
Si pencuri pun langsung ketakutan saat mendengar suara dingin Leon, dan keberaniannya tadi kini menciut dan memilih untuk kabur.
Leon pun mengambil dompet milik Karin dan memberikannya padanya.
''Emang apa gunanya sih dompet kayak gini sampai sampai kau mengejar pencuri seperti mengejar jodoh saja.'' ucap Leon meledek dompet Karin yang terlihat sangat murah
''Terima kasih banyak Tuan, mungkin bagi mu dompet saya ini hanya lah dompet murahan dan tidak bernilai. Tapi jangan pernah melihat sesuatu dari luarnya saja, kau tidak akan tau isi yang ada didalam nya ini sangat berharga bagiku.'' ucap Karin membersihkan dompetnya yang kotor
Leon menatap tajam ke arah dompet milik Karin, dia menyipitkan matanya.
''Memang berapa jumlah uang yang ada di dompet mu itu??'' tanya Leon dengan serius
''Tidak ada,'' jawab Karin singkat
''Tidak ada??. Jadi maksud mu, di dompet mu itu tidak ada uang sama sekali??'' tanya Leon dengan ekspresi wajah terkejut
__ADS_1
''Benar Tuan. Di dompet ini memang tidak ada uang nya, tapi di dompet ini terdapat identitas saya dan semua hal penting yang bersangkutan dengan identitas saya.'' jawab Karin sambil tersenyum
''Kau bercanda??, ck.'' decak sebal Leon
Leon pikir di dalam dompet Karin ada begitu banyak uang dan juga perhiasan sehingga dia begitu sangat ingin mendapatkan kembali dompetnya itu dari sang pencuri. Tapi saat mendengar pengakuan Karin yang mengatakan bahwa di dompetnya hanya ada kartu identitas dan lainnya . Leon menjadi sangat marah juga kesal pada Karin.
''Saya tidak bercanda Tuan, memang di dalam dompet saya tidak ada uang sepeserpun. Jika kau tidak percaya, lihat sendiri.'' ucap Karin menunjukkan isi dompet nya yang memang tidak ada uang sepeserpun.
Leon merasa sangat kesal pada Karin, bahkan dia telah bersusah payah berlari dengan begitu cepat hingga semua baju nya lusuh dan yang dia dapat hanya lah sebuah dompet tanpa uang sepeserpun.
Leon menghempaskan tangan Karin yang saat ini tengah memegang dompetnya, hingga membuat dompet itu terjatuh ke tanah.
Karin memejamkan mata nya saat mendapatkan bentakan dari Leon, dia kini menatap wajah Leon dan seketika membuat Karin ketakutan.
"Ya Tuhan, jadi dari tadi aku berbicara dengan singa galak ini." ucap Karin dalam hati sambil melihat wajah Leon yang sangat menakutkan
__ADS_1
Karin baru sadar jika sedari tadi dia berhadapan dengan Leon, dia tidak menyadari nya karena dari tadi dia fokus pada dompet dan si pencuri itu. Dan saat dia melihat wajah Leon, dia ketakutan karena sungguh Karin tidak ingin berurusan dengan lelaki yang saat ini berada di hadapannya.
''T.tuan ma.maafkan saya, jika saya berbicara lancang pada Anda. Tapi saya tidak meminta Anda untuk mengejar pencuri tadi dan saya juga tidak meminta Anda untuk berlari.'' ucap Karin dengan suara gemetar
Leon semakin kesal karena jawaban Karin yang membuatnya merasa bahwa dirinya lah yang bersalah.
''Kau!!,'' tunjuk Leon sambil menggertakkan giginya
''Kau dasar wanita tidak tau diri!!. Sudah baik aku bantu tapi kau malah berbicara seperti itu padaku. Dasar wanita tidak tau berterima kasih, karena kau juga wajah ku jadi memar karena terkena sepatu buntut mu itu!!'' bentak Leon
Karin pun melihat wajah Leon yang memang sedikit memar, Karin pun merasa bersalah pada Leon. Sekali lagi Karin membuat kesalahan yang fatal pada orang yang sama.
''Kau wanita pembawa sial, aku harap aku tidak akan pernah bertemu lagi dengan mu!!'' ucap Leon lalu meninggalkan Karin seorang diri yang diam mematung
Karin pun menatap kepergian Leon yang berjalan begitu cepat serta raut wajah marah.
__ADS_1
''Dasar lelaki angkuh, kalau gak ikhlas buat nolong ya udah gak usah nolong. Lagian aku juga gak minta dia buat nolongin aku kok,'' ucap Karin sambil mengambil dompet nya di tanah sambil membersihkan
''Dompet ini memang gak ada uangnya, tapi ini sangat berharga bagiku. Meskipun cuma KTP dan kartu lainnya, tapi ini berharga kan.'' ucap Karin bicara sendiri sambil cemberut