Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
bab 136


__ADS_3

Olivia memasuki kamar nya dengan sangat kesal bisa-bisanya ia di kalahkan dengan anak kecil sok tau dan sok suci itu,.


Setelah membersihkan tubuhnya dan memakai piyama tidurnya Olivia pun berbaring di ranjang nya sambil memainkan ponselnya yakni membalas pesan mesra dari kekasih hatinya, tidak lama chandra masuk Olivia pun terpaksa menghentikan chattingan nya dengan Bastian karena chandra pun ikut berbaring bersama olivia.


" Sayang .. malam ini papi capek, kamu mau nggak pijitin?" Tanya chandra sambil merangkul tubuh Olivia


" Piiii .... Mami kan juga baru dateng mami juga capek loh.." tolak Olivia


"Yaudah kalo nggak mau gimana kalo papi minta ini??" Tanya chandra sambil menyentuh bagian diantara ************ Oliv, Oliv langsung menggeleng, ia benar-benar lelah hari ini apalagi sebelum pulang tadi Bastian juga sudah menghajar nya di bagian itu.


"Mami kan capek piii, nggak ngerti banget sih" ujar Olivia cemberut lalu menyingkirkan tangan chandra yang sudah memainkan ************ nya. Olivia kemudian memunggungi suaminya lalu memejamkan matanya.


chandra pun menghela nafas ia kemudian memeluk Olivia dari belakang dan ikut tertidur.


.


.


Pagi-pagi eza sudah berada di rumah aurel untuk menjemput aurel berangkat sekolah. Setelah sarapan bersama keluarga aurel eza dan aurel pun masuk mobil untuk berangkat ke sekolah.


Kali ini eza makin romantis, dengan membukakan pintu mobil untuk aurel, saat menyetir beberapa kali eza melirik ke arah aurel.


"Apasih liat-liat gitu, nggak takut nabrak apa?" Kata aurel


"Nggak dong, kan aku cuma lirik-lirik dikit, emang ngga boleh lirik pacar sendiri?" Kata eza sambil tersenyum membuat aurel malu karena dilihat begitu. aurel tak menjawab ia langsung memalingkan wajahnya ke arah kaca karena takut eza melihat wajahnya yang malu.


"Sayang.." eza menyentuh tangan aurel lalu menggenggamnya.


" Jangan panggil gitu ah, aku ..."


"Kenapa? Kan biasa gitu kalo pacaran?"


"Aku malu tau za..."


" Malu ya? Mungkin karena belum biasa kali ya rel?" Tanya eza aurel mengangguk.


"Yaudah biar ngalir sendirinya aja" kata Eza.


"Iya, lagian kamu sih sok sok an pengen romantis " jawab Aurel.


"Ya namanya juga baru pertama kali pacaran rel, wajar dong" kata Eza.


"Iya-iya, udah ah jangan pegang terus tanganku mau garuk rambut nih, gatel" aurel mencari alasan, padahal sebenarnya takut eza tau kalau dirinya sedang tegang dan tangannya otomatis dingin. eza pun melepas tangannya aurel sontak pura-pura menggaruk kepalanya.


"Kenapa? Banyak kutunya ya? " Tanya eza membuat aurel membulatkan matanya dan menoleh pada eza


"Sembarangan aja, cantik-cantik begini masa' ada kutunya sih" kata aurel sambil mengibaskan rambutnya membuat eza tertawa.


"Iya-iya, aurel wanita yang paling cantiikk, Abang eza tetep mau kok meskipun ada kutunya, ha ha ha " goda eza


"Iiihh nggak ada kutunya ya dibilanginnn... " aurel mencubit pelan tangan eza yang sedang tertawa, eza pun menggenggam tangan aurel lagi lalu di ciumnya.


" Iya-iya, kan cuma bercanda atuh sayang.." gumam eza dengan masih menempelkan bibirnya di tangan aurel, setelah bilang begitu aurel yang makin gugup pun menarik tangannya, dan dengan mudah pun tangannya terlepas karena eza memang tidak menggenggamnya kuat.


" Udah ah, aku makin deg-degan tau kalo di gituin" kata Aurel menarik tangannya.


