Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
episode 127


__ADS_3

Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini Karin sudah bersiap untuk berangkat ke kantor membantu Raisa untuk menyelesaikan masalah kantor. Dan setelah tiba di kantor Karin kini melihat Kakak nya yang tengah sibuk mengerjakan pekerjaan.


''Kak!!'' panggil Karin yang saat ini berada di ruangan Raisa.


''Ada apa Karin??'' tanya Raisa sambil menatap kearah layar komputernya dengan cukup serius.


''Kak, bisa gak sih aku gak usah ketemu sama si singa galak itu. Aku benar benar gak kuat Kak jika harus berhadapan dengan lelaki seperti itu. Aku itu bagaikan tikus yang siap di mangsa oleh si singa itu. Kak, please aku tidak mau lagi bertemu dengan si singa itu. Kakak tau gak sih kemaren saja aku hampir terkena jatuhan semen karena menolong dia untungnya kami berdua tidak apa apa.'' kata Karin dengan menceraikan tentang kejadian kemarin kepada Raisa.


Raisa pun langsung terkejut saat mendengar apa yang diceritakan oleh Karin.

__ADS_1


''Apah!!. Terus kamu gak apa apa kan??. Kenapa kamu baru cerita sekarang, Karin??'' Raisa tampak begitu sangat panik saat mendengar bahwa dirinya hampir terluka.


''Karin sih gak apa apa kak, cuma lecet dikit doang. Tapi Karin benar benar tidak sanggup lagi jika harus bekerja sama dengan si singa itu, dia itu udah kayak es kutub Utara kak. Dingin banget bahkan dia ada di kejauhan pun kerasa banget kalau dia mau datang, jadi Karin mohon ya Kak agar Karin tidak lagi berurusan dengan lelaki itu.'' jawab Karin dengan masih memohon kepada Kakak nya agar tidak lagi di pertemuan dengan Leon.


Raisa pun tersenyum saat melihat bagaimana sikap adiknya ini, dan dia pun kini memegang kepala sang adik.


''Tentu saja Karin bersedia, Kak. Nanti kalau Kakak butuh Karin maka Karin akan siap untuk membantu Kakak. Ya udah kalau gitu Karin mau ke butik dulu ya kak, takutnya ada pesanan yang belum selesai. Assalamualaikum, Kak.'' kata Karin dengan nada bahagianya saat dia akhirnya bisa lolos dari pekerjaan yang selama ini sangat tidak dia inginkan apalagi harus bertemu dengan Si Leon itu.


''Waalaikumsallam.'' jawab Raisa sambil tersenyum saat melihat bagaimana tingkah sang adik tersebut.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain saat ini Aiden tengah bersiap untuk kembali ke Indonesia, Sebenarnya dia ragu jika harus kembali ke Indonesia tapi melihat keadaan Ibunya yang sakit. Aiden tidak tega jika tidak mengabulkan keinginan sang Mama untuk bisa melihat Aiden.


''Tuan, ini tiket pesawat anda.'' kata si anak buah Aiden yang saat itu berada di sampingnya.


Aiden pun langsung tersadar dari lamunannya dan mengambil tiket tersebut.


''Baiklah terima kasih.'' jawab Aiden dan kini dia pun berjalan menuju ke pesawat untuk kembali ke Indonesia.


Ada sedikit perasaan canggung di saat dia harus kembali lagi ke Indonesia karena dia pasti akan bertemu lagi dengan Karin. Benar, setelah perpisahan itu Aiden tidak pernah lagi melihat kehadiran Karin karena dia memutuskan untuk pergi ke Belanda tapi untuk kali ini dia akan kembali bertemu dengan Karin. Dan entah mengapa dia merasa sedikit canggung saat nanti dia harus bertemu dengan Karin.

__ADS_1


__ADS_2