
Selesai makan siang, eza dan aurel mengobrol banyak hal di ruang tamu, bahkan aurel seperti tidak ada lelah nya menceritakan berbagai pengalaman nya yang selama ini ingin di bagi pada kekasihnya itu, eza pun menjadi pendengar yang baik dan menanggapi cerita aurel dengan bersemangat.
" Aku pulang ya rel, biar kamu istirahat dulu" ujar eza karena melihat aurel bolak balik menguap, dan pastinya masih kelelahan setelah perjalanan panjangnya yang sampai belasan jam.
" Kok pulang sih ..." Cemberut aurel yang seakan tak rela kekasihnya pergi.
"Kamu kan harus istirahat sayang pasti perjalanan nya bikin capek ya kan??" Ujar eza, tapi aurel justru malah cemberut.
" Hmm.. gini aja deh, gimana kalo nanti malem aku kesini lagi.. kita ngobrol lagi kalo kamu udah istirahat?" Bujuk eza, akhirnya dengan terpaksa aurel pun mengangguk, ya.. mekipun rindu nya masih belum mereda sepenuhnya tapi ia juga butuh waktu istirahat, akhirnya eza pun pulang aurel pun masuk ke kamar nya dan langsung beristirahat.
.
.
" Sayang..." Panggil Athar sambil mengetuk kamar mandi di kamar nya karena mendengar suara air mengalir di dalam tanda istrinya sedang mandi.
"Iya mas... Kenapa??" Jawab melati dari dalam.
" Kamu lagi mandi?" Tanya Athar memastikan.
" Iya, kenapa emangnya mas??" Tanya melati.
" Nggak apa-apa, yaudah lanjutin aja aku nunggu sini" jawab Athar tak mau mengganggu istrinya.
" Iya mas" jawab melati.
Athar pun duduk di ranjangnya lalu membuka kemeja serta celana kerja nya, setelah itu ia hanya memakai celana pendek santai, ia pun kemudian duduk di ranjang sembari menatap foto keluarga kecilnya, ada dirinya, melati yang sedang hamil serta tak lupa kedua putra kembar nya. Tak terasa ia tersenyum haru, Athar dapat membangun rumah tangga nya hingga tak terasa sudah akan mempunyai anak ketiga.
Bayangannya kembali pada masa lalu nya, kisah cinta nya yang bisa di bilang tidak mudah mendapatkan melati dikarenakan banyak hal termasuk melati sebenarnya dulu adalah istri orang yang dia perkosa, hingga dirinya dan melati yang diam-diam menjalin hubungan terlarang sampai melati hamil,.
ya ... Tak semua punya jalan cerita hidup yang sama, kadang ada yang mulus kadang ada juga yang penuh lika liku untuk mencapai sebuah kebahagiaan, kalau Tuhan menakdirkan hidup mu tak se gampang atau se mudah hidup orang lain sabar saja, pasti Tuhan juga akan memberikan tubuh dan hati yang lebih kuat untuk mu daripada orang lain.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, terlihatlah wajah cantik natural istrinya yang kini memakai handuk yang sepertinya sudah kekecilan di karenakan ukuran perut melati yang besar membuat handuk itu terasa lebih kecil di tubuh nya.
" Maaf ya mas.. aku tadi ketiduran, jadi pas kamu pulang aku masih mandi" ujar melati sambil berjalan melangkah mendekati suaminya yang sedang duduk di ranjang, setelah sudah berada di depannya melati pun mencium tangan Athar seperti biasa yang ia lakukan.
" Nggak apa-apa sayang.. kamu kan tadi juga abis dari bandara pasti capek, gimana tadi perjalanannya ? Lancar kan? aurel mana?" Ujar Athar yang langsung memberinya beberapa pertanyan.
" Lancar kok mas .. aurel mungkin lagi di kamar nya, soalnya pas tadi nyampe nggak langsung istirahat masih ngobrol sama eza" jelas melati yang kini berjalan menuju lemari nya untuk mengambil pakaian santai yang akan di kenakan nya.
