Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
bab 143


__ADS_3

"udah sana Jes kamu joget-joget kayak orang-orang itu biar ada cowok yang deketin" ujar aurel pada Jesicca karena keduanya masih melihat sekeliling.


"Iya tau rel, kan aku dulu juga udah sering ke tempat ginian, tapi kamu gimana ??" Tanya Jesicca.


"Emang aku kenapa??" Tanya aurel balik.


" Kamu berani sendirian?? Ini kamu pertama kali kesini??" Tanya Jesicca.


" Ee.. gimana ya... Nggak apa-apa deh Jes, aku nggak apa-apa, justru aku kalo ikut kamu aku kesana malah nggak nyaman malah nggak biasa akunya" jawab aurel setelah berfikir barusan.


" Oke kalau gitu, aku tinggal ya" pamit Jessica aurel pun mengangguk, Jesicca pun pergi menuju lantai dansa untuk bergabung dengan para pengunjung club yang lain.


aurel pun hanya melihat-lihat sekeliling lama-lama bosan juga, apalagi dinginnya Ac membuat tenggorokannya cepat kering dan ingin minum air putih. aurel pun mengeluarkan botol air mineral dari tas nya, segera ia membuka tutup botol tersebut dan segera meminum nya, setelah minum Aurel langsung memasukkan nya kembali ke tas nya.


"Haduuhh ini Jessica sama Julia nggak boleh tau, bisa malu sampe ubun-ubun gue kalo mereka tau gue bawa bekal air dari rumah, hihihi" gumam aurel tertawa sendirian menertawakan diri sendiri karena sudah seperti anak TK masuk sekolah.


" Bodo amat sih, lagian kan buat jaga-jaga siapa tau disini nggak jual air mineral, ya kalo di indo kayak series kesukaanku tuh yang pertama kali ke club beli nya es teh manis, mana jadi mahal banget lagi cuma es teh manis di plastikin hahaha" tawa aurel sambil menutupi mulutnya dengan tangannya kala mengingat Adegan di series indo kesukaannya karena full komedi membuatnya tertawa sendiri.


" udah mabok rel? Kok ketawa-ketawa sendiri?" Tanya seseorang yang baru datang yakni pacar Julia yang bernama Tian tadi dengan berbicara bahasa Indonesia.


"Ehh... Kok bisa ngomong bahasa Indonesia?" Tanya aurel agak bingung karena wajah Tian sama sekali tidak ada campuran menurutnya. Tian tersenyum menanggapi pertanyaan aurel, ia pun kemudian duduk di kursi depan aurel sehingga mereka pun berhadapan.


" Saya lama tinggal di Bali, baru balik 3 tahunan ini kesini" jelas Tian aurel pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Ehh Julia sama Jessica mana ya??" Tanya aurel sambil kepalanya celingak-celinguk mencari kedua temannya ke lantai dansa.


"Itu mereka lagi asik joget disana, aku udah capek" jawab Tian, aurel pun melihat ke arah yang di tunjuk Tian.


"Ohh iya, " jawab aurel singkat.


" Kamu nggak ikut kesana?" Tanya Tian aurel menggeleng.


"Sebenernya ini pertama kali nya aku ke tempat begini, dan kesan pertama aku sih nggak suka, berisik" jawab aurel tertawa di ikuti Tian karena melihat aurel tertawa, selain itu Tian juga sangat kagum dengan kecantikan aurel ini yang menurutnya sangat berbeda dengan wanita lain, ya seperti biasa khas wanita Indonesia yang seperti nya punya kepribadian kalem, lembut dan sabar, melihat aurel dari dekat seperti ini membuat Tian tertarik mengenal aurel tetapi seperti apa yang dirasakan aurel, ia juga merasa pernah bertemu dengan aurel tapi ia lupa dimana ia pernah bertemu.


" Belum pesan minum ya?? Saya pesankan mau?" Tawar Tian aurel segera menggeleng dan mengeluarkan botol air mineral dari tas nya serta menunjukkan nya pada Tian.


"Udah bawa dari rumah" ujar aurel menaik turunkan alisnya. Tian tak dapat menahan tawa nya melihat tingkah aurel itu, bisa-bisanya gadis itu membawa air mineral dari rumah padahal ia pergi ke tempat menjual minuman.


"Kok ketawa sih??" Tanya aurel sok cemberut, padahal ia tau tian sedang menertawakan ke kampungan nya di sini.


"Lucu aja kamu rel, kayak anak kecil aja hahaha " tawa tian pecah.


"Ihhh udah ah jangan ketawain aku gitu" kesal aurel.


"Hahaha, oke oke, lagian kan kamu udah 21 tahun ke lebih masa' nggak mau cobain alkohol sih, enak tau, sekali coba pasti bikin kamu ketagihan " ujar tian ingin tau seberapa besar aurel tidak mau minum.


