Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
bab 141


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian...


Kini aurel fokus pada skripsi nya karena ia ingin segera pulang ke Indonesia di samping rindu berkumpul dengan keluarganya yang super ramai di tambah dua keponakan kembarnya ia juga sangat merindukan pacar tersayang nya eza kala mengingat keluarga nya membuat aurel selalu ingin segera menyelesaikan kuliahnya di Amerika ini.


"Iya ma, tenang aja aku pasti luangin waktu istirahat" jawab aurel sambil mengoleskan selai di roti nya.


" Serius loh ya, jangan belajar terus kamu itu keliatan makin kurus ihh" ujar mama nya


" Kurus apa sih, ini tuh cantik tau"


"Cantik apa orang kurus begitu, pipi kamu dulu itu gembul, kenapa sekarang gini??" Tanya mama nya


"Ihh kurus gimana sih ma, ya nggak lah, biasa aja ini" jawab aurel malas karena mama nya sudah berulang kali mengatakan hal tersebut.


" Ya mama takut aja kamu kurang makan disana karena sibuk terus "


"Nggak kok, aku bisa bagi waktu tenang aja" jawab aurel tiba-tiba di belakang mama nya ada dua anak laki-laki berusia hampir 4 tahunan menghampiri mama nya dengan berteriak-teriak karena melihat oma nya melakukan panggilan video dengan Tante nya.


"Waahh aunty aurel???" Heboh refal berada di depan layar menutupi wajah mama nya.


"Wahhh ini keponakan-keponakan Tante yang paling ganteng kok belum tidur??? " Tanya aurel tak kalah heboh


"Masih jam 8 juga Tan, kita lagi nunggu mama sama papa pulang ya kan mas refal.." Jawab rayyan sang adik dan di angguki oleh refal.


"Emang mama papa kalian ke mana? malam-malam gini masa' anak-anaknya ditinggal sih?" Tanya aurel memancing.


"Nggak tahu tadi katanya ada urusan, eh emang mama papa kemana Oma?" Tanya refal pada Oma nya.


"Mereka lagi ada undangan makan malem sama kliennya opah sayang,.. " jawab Ambar sabar, kedua nya pun kompak mengangguk.


"Iya itu aunty.. mama sama papa lagi makan-makan" tambah rayyan.


" Ihhh kasian banget deh nggak di ajak ya kalian???" Goda aurel


" Kan cuma makan-makan aunty, nggak liburan kemana-mana ya kan Oma??" Refal mulai cemberut. Ambar pun mengangguk tidak mau cucu-cucu nya bersedih.


" Udah-udah, kamu itu jangan mulai deh rel, ini mama papa nya lagi keluar ntar nangis mama juga yang repot " Ambar memarahi putrinya yang sedang tertawa.


" Hehehe, iya-iya maaf, yaudah ya ma aku mau siap-siap ke kampus habis ini jam 10 ada kelas " pamit aurel


"Iya udah gih, sana siap-siap "


"Bye-bye anak-anak ganteng???" aurel melambaikan tangannya rayyan dan refal pun mengikuti gerakan aurel yakni melambaikan tangan pada aurel.


Setelah panggilan tertutup ternyata kini nomor eza memanggilnya.


"halo sayang...kok dari tadi aku telfonin kamu lagi ada di panggilan lain sih? Telfonan sama siapa rel??" Panggil eza di seberang telepon.


" Lagi telfonan sama mama barusan, dari tadi kamu yang telfon aku??" tanya Aurel.


" ohhh mama, iya lumayan dari tadi si sayang" jawab eza aurel pun hanya mengangguk sambil memakan roti selai di tangannya.


"Lagi sarapan?" Tanya eza kembali aurel menjawab dengan anggukan.


" Hari ini kegiatannya apa aja?"


"Kayak biasanya za, ke kampus ngerjain tugas nyicil skripsi "


" Yaudah semangat ya sayang.." ujar eza aurel mengangguk tersenyum.

__ADS_1


" Kalo kamu kegiatan nya hari ini ngapain?" Tanya balik aurel.


" Aku hari ini kuliah dari pagi Sampe siang terus pulang makan siang bentar terus langsung ke kantor papa, kayak biasa nya bantu-bantu papa " jelas eza.


