan maaf Leon dengan wajah terkejutnya karena Karin pikir lelaki angkuh seperti Leon tidak akan pernah merasa rasa bersalah apalagi harus meminta maaf kepada orang lain.
__ADS_1
''Ah, iya Tuan. Tidak apa apa kok, saya sudah memaafkan Tuan.'' jawab Karin dengan tersenyum canggung kepada Leon.
''Baiklah, sekarang kita kembali ke perusahaan saja.'' ucap Leon dengan meminta untuk kembali ke perusahaan.
Karin dan juga Robby pun mengikuti perintah dari Leon dan mereka semua kembali ke perusahaannya.
Malam hari pun kembali menyapa, saat ini Leon tengah berada di balkon kamarnya sambil menatap indahnya malam dengan di taburi bintang bintang kecil di atas langit.
''Ada apa denganku, kenapa dari tadi aku selalu memikirkan Karin??. Setiap aku memejamkan mataku, bayangan wajah dan senyuman Karin selalu terngiang di dalam benakku. Ini tidak benar,'' gumam Leon dengan perasaan gelisah saat dia terus memikirkan Karin dan tidak tau kenapa dia terus memikirkan Karin.
Saat ini Leon pun memegang dadanya yang berdebar cukup kencang saat dia mengingat bagaimana kejadian tadi, saat dia berada di dalam jarak yang cukup dengan Karin.
''Tidak mungkin kan bahwa aku mulai tertarik dengan Karin??. Tidak, ini pasti salah. Aku tidak mungkin secepat ini tertarik dengan seorang janda seperti Karin, iya ini pasti salah.'' kata Leon berusaha untuk meyakinkan hatinya bahwa apa yang dia rasakan salah.
__ADS_1