" Dihh .. si anak abege udah pada langsung ketemuan aja, baru juga nyampe" ujar Athar.
"Ya biarin lah mas .. mungkin ngelepas kangen, kan udah bertahun-tahun nggak ketemu" jawab melati membela adik iparnya.
" Dihh .. alay banget" dengus Athar.
" Ya biarin dong.. ihh kamu sewot amat sih, kayak kamu nggak alay juga, emangnya mas betah kalo jauh lama-lama dari aku? Bangun tidur nggak ada aku aja masih teriak-teriak nyariin tiap pagi" ujar melati pun tak kalah sewot.
" Yee... Itu kan beda sayang... Kan kalo Kita udah nikah" jawab Athar.
" Ngga ada bedanya mas.. udah ah .. kamu nggak mau nemuin aurel dulu?" Tanya melati sambil berjalan menaruh handuk basah nya ke balkon kamar nya.
" Entar aja, mau mandi dulu," jawab Athar sambil berdiri lalu melangkah mengambil handuk baru yang sudah di siapkan istrinya.
" Yaudah, mandi gih, kamu kalo masih capek istirahat aja mas, aku mau turun ya, liat anak-anak lagi pada ngapain sore-sore gini" pamit melati pada suaminya, sebelum ke kamar mandi Athar dan melati berdiri dan saling berhadapan terlebih dahulu.
" Iya sayang, aku habis ini nyusul ya, aku juga kangen pengen main sama dua jagoan kembar kita " ujar Athar sambil mencium tangan istrinya yang masih lekat wangi sabun mandi yang baru saja melati pakai. melati pun mengangguk, setelah mencium kening istrinya sebentar Athar segera menuju kamar mandi sedangkan melati merapikan penampilan nya sebentar lalu segera turun menuju kedua putra nya yang juga sudah mandi dan sedang asik bermain bersama di temani kedua baby sitter nya juga.
" Mama....." Teriak rayyan ketika melihat mama nya turun dari tangga, melati melambaikan tangannya seraya tersenyum sambil perlahan menuruni tangga.
" Mama... Sini turun cepetan ...!" Pinta refal sambil berlari menghampiri mama nya dan menuntun nya menuruni tangga yang memang hanya tinggal dua anak tangga,.
" Mas Refal,.. jangan suruh mama cepet-cepet, nanti mama sakit.." peringat rayyan yang seakan takut calon adik nya terluka.
__ADS_1
" Iya-iya dek, bawel deh" dengus refal yang masih menuntun tangan melati, tapi tidak ia tarik seperti tadi.
" Kalian lagi main apa sayang??" Tanya melati sambil duduk di atas karpet empuk bersama dia baby sitter kedua putranya.
" Ini ma .. lagi main Lego, " jawab rayyan sambil menunjukkan satu buah Lego berukuran lumayan besar.
" Ohh,.. yaudah terusin gih... Kalo mas refal main apa?" Tanya melati pada putra nya yang pertama.
" Mobil balapan ma.. ini liat ma... Bagus kan mobil-mobilan yang di beliin Oma?" Tanya refal melati pun mengangguk tersenyum sambil mengangkat satu jempol nya, mereka pun kemudian bermain lagi.
" Tadi anak-anak mandi nya rewel nggak Bu sum, Bu mar?" Tanya melati pada kedua baby sitter putra nya, kedua baby sitter putranya memang tidak terlalu muda, kedua nya sudah berusia sekitar 30 Tahun lebih dan itu memang melati sendiri yang memilihnya, mungkin yang ia lihat yaitu dari sifat ke ibu an kedua nya lebih meyakinkan daripada beberapa calon-calon baby sitter yang lain saat interview dulu, melati pun memanggil mereka ibu untuk membiasakan si kecil untuk memanggil mereka ibu juga, entahlah apa yang di pikiran melati saat itu, inti nya ia ingin agar anak-anak nya tak merasa jadi bos di usia yang masih dini, ia pun ingin refal dan rayyan menganggap pengasuhnya sebagai salah satu dari orang tua mereka, dan yang pastinya melati selalu menekankan dan mengajarkan untuk menghormati orang lain sejak dini, contohnya dengan mengambilkan barang, meminta tolong saat butuh bantuan, bilang terima kasih jika sudah di bantu dan hal-hal kecil lainnya.