" Hmm,.."


" Kok sedih gitu sih mukanya?" Tanya eza melihat wajah sedih aurel di layar.


"Aku kangen banget..." Ujar aurel cemberut


"Kangen siapa?"


"Kamulah,.. semuanya yang disana " aurel mulai meneteskan air mata, tadi memang di depan mamanya ia pura-pura tegar agar mama nya tidak terlalu mengkhawatirkan nya yang sebenarnya juga bisa rindu dan terkadang lelah.


"Ko nangis sih sayang??.... Mau di susulin kesana??" Tanya eza tiba-tiba, aurel pun menggeleng, tidak mungkin eza kesini kalau urusannya dan kuliahnya juga masih belum selesai, eza pun demikian kini ia fokus menyelesaikan kuliahnya yang tinggal beberapa bulan lagi karena memang dengan kepintaran yang di miliki eza tidak akan heran sama sekali kalau ia bisa menyelesaikan kuliahnya cumlaude dengan sangat mudah.


Berbeda dengan aurel ya meskipun ia pintar dan cerdas ia juga kadang punya sifat gampang menyerah dan lelah, ya manusiawi memang tapi berkat dukungan yang selalu eza berikan membuat tekad aurel membara menyelesaikan pendidikannya dengan cepat.


"Kalo kamu nyusulin kesini urusan kamu gimana ?"


" Gampang kok, yang penting kamu dulu sayang, aku nggak mau kamu makin stress ngelakuin semuanya sendirian disana" jawaban eza membuat aurel terenyuh, memang eza adalah laki-laki yang tulus dan sangat-sangat mencintai nya.


Akhirnya aurel pun tersenyum kembali sembari mengusap semua sisa Air mata nya.


" Nggak usah za, i'am okay, aku bakalan semangat, makasih ya sayang"


"Gitu dong, kalo senyum nya semanis ini bidadari turun dari genteng pun kalah" goda eza aurel pun tersenyum malu-malu.


"Ihh bisa aja deh, yaudah ya za, aku mau siap-siap, ini udah mau mepet jam nya" pamit aurel eza pun mengangguk akhirnya keduanya pun mengakhiri panggilan mereka.


Setelah selesai sarapan aurel pun berangkat menuju kampusnya, di kampus aurel punya dua teman perempuan bernama Julia dan Jessica. Ketiga nya merupakan teman sekelas. aurel sangat nyaman berteman dengan mereka karena mereka sangat menghargai jika aurel tidak mau ikut ke club atau hal-hal kecil lainnya.


"Good morning rel" kedua nya kemudian saling berpelukan dan cipika cipiki.


" Julia mana?" Tanya aurel


"Seperti nya sudah di kelas, yuk kita hampiri" ajak Jessica, aurel pun mengangguk mereka pun kemudian berjalan bersamaan menuju kelas.


"Hai.. " Julia melambaikan tangannya memanggil Jessica dan aurel. Kedua nya pun menghampiri bangku Jessica, mereka pun bersenda gurau mengobrol hal-hal kecil dan menarik.


" Guys-guys.. aku kemarin kenalan dengan cowok, wajahnya tampan badannya bagus, macho duh... Pokok nya idaman banget, dan kalau di tebak pasti dia sangat hebat di ranjang " cerita Julia sambil membayangkan kembali pria yang ia temui semalam di club.


" wahh siapa? Kamu nih cepet banget sih kalo dapetin cowok-cowok tampan, kenapa aku malah susah banget dapet gebetan" cemberut Jessica.


" Makanya jangan ketularan aurel kamu diem aja di rumah, iya aurel udah ada pacar di indo" jawab Julia sambil menertawakan Jessica.


" Loh kok ketularan aku sih??" Tanya aurel agak bingung


" Iya ... Sejak kita kenal dia jadi rajin belajar terus kalo di ajak pergi dugem ke club nggak pernah mau sekarang alasan nya biar bisa pinter kayak kamu hahaha" Julia menjelaskan sambil meledek Jessica yang sudah cemberut dengan muka di tekuk.


" Kan emang gitu, ya kan rein??"