" Eee .. gimana ya ,.. aku sama sekali nggak tertarik buat coba, lagian di agama ku tuh di larang" jelas aurel tian pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti alasan aurel menolaknya, lagi pula selama bertahun-tahun ia tinggal di Indonesia membuatnya lumayan faham dengan apa yang di ucapkan aurel barusan karena mayoritas penduduk Indonesia itu beragama dan setiap Agama mempunyai aturan dan ajaran yang berbeda-beda pula, tidak seperti di negaranya yang lebih banyak orang tak percaya tuhan karena mereka merasa bahwa mereka mampu berdiri di kaki mereka sendiri tanpa bantuan tuhan. Ada juga yang bertuhan juga tidak sedikit tapi banyak kaum atheis nya.


Di tengah obrolan mereka ponsel aurel terasa bergetar dalam tas nya ia pun segera mengambil nya dan melihat siapakah yang menelfonnya dan ternyata eza sedang memanggilnya lewat panggilan video. aurel pun segera mengangkatnya tanpa berpamitan pada tian.


" Halo sayang assalamualaikum" ujar eza dari seberang telpon sana.


" Waalaikumsalam.." jawab aurel, karena musik terasa keras eza jadi mendengarnya kurang enak karena di iringi Jedag jedug dari suara musik tempat aure berada.


" Berisik banget sih yang??" Tanya eza aurel pun demikian ia harus mendengar suara eza dengan mendekatkan speaker ponsel nya pada telinga nya.


"Iya ... Berisik za... " Ujar aurel untuk berbicara pun demikian ia harus mendekatkan ponselnya dan sedikit berteriak agar eza mendengar suara nya lebih jelas.


" Sama siapa??" Tanya eza


"Hah... Apa?? Kamu ngomong apa??" Tanya aurel agak keras karena memang kini suara musik nya makin keras membuat aurel agak susah mendengar apa yang eza ucapkan. Tidak sengaja kamera aurel menangkap seorang laki-laki di depan aurel. eza ingat betul wajah laki-laki itu, ia pun langsung kaget.


" Itu di depan kamu siapa?" Ketik eza pada chat nya, agar aurel membaca.


" Baca chat rel" teriak eza aurel pun mengangguk karena kebetulan langsung ia dengar. aurel membuka chat room nya dengan eza.


" Pacar Julia za" balas aurel.


" Coba kamera nya ganti kamera belakang" perintah eza aurel pun mengangguk dan langsung ia pindahkan fitur kamera di ponselnya.


Tian sedang asyik bermain ponsel karena tau aurel sedang sibuk bertelfonan juga, terlihat disana eza melihatnya dengan teliti ingin memastikan apakah yang di lihatnya benar laki-laki yang sama.

__ADS_1


" Kamu inget laki-laki itu nggak??" Ketik eza lagi


" Nggak aku lupa, tapi sekilas kayak pernah liat " jawab aurel


" Kok agak mirip sama selingkuhannya Tante Olivia ya" jawab eza lagi, seketika aurel teringat tiga tahun lalu saat dirinya pulang sekolah bersama eza, eza mengajak ke mall, lalu tidak sengaja eza memergoki mantan mama tirinya yang sedang berselingkuh dengan pria lain, bahkan Adel sempat mengikuti Olivia dan laki-laki selingkuhan nya itu masuk ke sebuah toko dan memotret nya diam-diam.


" Iya aku lumayan inget za, tapi masa' iya sih dia? Apa cuma mirip dikit za? Soalnya dulu kayaknya penampilan nya nggak begini " jawab aurel dalam chat nya, tapi mereka masih menyalakan panggilan video nya.


" Aku juga kurang paham sih rel, yang penting kamu ati-ati aja sama itu orang apalagi baru kenal barusan kan?" Tanya eza aurel pun mengangguk tanpa membalas pesan eza.


" Temen kamu yang lain kemana?" Tanya eza masih di pesan.


" Lagi di lantai dansa za" jawab aurel jujur


" Itu kan pacarnya temen kamu kenapa nggak temenin pacarnya?" Tanya eza yang sudah tidak suka aurel duduk dengan laki-laki lain bahkan satu meja begitu., aurel hanya mengendikkan bahunya.


" huh ... Mau pulang jam berapa rel?? Ini udah jam 11 lebih loh Habis ini jam 12 " tanya eza,.


" Nggak tau eza sayang .. aku kan cuma ikut anak-anak" jawab aurel.


" Aku nggak mau kamu lama-lama disana, takut kena pengaruh buruk tau" jawab eza


" Gimana mau kena pengaruh buruk sih za orang ini lagi di club kamu masih ngintilin terus" jawab aurel sambil senyum-senyum sendiri menulis pesan pada eza.