Seperti saat butuh sebotol air yang berada di sudut ruangan, dan saat anak nya meminta nya sebisa mungkin melati mengajar kan untuk mengambilnya sendiri, tapi dengan tidak memaksakan juga, yang penting sudah di bujuk untuk mengambil sendiri, kalau tidak mau ya sudah, dan dalam hal itu, sering kali rayyan yang menurut, refal hanya sesekali jika mood nya bagus dan itu sangat tidak apa-apa mengingat sifat orang yang berbeda-beda.
" Alhamdulillah rayyan enggak nyonya, dia bangun tidur udah langsung minta mandi" kata Bu mar yang menjadi pengasuh rayyan, nama aslinya Maryam, tapi melati sering nya memanggil nya Bu mar.
"Kalo mas refal gimana Bu sum?" Tanya melati pada pengasuh satunya.
" Ya kayak biasa nya Bu, kalo den refal susah sekali mandinya,bujuk nya lama, tapi Alhamdulillah nya tadi pas liat rayyan semangat minta mandi dia jadi mau " jelas Bu sum selaku pengasuh refal.
" Hmm yang sabar ya Bu, refal emang sifatnya beda sama rayyan" jawab melati, Bu sum pun mengangguk setuju.
"Sabar selalu dong nyonya, tapi kalo menurut saya sih den refal nggak terlalu nakal sih, saya kan udah jadi pengasuh anak belasan tahun dan saya sering bertemu anak yang lebih aktif berkali-kali lipat dari ini, kalo den refal mah menurut saya biasa aja, sewajarnya anak kecil aja sih" ujar Bu sum, melati pun mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Sayang...." Panggil Athar yang sedang berjalan dari arah tangga. melati dan semua yang berada di situ pun langsung menoleh,.
" Papa ....." Teriak refal. Athar pun melambaikan tangannya dan sontak berlari menuju kedua anak-anak nya yang sedang bermain.
" Wahhh papa pulang?" Tanya refal saat dengan gembira memeluk papa nya, Athar mengangguk.
"Asikkk ... Mau temenin kita main nggak?" Tanya rayyan ikut senang.
"Jelas dong, sini .. kita mau main apa nih??" Tanya Athar, akhirnya refal dan rayyan pun bermain bersama papa nya.
melati pun tersenyum melihat suaminya bermain dan tertawa ceria bersama kedua putra nya.
" Boleh nyonya?" Tanya Bu sum ragu
" Apa nggak gantian aja, biar salah satu bisa bantuin nyonya kalo butuh sesuatu " tambah tanya Bu Maryam.
" nggak papa bu, kalian langsung aja berdua, tapi jangan lama-lama ya, hehehe " ujar melati, Bu sum dan Bu Maryam pun akhirnya mengangguk. Setelah mengucapkan terima kasih Kemudian kedua nya melangkah menuju kamar mereka di belakang, kebetulan kamar mereka di tempatkan di satu kamar, tetapi dengan ranjang dan lemari berbeda, dan lumayan luas tak perlu sempit-sempitan, lagian juga mereka sering tidur di kamar refal dan rayyan jika siang hari, jadi tidur di kamar nya hanya malam hari saja jika kedua anak pengasuhannya sudah tertidur mereka akan pindah.