" Hehehe, kan udah pacaran ko masih deg-degan sih?"


"Ya nggak tau, namanya juga anak perawan baru kenal yang namanya cinta, udah deh jangan ngomong terus ini udah mau Sampai di sekolah" kata Aurel mengalihkan pembicaraan.


"Oke.. nanti aku anter Sampe kelas ya?" Tanya eza aurel pun mengangguk.


Tidak lama pun mobil eza memasuki gerbang sekolah dan seperti ucapannya tadi bahwa eza akan mengantar aurel ke kelasnya.


"Sampai kelas aurel pun masuk seperti biasa, tapi Nabila tiba-tiba menghampiri bangkunya.


"rel... Gue minta maaf ya?" Ujar Nabila tiba-tiba lalu mengulurkan tangannya, aurel pun melihat sekilas lalu menyambut uluran tangan Nabila tanpa bicara.


" Lo maafin gue kan?" Tanya Nabila lagi, aurel hanya mengangguk


"Makasih ya" ujar Nabila setelah aurel mengangguk Nabila pun pergi, ya meskipun aurel hanya menjawab dengan anggukan tapi tak apalah pikir nya, ia tidak mengharapkan yang lebih dari itu selain maaf dari aurel.


Berbeda dengan Nabila fiola justru melihat aurel dengan tatapan dendam, aurel pun tak peduli ia kembali pada tas nya dan mengeluarkan Buku pelajarannya.


.


.


Sudah dua Minggu melati di rumah sakit dan hari ini dia di perbolehkan untuk menyentuh langsung bayi nya, melati sudah tidak sabar dan ingin segera memeluk anak-anak nya. athar pun demikian ia bahkan izin tidak masuk kantor hari ini karena kata dokter bayi nya bisa di keluarkan dari inkubator. Begitupun dengan papa adrian dan mama ambar yang juga tak mau kalah untuk izin kerja hari ini demi melihat dan menimang langsung cucu-cucu nya.


"Duhh... Mama udah ngga sabar banget ini athar..." Kata mama ambar, dan mungkin tak hanya mama ambar athar, melati bahkan Bu Wati pun demikian, setelah tepat pukul 9 pagi dua orang suster membawa satu box bayi yang besar dan di isi oleh dua anak kembar athar dan melati.


"Masih inget kan  mana adiknya mana kakak nya?" Tanya suster tersebut sambil keduanya mengeluarkan kedua bayi itu., melati mengangguk karena memang setiap hari melati sudah mengingat-ingat setiap ia melihatnya di balik kaca.


Salah satu suster memberikan bayi yang di keluarkan nya pada melati. melati menerima bayi tersebut dalam gendongannya.


"Ini pasti adik nya, wajahnya lebih bulat, rambutnya juga botak, kalo kakaknya rambutnya masih ada meskipun tipis " jawab melati sambil mengusap-usap kepala bayinya,.


" Berarti kayak Upin Ipin dong sayang, kakak nya ada rambutnya adik nya botak " ujar athar bercanda membuat semua yang di ruangan tertawa bahkan susternya sekalipun.


Suster yang lain pun hendak memberikan bayi satunya pada athar, tapi athar justru menolaknya.


"Aduh sus, masih kecil banget saya nggak berani gendong, " jawab athar karena memang ini baru pertama kali nya dalam hidupnya, dan dari dulu sama sekali tidak pernah menggendong bayi bahkan aurel sendiri.


" Sini sus biar sama saya aja, kamu tuh athar gimana sih, gini sok sok an mau jadi bapak " omel ambar pada putranya.


" Udah biarin ma, namanya juga pertama kali, papa kan juga dulu gitu, sini ma duduk di sofa" kata papa adrian lalu perlahan ia menuntun istrinya yang sedang menggendong cucunya duduk di sofa, setelah sama-sama duduk adrian tak kuasa untuk segera menciumi cucu nya dan menyanjung-nyanjung putranya.


"Kalau begitu kita permisi dulu ya Bu, nyonya, semuanya, dan satu jam lagi dokter akan kesini kemungkinan hari ini Bu melati boleh pulang" kata salah satu suster disitu.