" Ya kan aku nggak mau kamu Sampe kenapa-napa sayang...." Jawab eza


" Hmmm.. yaudah-yaudah, terserah " balas aurel akhirnya.


"Aku mau liat apa yang kamu minum disana, coba sini tunjukin" pinta eza lagi.


aurel pun menunjukkan pada eza botol air mineral yang tadi ia bawa dari rumah.


Sedangkan tian entah mengapa melihat aurel bercanda dan senyum-senyum sendiri di depan hp nya yang tian tau aurel sedang video call dengan pacar nya hatinya mendadak diliputi rasa kesal yang tak dapat ia ungkapkan apalagi melihat aurel tertawa lepas begitu, ia jadi ingin sekali membuat aurel lebih bahagia dari ini.


...


Pukul satu dini hari aurel dan sudah berada di mobil tian lagi, tapi yang membedakan kini aurel hanya berdua dengan Tian, karena Julia dan Jessica sudah teler di klub dan tidak mau pulang jadi Tian mengantar aurel terlebih dahulu,.


" Makasih ya tian, udah mau anterin" ujar aurel kala tian sudah melajukan mobilnya.


" Iya rel, oiya boleh nanya nggak?" Tanya tian, Adel pun mengangguk.


"Yang tadi itu pacar kamu?"


"Yang telfonan dari tadi itu??" Tanya aurel tian mengangguk.


"Iya pacar aku, kita pacaran udah dari SMA Sampe sekarang" jawab aurel


"Ohh ... Kayaknya seumuran sama kamu ya rel?" Tanya tian.


" Iya, kita se umuran" jawab aurel seadanya.


Tian hanya mengangguk-anggukan kepalanya, sebenarnya ia sangat ingin tau lebih jauh tentang aurel dan pacarnya ini, tapi ia masih menahan banyak pertanyaan di otaknya mengingat ia baru mengenal aurel beberapa jam yang lalu, jadi mereka pun kembali diam dalam mobil.


Akhirnya mereka pun sampai tak lupa aurel mengucapkan terimakasih karena tian sudah bersedia mengantarkannya sampai apartemen nya bahkan rela meninggalkan Julia pacarnya.


" Ee.. rel.." panggil tian saat aurel hendak keluar dari mobil tian membuat aurel urung keluar.


"Aku boleh minta nomor ponsel kamu??" Tanya tian


"Buat apa?" Tanya aurel seketika ingat pesan eza kalau ia harus berhati-hati dengan tian ini.


" Nggak apa-apa sih, cuma pengen kenal kamu aja" ujar tian aurel pun mengangguk ia lalu menyodorkan tangannya meminta ponsel tian, Tian tersenyum lalu menyerahkan ponselnya ke tangan aurel. aurel pun segera mencatat nomor nya di ponsel tian, setelah selesai ia pun kembali menyerahkan ponsel tian.


"Thank you ya" ujar tian tersenyum, aurel pun mengangguk lalu ia membuka pintu mobil dan keluar.


"Makasih sekali lagi udah anter" ujar aurel lewat jendela mobil, Tian pun mengangguk, lalu melajukan mobilnya menuju klub yang tadi ia datangi untuk menjemput Julia dan Jessica.


Sampai disana Tian sudah melihat Jessica dan Julia teler di meja tempatnya dan aurel tadi, sambil menelungkup kan wajahnya ke meja.


Melihat hal tersebut tiba-tiba Tian langsung tersenyum miring karena seketika menemukan ide.

__ADS_1


" Pelayan" panggil tian pada salah satu waiters disana, salah seorang pelayan perempuan berpakaian sexy pun datang menanyakan apa yang bisa ia bantu. Setelah berbincang sebentar pelayan itu pun mengangguk seraya tersenyum, lalu pelayan tersebut pergi memanggil dua bodyguard menyuruhnya untuk menggotong dua wanita itu ke kamar yang tersedia di club tersebut.


" Gimana bos? Cocok kan? Pada cantik-cantik kan??" Tanya Bastian pada seorang laki-laki berusia 45 tahun yang merupakan pemilik club malam tersebut.


" Cantik-cantik sih, tapi saya bosan sama pelacur " jawab bos tersebut dengan angkuh sambil menghisap rokok.


" Tenang aja bos, mereka bukan pelacur kok, yang satu sih emang pacar saya dan memang udah nggak perawan tapi yang satu lagi saya kurang tau soalnya temen pacar saya baru kenal juga" jelas Bastian bos itu pun masih berpikir-pikir dulu.


"Ayolah bos kapan lagi, cuma malam ini loh saya kasih tawaran ini" kata Bastian membujuk lagi.


" Oke deh jadi berapa?" Ujar bos itu akhirnya mereka pun membicarakan tentang harga.


.


.