Malam hari setelah magrib aurel baru keluar dari kamar nya, ia pun langsung menuju ruang keluarga di lantai bawah karena mama, Athar, dan melati sudah berkumpul di sana, papa Adrian belum pulang karena masih ada beberapa urusan di luar.
"Kak Athar....." Panggil aurel sambil menghampiri Athar lalu memeluknya erat.
" Hehehe, kamu kangen banget ya sama kakak kamu yang ganteng ini?" Tanya Athar dengan nada jahilnya, membuat aurel langsung melepaskan pelukannya sontak mencubit keras hidung kakak nya itu.
" Ihhhhh .... GE er banget..... " ujar aurel sambil menggigit giginya sendiri karena kesal dengan omongan kakak nya itu.
" Aduhhhh... Sakit tau..." Ujar Athar sambil mengusap-usap hidung mancungnya.
" Biarin, salah siapa, masih aja jadi orang ke pede an " ujar aurel sambil melangkah menjauhi kakak nya dan duduk di salah satu kursi kosong di sebelah kakak ipar nya.
" Udah-udah... Mulai deh kalo ketemu udah kayak kucing sama tikus aja berantem Mulu " kata Ambar yang dari tadi memperhatikan interaksi kedua anak nya.
" Tapi kalo di perhatiin lagi, itu ya ngga sih ma yang buat kita kangen kalo nggak ada aurel" ujar melati.
" Hehehe, iya sih melati, tapi kalo udah berantem bikin pusing" jawab mama Ambar lagi sambil tertawa, dan di ikuti oleh yang lain.
" Si kembar kemana kak?" Tanya aurel pada kakak ipar nya.
" Ada di kamar nya, lagi belajar ngaji kalo habis magrib gini" jawab melati.
" Hah... Emang udah bisa?" Tanya aurel heran.
__ADS_1
" Ya masih dasar sih rel, tapi Alhamdulillah nya sih pada semangat belajar ngajinya" jelas aurel
"Terus siapa yang ajarin? Panggil guru gitu kak?" Tanya aurel lagi melati menggeleng.
" Nggak rel, baby sitter nya pada pinter ngaji, mereka yang pada ajarin" jawab melati lagi, aurel pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Wah jadi gaji nya mereka double dong kak?"
" Dihh ya iya lah, kamu kira kakak nggak mampu apa gaji double buat baby sitter anak-anak kakak" kali ini Athar yang menjawab dengan nada sombong pada aurel.
" Sombongnya...." Ujar aurel dengan tatapan kesal pada kakaknya.
" Sombong kalo ada mah nggak apa-apa .." balas Athar tak mau kalah.
" Emang bener kata mama, kalo udah ketemu terus berantem gini beneran bikin pusing.." ujar melati memegangi kepalanya yang tiba-tiba mendadak pusing.
" tuh kan..." Kata mama Ambar, Athar pun sontak memeluk melati yang berada di sampingnya,.
" Kan cuma bercanda sayang, maaf ya" ujar Athar sambil mengecup pipi istrinya.
" Dihh alay... " Gumam aurel, memang masih terdengar di telinga kakaknya tapi Athar memilih tak meladeni adik nya lagi.
" Mama... Laper..." Rengek aurel pada mama nya.
"Laper ya, yaudah yuk makan malem duluan" ujar mama Ambar yang sontak hendak berdiri dan menyiapkan makanan di meja makan, akan tetapi langkahnya terhenti kala mendengar bunyi klakson mobil di depan.
"Pasti papa, yaudah yuk sekalian makan malam langsung biar barengan " ujar mama Ambar, tetapi dugaannya salah.
" Assalamualaikum" ternyata yang datang ia lah eza bersama papa nya.
" Loh eza, Tante kirain om Adrian, ada pak Chandra juga, mari silahkan masuk " kata mama Ambar dengan mempersilahkan kedua tamu nya ini masuk.
