Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
episode 105


__ADS_3

Leon Karsten Richard. Anak tunggal dari keluarga Richard , dia lahir di Indonesia dan semenjak setelah dia berumur lima tahun ,keluarga nya mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk tinggal di London . Ayah nya berasal dari Cina sedang kan Mama nya berasal dari Indonesia .


Keluarga Richard menetap di London karena urusan bisnis dan kini Leon datang ke negara ini untuk menjalankan bisnis baru nya .


Kegigihan dan tekad kuat nya dalam berbisnis membuat Leon tidak pernah gagal dalam melakukan usaha bisnis nya. Bahkan kini berkat Leon , keluarga Richard masuk dalam keluarga terkaya di London .


Tapi sayang , Leon memiliki sikap yang kurang bersahabat. Dia memiliki watak dingin , angkuh dan kejam . Leon tidak akan pernah segan segan terhadap musuh nya yang ingin bersaing dengan nya .


''Tuan , ini adalah berkas tentang pembangunan hotel yang anda inginkan,'' ucap Robby sang asisten pribadi Leon


Leon yang tengah duduk di kursi kebesaran nya , langsung mengambil dan membaca nya dengan teliti .


''Bagus, ini lah yang aku ingin kan . Katakan pada nya bahwa aku menyetujui untuk menanam saham dalam bisnis ini.'' Leon melempar berkas tersebut

__ADS_1


Meskipun besar di London ,tapi Leon tidak pernah melupakan tanah kelahiran nya itu . Bahkan dalam bahasa yang di gunakan saat sedang berbicara dengan keluarga nya , menggunakan bahasa Indonesia .


Karena sebab itu lah , Leon lebih suka di panggil Tuan muda daripada Mr . Leon hanya akan menggunakan bahasa Inggris saat menemui rekan kerja nya .


Sedangkan di tempat Lain , saat ini Raisa dan juga Dika tengah berada di taman sambil meminum teh .


" Kau tau Raisa , dulu Papa dan mama mu jarang sekali meminum teh bersama seperti ini . Dia selalu sibuk dengan dunia nya , hingga dia melupakan Papah . Karena sebab itu lah , Papa malah jatuh cinta dengan ibu nya Karin dan lahir lah Karin di dunia ini." Dika bercerita tentang masa lalu nya


"Pah , sudah lah . Jangan mengingat lagi masa lalu yang begitu menyakitkan , kini Mama dan juga Bibi telah tenang di alam sana . Pasti saat ini mereka sedang melihat kita sambil tersenyum . Papa jangan memikirkan hal yang membuat kesehatan Papa memburuk." ucap Raisa sambil menggenggam tangan Dika


"Raisa . Mungkin sudah saat nya kau menggantikan posisi Papa dalam memimpin perusahaan ini , Papa sudah tua Nak . Bahkan tenaga Papa pun sudah tidak mampu lagi." ucap Dika pada Raisa


" Tapi Pah ,Raisa masih belum terlalu memahami dalam dunia bisnis . Bagaimana jika nanti Raisa membuat kesalahan pada perusahaan?? . Pah , Raisa masih belum siap jika harus memimpin perusahaan." Raisa menolak nya karena menurut dia kemampuan nya dalam dunia bisnis masih sangat kurang.

__ADS_1


"Raisa . Selama ini Papa sudah melihat bagaimana kinerja kamu dalam membantu Papa mengelola perusahaan dan Papa rasa kamu sudah cukup siap jika menjadi pemimpin dalam perusahaan ini . Siapa lagi Nak , yang akan menggantikan Papa dalam mengurus perusahaan ini." Dika memasang wajah sedih nya


Raisa yang juga tidak tega dengan Dika karena memang di umur nya yang sudah tua . Memang seharus nya Dika untuk beristirahat dan menikmati masa tua dengan berada di rumah tanpa terbebani oleh pekerjaan .


" Apakah Papa yakin , bahwa Raisa bisa mengelola perusahaan dengan baik ?? . Raisa takut mengecewakan Papa," ucap Raisa dengan rasa tidak percaya diri


"Papa sangat yakin ,Nak . Bahwa kamu bisa mengelola perusahaan dengan baik , bahkan terjadi kesalahan kamu pasti bisa mengatasi nya . Papa yakin akan hal itu." ucap Dika dengan yakin


Raisa mengambil nafas dalam , dan mulai meyakinkan diri nya bahwa dia bisa memimpin perusahaan dengan baik .


"Baik lah Pah . Raisa akan mencoba nya dan memberikan kemampuan terbaik Raisa untuk perusahaan." ucap Raisa sambil tersenyum


Dika pun bernafas lega karena Raisa menyetujui permintaan nya untuk memimpin perusahaan .

__ADS_1


" Secepatnya Papa akan mengumumkan pengangkatan mu menjadi pemimpin di perusahan." ucap Dika lalu meminum teh nya sambil bersandar pada punggung kursi


__ADS_2