Pukul 3 pagi dengan buru-buru tian membawa Julia dan Jessica ke mobilnya di bantu anak buah bos yang tadi sudah membayarnya.


Iya buru-buru karena takut Julia dan Jessica sadar dengan apa yang telah terjadi padanya, dengan segera setelah kedua perempuan itu masuk Tian melajukan mobilnya menuju apartemen tempat tinggal Julia. Setelah sampai Bastian memasukkan kedua wanita itu ke kamar Julia satu persatu, setelah selesai Tian pun pulang dengan hati gembira karena berhasil mengantongi uang banyak malam ini tanpa bekerja apa-apa.


.


.


Pukul 9 pagi Jesicca terbangun lebih dulu dengan memegang kepalanya karena pusing masih terasa bekas mabuk semalam, ia kemudian melihat sekitar ternyata ia di apartemen temannya yakni Julia, melihat ke Samping tempat tidur nya ternyata ada Julia yang masih tertidur.


" Julia..." Panggil Jessica membangunkan Julia dengan menggoyangkan tubuh Julia dan memanggilnya beberapa kali, lumayan susah untuk membangunkan Julia tapi Jesicca masih tetap berusaha membangunkan Julia.


" Emhh.. ada apa sih Jes aku masih ngantuk" keluh Julia karena memang kepalanya masih pusing dan mata nya masih ingin tidur.


" Ini kita semalem di bawa siapa kesini Jul? Terus aurel mana? Kok nggak ada disini juga?" Tanya Jessica.


" Nggak tau, udah ah aku mau tidur lagi kamu telpon aja aurel pasti dia udah pulang kok " perintah Julia kemudian ia memejamkan matanya kembali.


" Iya deh aku telfon aja" gumam Jessica, ia pun turun dari ranjang dan berdiri, tapi tiba-tiba selangkangannya perih, Jessica pun kaget sontak duduk kembali.


" Awww.." ujar Jessica yang tiba-tiba reflek karena sakit di bagian tengah ************ nya.


" Kenapa ya kok perih banget?" Tanya Jessica pada dirinya sendiri, tak lama ia pun berdiri lagi perlahan dan masih sakit tapi ia tahan karena ia hendak segera menelfon aurel.


Dengan langkah tertatih-tatih Jessica pun melangkah mencari tas nya, dengan berusaha sekuat tenaga menahan rasa perih di bagian bawahnya.


Hati nya pun bertanya-tanya apa yang terjadi padanya, kenapa ia merasakan perih dan sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


Setelah mencari kesana kemari di kamar Jessica tidak menemukan tas nya, ia pun keluar dari kamar dan berusaha berjalan menyusuri ruangan apartemen Julia. Tak lama ia melihat tas nya dan tas Julia di sofa.


Ia pun segera menuju sofa dan mengambil tas nya lalu mencari ponselnya, setelah menemukan nya Jessica segera menghubungi aurel karena ia sangat khawatir pada aurel.


"Halo rel? Kamu dimana? Kok nggak sama kita?" Tanya Jesicca memberondong.


" Halo Jes, aku lagi di apartemen emang kenapa? Kamu sama Julia aman kan?" Tanya aurel yang sedang bersantai sambil mengerjakan tugas di atas ranjangnya.


"Aku sama Julia aman kok, terus kenapa bisa kamu pulang sendiri rel? Maaf banget ya aku semalem bukannya temenin kamu malah asik sendiri " sesal Jessica karena sudah lama tak minum sekali minum dia langsung ketagihan dan melupakan aurel.


"Nggak apa-apa kok Jes santai aja aku kemarin minta anter pacarnya Julia, soalnya udah malem banget, aku nggak tahan ngantuk banget.


" Gitu ya, terus yang anterin aku sama Julia siapa semalem??" Tanya Jessica heran.


" Ya Tian juga, dia langsung balik habis anterin aku" jawab aurel setau nya.


"Ohh gitu ya, yaudah deh rel udah dulu ya aku mau mandi dulu habis itu mau pulang" pamit Jessica.


" oke, hati-hati pulangnya " jawab aurel


"Hmm" ujar Jesicca setelah itu ia memutuskan panggilan telfonnya.


" Ini kenapa sih sakit banget kalo di buat jalan?" Gumam Jessica saat ia berjalan menuju kamar mandi di kamar Julia.


" Perasaan nggak pernah deh sakit kayak gini, apa semalem ada yang macem-macemin aku?" Tanya nya kembali dalam hati sambil mengguyur tubuhnya.


" Tapi kenapa aku lupa semuanya ya? Sumpah nggak inget apa-apa sama sekali, masa' aku harus tanya tian? Nggak ah malu masa' bagian bawah sakit tanyanya ke cowok" tambahnya. Setelah memutuskan membiarkan rasa sakitnya ia pun segera menyelesaikan mandi nya dan segera pulang ke rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2