"Hmm.. iya.. emang gitu kok" jawab aurel


"Hahaha, kalo aurel kan otak nya udah encer dari sana nya.." tambah Julia


"Berarti aku bodoh ya.." pertanyaan Jessica membuat aurel dan Julia tertawa. Di tengah mereka bergurau tidak lama dosen pun datang mereka pun kembali ke tempat duduk masing-masing dan mulai memperhatikan dosen menjelaskan pelajaran.


.

__ADS_1


" Mau ngapain lagi sih kamu kesini Oliv? Kamu nggak bosen apa denger jawaban aku kalo aku udah nggak mau lagi balikan sama kamu," ujar Chandra saat melihat Olivia mantan istri nya masuk ke ruangan kantor nya lagi seperti hari-hari sebelumnya.


"Aku kesini mau ajak kamu balikan Pi, aku kasian sama Vanessa dia pasti nggak tersiksa dari dulu kita cerai kamu juga pikirin dia dong, jangan egois kamu" jawab Oliv yang masih rutin menghampiri Chandra dan tak bosannya mengajak mantan suaminya itu rujuk kembali.


"Egois gimana? Bukannya ini keinginan kamu dari dulu?? Kamu kan yang udah main belakang selingkuhin aku, jangan bicara seolah-olah semua salah aku dong Liv, kamu juga perlu introspeksi diri, kalau kamu kasian sama Vanessa seharusnya kamu sayangin dia setulus mungkin, meskipun kita gagal membina rumah tangga se enggak nya kita masih bisa berusaha jadi orang tua terbaik untuk Vanessa" ujar Chandra panjang lebar menyadarkan Olivia.


"Nggak Pi, aku masih nggak rela kalau kita pisah, aku tuh masih sayang sama kamu Pi, untuk masalah dulu itu emang kesalahan aku dan kekhilafan aku, aku minta maaf Pi, aku janji nggak akan ulangin lagi, ayolah pi aku mohon" tangis Olivia berharap Chandra bisa luluh dengan air mata buaya bunting nya.


" Udah lah Oliv nggak usah panggil aku papi lagi, inget kita udah bukan suami istri, lagian semua yang terjadi sama kita itu udah jadi pilihan hidup kamu, dan andai aja dulu kamu nggak selingkuh mungkin aku bisa berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga kita ya meskipun kamu tau sendiri 8 tahun yang hambar itu" ujar Chandra menyadarkan oliv. Tapi Olivia sama sekali tak menyerah, ia lalu membuka dress yang ia kenakan dan melemparnya ke atas kursi depan meja Chandra dan kini di tubuhnya hanya terpasang bra dan cd yang membuatnya merasa paling cantik dan seksi, Chandra memilih tak menghiraukannya, ia mengalihkan pandangan nya pada laptop yang masih menyala di hadapannya tanpa mempedulikan Oliv.


" Kamu nggak kangen sama rasa tubuhku Ben?? Kamu lupa kalau dengan memasuki tubuhku ini kepuasan batin yang kamu dapatkan? Sekarang dengan gampangnya kamu campak kan aku?? Nggak bisa segampang itu Ben, aku akan buat kamu bertekuk lutut di atasku, aku akan dengan senang hati melayani kamu setiap malam Ben" oliv melangkah perlahan ke arah Chandra, merangkul pundak nya. Tapi Chandra sama sekali tak tergoda ia malah terlihat tidak nyaman dengan kelakuan Oliv di hadapannya kini.


" Oliv .. udah ya, stop aku bilang" tolak Chandra dengan menepiskan tangan Olivia yang bertengger di pundak nya.


" Ayolah Chandra sayang... Aku yakin sekali saja kamu mau menyetubuhiku lagi kamu akan ketagihan dan meminta terus" ujar Olivia yang pantang menyerah menggoda Chandra dengan mengusap-usap punggung Chandra lembut.


" Olivia .. stop aku bilang, kamu ini nggak ngerti bahasa manusia apa gimana sih? Aku capek tau hadepin sikap kamu yang gini terus ini, kamu masih waras kan akal nya?? Masih ngerti kan kalo udah cerai itu udah, udah nggak ada hubungan apa-apa lagi, ngerti gak? Kalo masih belum ngerti apa perlu di sekolahin lagi biar otak mu ada isi nya, biar bisa menyimpulkan omongan ku barusan?" Bentak Chandra dan hal tersebut sedikit menyinggung perasaan Olivia,.