"Yasudah makasih ya sus" ucap melati kedua suster itu pun mengangguk dan melangkah meninggalkan ruang rawat melati.

__ADS_1


"Jadi yang ini namanya siapa melati?" Tanya Bu Wati menanyakan bayi yang di gendong melati


"rayyan Bu, ibu nih lupa terus kalo kakak nya refal" jawab melati Bu Wati pun mengangguk dan akan berusaha mengingat-ingat.


athar tidak berhenti menciumi pipi gembul putra nya begitupun papa adrian, keduanya seperti tidak mau kalah menyayangi putra serta cucunya.


....


Pukul 11 siang melati beserta keluarga nya baru sampai di rumahnya, rumah yang beberapa hari terakhir ini terlihat sepi kini ramai karena hadirnya buah hati melati, semua nya berkumpul bahkan para asisten rumah tangga penasaran dengan paras kedua bayi melati dan athar yang ternyata sangat menggemaskan apalagi di tambah sangat tampan.


Setelah semuanya sudah melihat bayi melati para asisten rumah tangga sibuk menyiapkan makanan dan beberapa cemilan karena saudara-saudara mama papa atau bisa di sebut keluarga besar athar akan datang bertandang nanti malam setelah melihat kepulangan melati dari rumah sakit.


Kamar tamu di bawah sudah di sulap menjadi kamar melati dan athar bahkan di beri kasur tambahan agar lebih luas, dan sudah di lengkapi dengan peralatan-peralatan bayi dan termasuk box bayi, untuk sekarang melati dan athar akan tidur di bawah dulu karena kondisi melati tidak memungkinkan untuk naik turun tangga sambil menunggu kamar melati di atas di renovasi.


.


.


Pulang sekolah aurel sedang menunggu jemputan dari mang Kirun karena mendadak eza harus segera pulang sebelum jam sekolah selesai karena tiba-tiba nenek Atika asam uratnya kambuh jadi harus segera di periksakan ke dokter dan harus minum obat seperti biasa nya.


Karena bosan menunggu terlalu lama aurel kemudian keluar gerbang dan hendak menunggu di luar gerbang sambil berjalan perlahan.


Saat sedang berjalan santai sambil fokus menghitung daun-daun kering berjatuhan di jalan tiba-tiba ada segerombolan anak motor berhenti di sebelah nya membuat aurel berhenti. Tiba-tiba salah satu yang di depan membuka helm dan orang nya ternyata Bryan. Karena merasa tidak ada urusan dengan Bryan aurel pun berjalan santai kembali di tambah perasaan cemas karena yang ia tau kalau geng motor itu biasa nya suka mengganggu.


"Eh aurel ..." Panggil Bryan agar aurel berhenti, aurel pun hanya menoleh tapi tidak berani berhenti.


"Apaa...?." Teriak aurel, tapi Bryan lalu turun dari motor nya dan menghampiri aurel, karena aurel masih berjalan meskipun perlahan Bryan pun menarik tangan aurel agar tidak menjauh lagi.


"Apasih bry, mau apa lagi Lo?!!" Sentak aurel karena tidak suka perlakuan Bryan yang menarik paksa tangannya.


"Tunggu bentar kenapa sih? Kan gue cuman mau ngomong aja" kesal Bryan


"Yaudah tapi lepas dulu" Bryan pun melepas tangan aurel


"Mau ngomong apa?!" Judes aurel


"Gue cuma mau nanya eza mana?" Tanya Bryan


"Ya mana tau emang gue bapak nya?" Bohong aurel karena ia melihat kalau Bryan bermelatit jahat pada eza


"Lo kan Deket sama dia, masa' ngga tau sih?"


"Ya emang nggak tau, Lo mah aneh, udah dibilangin nggak tau juga"


"Yaudah awas aja Lo boong, ini Lo mau kemana?"


"Pulang"


"Mau gue anter nggak?"


"Tumben Lo baik?" Tanya aurel merasa aneh dengan perubahan Bryan


"Ya kan emang gue udah berubah"


"Yaudah kalo gitu, gue balik dulu"


"Hemm" jawab aurel Bryan pun kembali ke motornya lalu dengan gerombolannya gengnya pergi, tidak lama mang mobil mang Kirun berhenti di jalan yang tadi Bryan berhenti,.


