Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
episode 121


__ADS_3

Akhirnya tanpa memiliki pilihan lain, Karin pun menyetujui untuk membantu Raisa untuk membantu dia dalam mengelola perusahaan bersama sama.


Saat ini pun Karin telah tiba di perusahaannya. Karin berjalan menuju keruangan Raisa, dan saat ini Raisa tengah berbicara dengan seseorang lewat handphonenya.


''Baiklah Tuan, saya akan mengirim adik saya untuk menemani Anda dalam mengecek kembali pembangunan hotel baru kita ini.'' kata Raisa pada seseorang yang menelfonnya.


''Baiklah kalau begitu saya tunggu kedatangan adik Nona Raisa.'' kata seorang dari seberang sana.


Raisa pun mematikan telfonnya dan melihat Karin yang saat ini tengah berdiri di depan pintu dengan wajah masamnya.


''Karin??. Kamu udah datang sayang,'' ucap Raisa dengan suara lemah lembut lalu menghampiri Karin dan memeluknya.

__ADS_1


Karin menatap malas Kakaknya yang saat ini bersikap manis padanya. Karin yakin pasti ada niat terselubung dari sikap manis Kakaknya ini.


''Hentikan Kak,'' Karin melepas pelukan Kakaknya.


''Sudahlah, Kakak tidak perlu bersikap manis seperti ini. Katakan saja apa yang Kakak inginkan??'' tanya Karin dengan wajah malasnya.


Raisa pun tersenyum malu malu sambil melihat wajah adiknya yang tampak kesal ini.


''Heheh.. Sebenarnya Kakak mau minta tolong sama kamu Karin. Tadi kan ada telepon dari Tuan Robby, katanya dia dan Tuan Leon ingin kembali melihat pembangunan di hotel dan Kakak gak bisa hadir gara gara ada rapat dadakan yang saat ini harus Kakak hadiri,'' ucap Raisa pada Karin yang saat ini melipat tangannya didepan dadanya.


Karin menatap jengah kearah Kakaknya yang memintanya untuk menemani Leon dalam memantau kembali perkembangan pembangunan hotel tersebut.

__ADS_1


''Kak, apa Kakak gak waras dengan meminta ku untuk menemani Leon si singa itu. Kakak ternyata bukan hanya melemparku pada kandang harimau, tapi Kakak melemparku langsung pada kandang singa, Singa kak singa??'' Karin mengatakannya dengan nada kesal dan mengulang kata singa.


''Tidak Kak, Karin tidak mau menemui lelaki singa itu. Kakak kan tau sendiri bagaimana pertemuanku dengannya dan aku rasa pertemuan antara aku dan singa itu tidak pernah memiliki kesan yang baik, Kak. Jadi aku menolak keras untuk menemani Leon, aku tidak mau!!. Meskipun Kakak mau membelikan ku segudang ice cream aku tetap tidak mau.'' Karin bersikeras menolak kemauan Kakaknya untuk menggantikan dia menemani Leon dalam memantau pengembangan pembangunan hotel tersebut.


''Tapi gimana dong??. Kakak ada rapat penting dan Kakak juga tidak bisa mewakilkan rapat ini, rapat ini sangat penting bagi perusahaan kita, Karin. Kakak mohon Karin bantu Kakak, Kakak udah gak tau lagi harus meminta bantuan pada siapa lagi.'' Raisa mengatakannya dengan suara sedih.


Karin masih diam tak bergeming saat mendengar suara putus asa Kakaknya. Karin memang sangat malas jika harus bertemu kembali dengan Leon, apalagi selama ini diantara keduanya tidak pernah memiliki kesan yang baik saat bertemu. Selalu ada aja masalah yang membuat mereka berdua bertengkar.


''Karin, Kakak mohon hanya satu kali ini saja. Setelah ini Kakak tidak akan meminta kamu untuk menemani Tuan Leon. Lagian sekarang ini keadaannya benar benar sangat mepet, jadi Kakak mohon Karin bantu Kakak.'' pinta Raisa dengan memohon pada Karin agar dia mau membantunya.


Karin pun mengambil nafas dalam lalu menatap kearah Kakaknya yang saat ini tengah memohon pada dirinya.

__ADS_1


''Baiklah, aku akan membantu Kakak. Tapi ingat, ini yang terakhir kalinya Kakak memintaku untuk menemani si singa itu.'' kata Karin akhirnya setuju untuk membantu Raisa.


''Terima kasih banyak Karin. Kau memang adik yang sangat baik.'' kata Raisa sambil memeluk Karin.


__ADS_2