" Dan dengan kamu godain aku kayak gini dengan dandanan nggak pake baju gini kamu pikir kamu bidadari turun dari kahyangan??? Nggak ya... Kamu udah nggak ada bedanya sama pelac*r pinggir jalan " tambah Chandra sudah tak dapat menyaring lagi kata-kata yang keluar dari mulutnya.


" Kamu tega banget Pi ngomong kayak gitu sama aku hiks hiks ...." Tangis Olivia pecah karena hatinya sangat sakit mendengar penghinaan dari mantan suaminya ini.


" Maaf Liv, aku ngomong gitu biar kamu itu bisa sadar dan udah terima aja keputusan aku, kita hidup di jalan masing-masing, nggak usah lagi sangkut pautin perceraian kita sama hidup vanessa, kamu juga harus jaga perasaan Vanessa, kita harus terlihat pisah baik-baik biar Vanessa nggak merasa ada yang salah dengan kita berdua" jelas Chandra.


" Kamu bener-bener jahat Ben, kamu egois, " Olivia menangis menyambar dress nya yang terlempar ke sofa tadi, Olivia pun segera memakainya kembali.


"Tunggu aja Ben, pokoknya gimana pun cara nya aku bakalan bikin kamu minta balikan sama aku" kesal Olivia, tangannya lalu menyambar tas nya lalu beranjak pergi dari ruangan Chandra.


" CK... Terserah kamu Liv, apapun yang mau kamu lakuin aku tetep nggak akan mau kita rujuk lagi, aku nggak mau di luar terlihat seperti mencintai kamu tapi sebenarnya hati aku masih sangat mencintai Zahira" gumam Chandra melihat kepergian mantan istrinya itu.


Zahira merupakan istri siri Chandra, ibu dari eza sebelum Chandra menikahi Olivia, sampai kapanpun Chandra tak dapat melupakan Zahira karena Zahira merupakan cinta pertamanya saat masih duduk di bangku kuliah. Dengan penuh perjuangan Chandra berusaha berjuang untuk mendapatkan hati Zahira hingga bertahun-tahun, hingga akhirnya Zahira menerima cinta Chandra, setelah berpacaran lama tak di sangka gaya pacaran mereka membuat Zahira hamil, Chandra mencoba meminta restu pada orang tuanya yang waktu itu ternyata di tolak mentah-mentah oleh ibu Chandra, karena tidak mau melihat Zahira menderita sendirian Chandra pun memberanikan diri untuk menikahi Zahira secara siri, dan mengasingkan Zahira di desa terpencil, Chandra hanya setiap Minggu mengunjungi Zahira dan putranya yang ia beri nama eza, hal ini ia lakukan agar eza dan Zahira jauh dari keluarganya karena Chandra khawatir mama nya akan berbuat macam-macam pada Zahira dan eza.


Tapi naas nya saat eza berusia 5 tahun mama Chandra mengetahui pernikahan putranya, mama Chandra yang tak lain adalah Oma dari eza pun mengancam Zahira untuk segera meninggalkan putra nya kalau tidak ibu Chandra bisa berbuat nekad dengan membunuh eza. Karena takut ancaman yang di katakan mertua nya benar-benar di lakukan Zahira pun terpaksa mengangguk, ia tidak mau kalau eza putra kesayangannya sampai kenapa-napa. Dan rencana mama Chandra pun di mulai saat jadwal waktu Chandra berkunjung ke rumah Zahira, tiba-tiba ada seorang laki-laki memeluk Zahira di kamar nya dan Zahira, melihat hal itu Chandra langsung mengamuk apalagi saat itu ia lelah karena perjalanan panjangnya sampai rumah malah melihat istrinya berselingkuh dengan laki-laki lain beni berteriak kala itu membangunkan Zahira, Zahira yang tak mengerti apa-apa langsung bingung dengan apa yang terjadi di sekelilingnya apalagi ada seorang laki-laki dengan bertelanjang dada menenteng kaosnya kabur lewat jendela karena laki-laki itu kabur zahira lah yang menjadi pelampiasan kemarahan Chandra.