Cepat-cepat aurel masuk ke mobil.


"Lama banget sih mang??" Kesal aurel karena sudah menunggu terlalu lama


"Maaf non, tadi masih di suruh anterin bi inah belanja,  "


"Yaudah cepetan mang" mang Kirun pun melajukan mobilnya untuk menuju pulang.


Sore hari para keluarga kerabat mama ambar dan papa adrian pun berdatangan.


Yang datang pertama adalah vino, karena memang apartemen nya di jakarta dan tidak terlalu jauh, athar hanya menjawab jika vino bertanya jika tidak ia sama sekali tidak bertanya pada vino, hatinya masih kesal jika melihat vino apalagi kalau vino melihat istrinya.


Tidak lama rombongan keluarga vino dari puncak datang Tante nindi, Adel serta om Randi.


"Wahh kalian rajin banget sih, kan janjiannya jam 7 ?" Tanya adrian pada adik semata wayangnya.


"Hehe, Adel tuh kak ngerengek banget pas liat status mbak ambar kalian pulang, dia pengen tau banget keponakan kembar, kan keluarga kita baru kali ini ada yang punya anak kembar" jawab randi.


"Mana Dede bayi nya Tan?" heboh adel


"Tunggu bentar disini ya, kayak nya masih ***** " jawab ambar.


"Yaudah aku ke kamar aurel dulu ya?" Pamit Adel langsung berlari ke arah tangga menuju kamar aurel.


"Aduh del jangan lari-lari dong kayak anak kecil aja" panggil nindi


"Udah nggak apa-apa, kamu kayak nggak tau Adel sama aurel aja kalo udah ketemu gini, udah sambil di makan ini cemilannya nin!" Kata ambar mempersilahkan


"Iya mbak, vino... Kamu udah disini aja? Dari tadi? Tumben banget kamu acara keluarga gini semangat" tanya nindi melihat anak nya yang sepertinya sudah lama terbukti kopi di depannya sudah hampir habis.


"Tau nih Tan, kesini cuma minta kopi, di pikir disini warung apa?" Judes athar.


"Heh kayak Lo nggak sanggup beli gula sama kopi aja sih! Jan kek orang susah deh, besok gue beliin se kontainer " jawab vino tak kalah judes


"Ehh.. udah-udah, kok malah jadi kayak anak kecil sih, udah athar, kamu ngga usah mulai deh" ujar papa adrian mengingatkan putranya


" Tau tuh om,"


"Eh.. vino??!! Sstt, diem deh" Randi pun mengingatkan putranya, seketika athar dan vino sama-sama terdiam dan kemudian semuanya melanjutkan pembicaraan ngalor ngidul, tidak lama pun keluarga yang lain datang seperti Anita dan Ainun, Nita sendirian sedangkan Ainun pun juga sendirian. melati keluar di bantu athar membawa bayi nya satu persatu, nindi dan Nita pun menggendong satu persatu bayi kembar tersebut mereka pun mengobrol banyak bersama melati.


"Haduh aku nggak berani gendong deh melati, ini kecil banget, kayak gendong kucing" kata Tante ainun,.


"Namanya juga prematur mbak, ya memang kecil" kata ambar menimpali ucapan kakak nya karena tidak mau menyakiti perasaaan melati

__ADS_1


" Iya nun, namanya juga prematur, kamu gimana sih" kata Nita kakak tertua mama ambar, sebenarnya ia sangat iri sekali pada adik bungsu nya yang hidupnya seakan sudah sempurna, dengan bisnis sukses suami yang setia dan di lengkapi sepasang anak bahkan kini mendapatkan cucu kembar yang tampan dan menggemaskan. Berbeda dengan dirinya yang baru saja tadi suaminya kepergok chek in dengan pelacur ditambah dengan putri satu-satunya belum menikah membuatnya agak stress, tapi Ainun selalu bisa menyembunyikan masalah pribadi nya dengan di selimuti dengan membangga-banggakan dirinya sendiri serta keluarganya di depan orang lain.


