
Karin pun langsung mendatangi tempat di mana Felis berada , dengan bantuan Aiden . Karin pun bisa dengan cepat sampai di tempat tujuan nya . Karin sangat terkejut saat melihat Felis dengan keadaan yang sangat memprihatinkan .
Baju yang lusuh , tubuh yang tidak terawat dan badan nya pun terlihat tampak kurus . Felis telah melalui banyak penderitaan di desa ini , dari yang susah mencari air hingga dia harus bekerja di kebun milik orang untuk dia membeli makanan .
''Kak Felis'' panggil Karin
Felis pun melihat ke arah sumber suara , dia tidak menyangka bahwa Karin akan datang menemui nya . Felis pun tersenyum sinis lalu menghampiri Karin .
''Ada apa Karin , apa kau ingin tertawa sekarang karena melihat keadaan ku yang sekarang. Apa kau bahagia Hah, tujuan mu telah tercapai Karin untuk membuat aku menderita'' ucap Felis dengan nada sinis pada Karin
''Maafkan aku Kak . Tidak seharus nya aku melakukan semua ini pada mu Kak , aku minta maaf telah membuat mu menderita seperti ini hiks hiks'' tangis Karin sambil mencium tangan Felis
''Hentikan sandiwara mu Karin , aku tau kau saat ini pasti di dalam hati mu sangat puas saat melihat aku seperti ini'' ucap Felis menghempaskan tangan Karin
__ADS_1
''Cukup Felis , hentikan semua ini . Karin sudah melewati begitu banyak penderitaan semenjak dia masih kecil , seharus dengan semua yang terjadi pada mu saat ini bisa membuat mu sadar . Dan kami datang ke sini untuk menjemput mu , Mamah mu sedang sakit dan dia ingin bertemu dengan mu'' ucap Aiden sambil merangkul Karin
Felis sangat terkejut saat mendengar ucapan Aiden .
''Apah!! , Mamah sakit?? . Mamah sakit apa , cepat katakan pada ku??''
''Dia mengidap penyakit leukimia dan keadaan nya pun sudah sangat parah . Jadi dia meminta kami untuk menjemput mu'' ucap Aiden
Tanpa berfikir panjang lagi , akhir nya Felis pun bersiap dan ikut dengan mereka berdua untuk kembali ke kota .
Semua orang saat ini telah berkumpul , Raisa dan juga Felis menangis di samping Sarah yang sedang menahan rasa sakit .
''Hentikan lah Nak , jangan menangis terus . Sebentar lagi Mamah tidak akan merasakan sakit lagi , Mamah hanya ingin melihat untuk yang terakhir kali nya . Kalian bertiga menjadi anak anak Mamah yang akur tanpa ada perselisihan . Mamah ingin kalian bertiga sebagai putri Mamah menjadi saudara yang saling melindungi , tidak saling menyakiti . Raisa , Felis mungkin selama ini pengajaran Mamah terhadap kalian salah dan Sekarang Mamah ingin menebus kesalahan Mamah . Karin sama sekali tidak bersalah Nak , Mamah lah yang telah bersalah membuat keluarga kita hancur . Ego Mamah yang tinggi membuat keluarga kita hancur , Mamah mohon untuk yang terakhir kali nya ,'' ucap Sarah dengan suara lemah
__ADS_1
''Mamah ingin melihat kalian bertiga menjadi saudara yang sesungguh nya'' ucap Sarah sambil melihat ke arah Karin
Karin pun berjalan menatap ke arah Raisa dan juga Felis .
''Kak Felis , aku benar benar meminta maaf pada mu Kak . Karena kebencian ku kau harus mendapat penderitaan seorang diri dan menjalani hidup yang susah ,'' ucap Karin pada Felis . Karin pun menatap ke arah Raisa
''Kak Raisa , aku juga minta maaf pada mu karena aku kamu tidak memiliki kasih sayang dari Papah . Kalian memang pantas membenci ku karena aku memang hanya belenggu dalam keluarga kecil kalian hiks,'' ucap Karin sambil menangis
''Kak Felis , kau akan kembali ke rumah dan menjalani kehidupan mu seperti dulu dan untuk mu Kak Raisa . Aku akan mencabut tuntunan nya , agar kau bisa terbebas Kak . Aku juga akan pergi dari kehidupan kalian , aku berjanji tidak akan pernah muncul di hadapan kalian . Dan meskipun suatu hari nanti kita bertemu , kalian tenang saja aku akan menganggap bahwa kita tidak pernah kenal , tapi aku akan tetap menganggap kalian sebagai keluarga ku
. Mungkin dengan cara seperti ini aku bisa menebus kesalahan ku pada kalian , maafkan aku'' ucap Karin lalu memundurkan langkah nya
Felis dan juga Raisa menggenggam tangan Karin secara bersamaan .
__ADS_1
''Bagaimana bisa kau masih berbuat baik kepada kami Karin , setelah apa yang telah kami perbuat pada mu'' ucap Raisa menatap Karin