Zahira dipukul beberapa kali oleh nya hingga lebam dan penuh luka di seluruh wajahnya dan kepalanya di benturkan ke tembok dengan sangat keras oleh Chandra dan hal tersebut dilihat langsung oleh eza putra mereka sambil menangis meminta ampun agar mama nya tidak di pukuli lagi.


Chandra yang masih diselimuti kemarahan pun pergi dari sana meninggalkan Zahira dan eza tanpa mendengarkan penjelasan apapun dari Zahira dan sama sekali tidak pernah kembali ke rumah itu. Ternyata setahun kemudian setelah kejadian itu Zahira meninggal gara-gara penyakit cedera otak yang dideritanya.


Mengingat masa lalunya yang menurut Chandra sangat-sangat sangatlah bodoh itu air mata Chandra meluncur tak terasa. Sungguh ia  sangatlah menyesal tidak mendengarkan dulu penjelasan Zahira hingga mengorbankan kebahagiaan Zahira dan eza.


Masih beruntung Ia bisa bertemu kembali dengan eza beberapa tahun lalu dengan segenap perjuangannya meyakinkan eza akhirnya eza mau menerimanya dan tidak lama setelah itu eza tinggal bersamanya beni sangat senang dan bahagia ketika ia bisa sedikit demi sedikit mengobati luka hati eza yang meskipun tidak akan sebanding dengan penderitaannya dahulu tapi setidaknya beni masih bisa melihat senyum cerah di wajah eza putra tersayangnya.


Sedangkan Olivia merupakan istri yang ia nikahi atas paksaan mama nya karena, dengan olivia Chandra mempunyai anak perempuan yang cantik bernama Vanessa yang kini berusia 11 tahun, alasan Chandra dan Oliv bercerai adalah karena Olivia berselingkuh dengan laki-laki lain bahkan memberikan unit apartemen mewah hadiah darinya untuk laki-laki yang menjadi selingkuhannya, setelah mengetahui kebusukan oliv eza langsung memutuskan untuk bercerai, toh selama ini ia juga tak mencintai Oliv, terbukti selama bertahun-tahun pernikahan nya setiap malam panjangnya Chandra tak dapat mengalihkan wajah Zahira, ia terus menerus memanggil nama Zahira saat menggauli istrinya, jadi dari pada Olivia tersiksa juga selama pernikahan nya lebih baik berpisah.


.


.


" Sialan...! Kenapa sih Chandra masih nggak mau balikan, aku capek hidup kayak gini terus... Hiks hiks.." tangis Olivia pecah saat di dalam taxi online yang ia pesan untuk mengantarnya pulang.


" Pokok nya aku harus pikirin cara yang bisa buat Chandra mau rujuk lagi" tambahnya. Oliv kemudian menghapus air mata nya, ia harus bisa untuk kehidupannya yang lebih baik kedepannya, ia tidak akan menyerah.


Teringat kembali saat Bastian brondong selingkuhan nya dengan tega meninggalkan nya 3 tahun lalu karena ia tidak bisa merebut Vanesa dari Chandra, karena jika Vanesa di bawah asuh nya pasti hidupnya akan terjamin oleh Chandra, tapi Chandra justru tidak sedikitpun memberi kesempatan padanya bertemu dengan putrinya bahkan rumahnya di jaga ketat hanya agar ia tidak bisa menemui Vanessa.


"Di tambah tiba-tiba Bastian menjual apartemen yang mereka tinggali dan mobil satu-satunya milik nya dan tiba-tiba kabur entah kemana, bahkan Oliv sudah menyusulnya ke rumah sewa Bastian di Bali karena Bastian lama menetap di Bali dan mereka bertemu pertama kali di Bali tapi tidak ketemu juga.


"Semua ini gara-gara eza anak sialan itu, pasti Chandra banyak terpengaruh sama eza itu untuk nggak ngasih aku harta sepeserpun" batin Olivia, ia sangat membenci eza karena kini hidup nya hanya bernaung di bawah harta orang tuanya saja, itu saja sangat jauh dari jatah bulanan nya saat menjadi nyonya Chandra, yang bahkan lebih berkali-kali lipat, dan kini jika Oliv menginginkan sesuatu yang mahal ia terpaksa menjual diri nya ke teman-teman kenalannya hanya untuk menutupi ke gengsi annya di hadapan teman-teman sosialitanya.


,

__ADS_1


__ADS_2