Setelah lama mengobrol semuanya pun makan malam bersama dengan hangat meskipun Ainun tidak seperti biasanya yang bawel kali ini lebih diam.


.


Hari ini ujian kelulusan aurel dan eza di sekolah di laksanakan, kedua orang tua aurel pun sudah mengetahui kalau aurel dan eza sudah berpacaran, mereka sangat senang karena setiap kali mengajak aurel keluar atau sekedar nonton eza sangat gentle menjemput dan meminta izin baik-baik, malah lebih banyak mereka berdua menghabiskan waktu di rumah aurel dengan cara belajar bersama atau sekedar menemani si kembar rayyan dan refal.


"rel, za, semoga nanti ujiannya lancar ya, terus nilainya memuaskan " kata papa adrian saat sarapan bersama dan seperti biasa eza yang menjemput aurel selalu di ajak ikut sarapan.


"Amin om, "


"Aminn pa" jawab keduanya kompak


"Kamu habis ini kuliah dimana za?" Tanya mama ambar


"Saya sih di Jakarta sini aja tan, soalnya nenek udah tua nggak mau jauh dari nenek"


" Wah sayang banget ya, tapi nggak apa-apa za di Jakarta juga banyak kok universitas yang sebagus di luar, malah bisa lebih " jawab papa adrian


"Ada yang bakal LDR nih" tambah athar menyahut aurel dan eza pun menoleh, lalu eza menatap aurel.


"Ihh, kakak nih, lagian kan nggak apa-apa ya za, kan LDR karena di tinggal sekolah, eh tapi boleh ngga sih pa? Kalo aku kuliah disini aja?" Tawar aurel


"Ya ngga bisa dong rel, kan udah papa daftarin jauh-jauh hari, masa' kamu nggak sayang uangnya? Nggak murah Lo" jawab papa adrian, aurel lalu terdiam.


"Iya, di kira duit tinggal ngambil dari pohon apa?" Tambah athar,.


"Diem Lu...,, Berisik " timpal aurel yang kesal pada athar


"Yee,.. di kasih tau juga"


"Mulai dehhh, udah.. sarapan yang bener mas .." melati yang pusing jika athar dan adik iparnya ini berdebat.


"Tuhh dengerin titah ibu ratu" tambah aurel membuat athar menoleh pada aurel


"Baik yang mulia ratu" jawab athar seraya menganggukkan kepalanya, membuat melati malu dan jadi bahan tertawaan.


"Ihh,.. udah ah mas.. jangan gitu"


"Tau nih aurel, kan permaisuri ku ini jadi malu" athar menggenggam tangan melati lalu mencium nya membuat melati makin malu malu.


" Udah-udah athar, cepetan sarapannya, nanti telat lagi ke kantor nya" pinta papa adrian, semuanya pun patuh dan langsung segera menyelesaikan sarapan nya.


Selesai sarapan aurel dan eza pun pergi terlebih dahulu karena memang takut terlambat sedangkan athar masih menunggu papa nya menyelesaikan minum kopi nya karena hendak bicara sesuatu.


"Kok nggak berangkat duluan athar?" Tanya mama ambar heran karena biasanya athar tidak pernah menunggui papa nya.


"E .. pa, boleh nggak kalo aku izin hari ini?" Tanya athar tiba-tiba, melati langsung berdiri dan membawa piringnya ke dapur karena malu, athar benar-benar membicarakannya pada papa dan mama nya.


"Kenapa izin athar? Kamu sakit?" Tanya ambar?


"Iya athar, kenapa?" Tanya papa adrian


"Nggak sih pa, ma, aku cuma pengen berduaan sama istriku, sehari ini aja, boleh nggak?" Ujar athar tiba-tiba, ambar dan adrian agak bingung tapi mereka menunggu athar menyelesaikan penjelasan nya.