" Iya, mari silahkan pak Chandra, eza, masuk sini" kata Athar yang ikut berdiri menyambut tamu nya.
eza dan Chandra pun mengangguk, mereka kemudian bersalaman ala kadarnya lalu duduk bergabung di sofa.
" Ini aurel ya... Wahh makin dewasa aja, sehat kan nak??" Tanya Chandra pada aurel yang di gadang-gadang akan menjadi calon mantunya.
"Sehat kok om, om juga gimana kabar nya sehat kan??" Tanya aurel balik, Chandra pun mengangguk.
" Sehat semua rel," jawab pak Chandra singkat, lalu mereka pun duduk, tak lupa mama Ambar menyuruh asisten rumah tangga nya untuk menyuguhkan minuman untuk teman ngobrol mereka.
" Adrian kemana ya Bu, lagi sibuk kah?" Tanya Chandra pada Ambar.
" Kebetulan tadi sore ada pertemuan sama klien nya pak, mungkin sebentar lagi pulang, ayo silahkan di minum suguhannya, maaf cuma seadanya" kata Ambar, pak Chandra pun mengangguk, mereka pun kemudian mengobrol santai seperti tentang bagaimana study aurel di luar negeri terus masalah pekerjaan dengan Athar, di tengah obrolan mereka benar saja Adrian pun pulang, dan obrolan mereka pun makin hangat mengingat kedekatan Adrian dan Chandra yang selama ini menjalin kerja sama di tambah anak-anak mereka yang menjalin hubungan.
" Gimana kalau anak-anak kita segerakan aja pak Adrian? Hehehe" ujar Chandra tiba-tiba membuat aurel dan eza kaget, langsung menatap Chandra seperti bertanya apa maksudnya.
" Hah, gimana ya maksud nya om?" Tanya aurel.
" Ya nggak gimana-gimana sih rel, soalnya om udah setuju sama hubungan kalian, eza juga keliatan cinta banget sama kamu, hehe " jawab Chandra, eza hanya berusaha menutupi wajahnya yang malu.
" Ee .. apa nggak biarin mereka nikmati masa muda dulu mas Chandra? aurel kan juga baru beres kuliah, eza juga masih bulan depan wisuda nya, " tanya Adrian yang seakan belum mau melepas putri kesayangannya.
" Ya nggak apa-apa, terserah mereka, saya cuma kasih saran aja sih tadi, siapa tau mereka malu mau ngomong kalo pengen ke jenjang lebih serius kan biar nggak canggung ngomongnya saya tawarkan dulu" ujar Chandra santai, memang tadi nya ia hanya ingin menggoda putra nya ini.
" Iya pa, aku mau nikmatin dulu aja lah, lagian habis ini kan aku mau masuk kantor papa, jadi kan masih harus fokus ke situ," jawab eza akhirnya mengeluarkan pendapat nya sendiri.
" Yaudah nggak apa-apa, santai aja, aurel juga jangan tegang gitu dong hehehe" kata Chandra mencairkan suasana, aurel pun hanya mengangguk malu-malu.
" Emang eza mau di posisi apa om kalo boleh tau?" Tanya Athar.
" Ya om sih mau nya langsung jadiin direktur utama Athar, biar om mau pensiun dini, hahaha" ujar Chandra.
" Ada-ada aja sih papa bercanda nya, ya nggak mungkin lah, aku juga masih perlu banyak belajar" kata eza menyela.
__ADS_1
" Jadi in CEO aja dulu mas, biar banyak belajar dulu, kayak Athar ini malah dulu aku jadiin CEO di kantor cabang bahkan dari bawah dan biar dia banyak belajar aja sih, aku bentar lagi pengen pensiun, biar anak-anak aja yang gantiin" kata Adrian, tak mau menyebutkan hanya Athar, karena aurel juga berhak atas perusahaan nya. Chandra pun mengangguk-anggukkan kepalanya ia pun berfikir akan meletakkan eza di posisi mana yang cocok dan buat eza banyak belajar.