" Kan melati baru selesai masa nifasnya, aku pengen berduaan aja gitu loh ma, gitu deh pokoknya" tambah athar


" Terus si kembar gimana?" Tanya ambar


"Mama hari ini ngga ke butik kan? Tuh masih pake daster berarti lagi di rumah" athar menaik turunkan alis nya,


"Kok mama ?" Tanya ambar


"Ya mama bantu jagain cucu mama dong, mau ya mau ya? Baby sitter nya kan juga udah dua mau ya ?" Tanya athar dengan tatapan memohon.


" kenapa nggak di rumah aja sih athar?" Tanya papa adrian


" Ya papa kan tau sendiri kalo di rumah denger suara nangis istri aku udah langsung nyamperin, banyak gangguannya tau pa" jawab athar tanpa malu-malu, membuat papa adrian geleng-geleng sambil tersenyum sendiri melihat permintaan putranya.


" Yaudah nggak apa-apa tapi, jangan Sampe malem, kamu tau sendiri kan kalo malem baby sitter nya udah pulang semua, mama takut pusing kalo sendirian" ujar mama ambar.


"Nanti kalo telat dikit minta tolong bi Ina lah ma" tawar athar


"Huh.. terserah kamu deh, kayak pengantin baru aja" tambah mama ambar


"Hehehe, makasih ya ma pa, aku siap-siap dulu " athar langsung menuju dapur menghampiri melati yang sedang pura-pura minum karena tidak mau kembali ke meja makan.


"Sayang udah aku bilang, ayo cepetan siap-siap" ujar athar heboh.


"Beneran mas? Ihh kamu kok berani banget sih aku malu tau sama papa mama" jawab melati


" Udah, yang penting udah mau, ayoo" athar menarik tangan melati menuju kamar untung saja saat melewati meja makan papa dan mama sudah keluar karena papa nya sudah hendak berangkat dan mama ambar mengantarkan sampai mobilnya.


" Dengan segera mereka menaiki tangga dan masuk kamar lalu melati segera mengganti baju nya begitupun athar mengganti pakaian kerja yang baru tadi pagi di pakainya dan mengganti nya dengan yang lebih santai. Tidak lupa athar menyiapkan koper kecil ia membawa baju-baju yang sudah beberapa waktu terakhir ia belikan untuk istrinya untuk menyambut unboxing malam kesekian setelah melati lepas nifas.


Setelah semuanya siap melati kemudian menghampiri rayyan dan refal yang sedang tidur pulas, ia lalu menciumi keduanya putra nya tidak lama athar pun menghampiri melati dan ikut menciumi anak-anak nya.


"Udah nggak apa-apa, di tinggal bentar aja kok sayang" ujar athar menenangkan melati karena athar tau melati pasti berat meninggalkan refal dan rayyan meskipun sebentar.


"Iya mas, udah yuk berangkat sekarang, anak-anak mumpung masih tidur" ajak melati athar pun mengangguk mereka pun berjalan bergandengan menuju lantai bawah, ternyata mama ambar sudah berada di bawah tangga menunggu melati dan athar keluar.


" Astaga athar, kok bawa koper segala? Kalian mau nginep berapa hari sih??" Tanya ambar kaget melihat athar membawa koper kecil.


" Nggak kok ma, nggak Sampe beberapa hari, nanti malem juga pulang" jawab athar


"Iya ma, aku juga nggak tega ninggalin anak-anak lama-lama, nitip rayyan sama refal ya ma" tambah melati yang ambar tau melati masih agak berat ikut athar, tapi mau bagaimanapun ia juga tidak dapat menolak karena memang ia juga butuh waktu berdua dengan athar setelah hampir dua bulan stress mengurus dua bayi sekaligus ya meskipun banyak yang membantunya bahkan ada dua baby sitter tapi melati pasti juga butuh liburan.


" Iya melati, nikmati waktu berdua kalian ya, biar cucu-cucu mama mama yang urus hari ini" kata mama ambar.


"Siap Bu bos, terimakasih mama ku tersayang " athar menghampiri ambar lalu memeluk mama nya tidak lupa mencium pipi nya.

__ADS_1


" Iya-iya, udah buruan berangkat" athar pun mengangguk lalu ia mencium tangan mama nya di ikuti melati, setelah itu mereka pun berangkat dengan menaiki mobil athar.


__ADS_2