
Pagi hari pun kembali menyapa , saat ini Karin berada di rumah Papah nya Dika karena Karin khawatir tentang keadaan Dika .
Karin pun berjalan ke arah kamar Dika , dan membuka pintu nya .Karin terkejut saat melihat Dika yang terduduk dengan memegang pelipis nya .
''Pah , Papah kenapa ?? . Apa Papah ga tidur semalaman??'' tanya Karin sambil menghampiri Dika
Dika pun menoleh ke arah Karin , dengan tersenyum yang di paksakan .
''Tidak Karin , Papah baru saja bangun . Hanya saja , entah kenapa kepala Papah terasa pusing'' jawan Dika jujur
''Pah , Papah jangan terlalu banyak berfikir tentang masalah Felis dan juga Mamah . Ingat tentang kesehatan Papah'' ucap Karin penuh perhatian pada Dika
''Terima kasih Nak . Kau begitu perhatian pada Papah'' ucap Dika mengelus kepala Karin
__ADS_1
Dika pun beranjak dari ranjang nya , dan berjalan menuju ke kamar mandi .
''Papah mau kemana??'' tanya Karin
''Papah harus pergi ke kantor Karin , ada pekerjaan yang belum Papah selesaikan'' ucap Dika berasalan
Sebenar nya dia ke kantor untuk melihat situasi yang saat ini tengah kacau balau karena ulah Sarah . Ternyata , Sarah juga menggunakan uang karyawan untuk keperluan nya sendiri dan kini Dika tidak tau harus berbuat apa karena jujur saja semua investor di perusahaan nya telah membatalkan kerja sama dengan nya . Di tambah lagi , keadaan uang yang sangat menipis .
Dika pun berjalan ke kamar mandi , dan tiba tiba kepala nya terasa berat hingga membuat tubuh Dika terhuyung karena tidak stabil .
''Kalau Papah tidak sehat , lebih baik Papah jangan ke kantor dulu'' kata Karin sambil membaringkan tubuh Dika di atas ranjang
''Tapi bagaimana dengan kantor Karin , bagaimana juga dengan nasib pada karyawan . Kau tau nak saat ini keadaan perusahaan Papah tidak sedang baik baik saja . Papah terlilit hutang yang banyak , dan uang yang untuk para karyawan di ambil oleh Mamah mu. Sekarang Papah bingung , Papah tidak tau harus berbuat apa lagi pada karyawan Papah . Kasihan mereka Karin karena belum juga mendapatkan gaji nya'' ucap Dika menceritakan semua nya pada Karin
__ADS_1
''Apah!! . Kenapa Papah tidak pernah cerita sama Karin Pah?? '' tanya Karin dengan ekpersi terkejut
''Papah tidak ingin merepotkan mu Karin'' jawab Dika sambil menundukkan kepala nya
Karin pun mengambil nafas dalam dan menatap ke arah Dika dengan pandangan tak tega .
''Pah , bagaimana pun juga Karin ini adalah anak Papah jadi Papah jangan pernah merasa sungkan pada Karin . Baik lah , untuk sementara biarkan Karin yang mengurus perushaan Papah dan Papah istirahat lah sampai keadaan Papah baik ya'' ucap Karin menarikan selimut pada Dika
''Terima kasih Nak'' ucap Dika tersenyum
Karin pun membalas senyuman Dika , lalu berjalan keluar dari kamar Dika agar dia bisa beristirahat dengan baik .
Karin pun berjalan ke arah bawah dan melihat Raisa yang tengah duduk sambil membaca majalah . Sedangkan Felis , dia sudah berangkat sejak tadi pagi dan meninggalkan rumah ini .
__ADS_1
''Bagus Karin , kau bisa menyingkirkan musuh mu satu persatu . Kau telah membuat Felis pergi dari rumah ini dan setelah itu , kau membaut Mamah pergi juga dari rumah ini . Tapi kau tidak akan pernah bisa mengusir ku dari sini'' ucap Raisa dengan sinis pada Karin
''Aku tidak pernah mengusir siapa pun dari rumah ini . Mereka pergi karena memang seharus nya mereka pergi , dan jika kau berfikir bahwa aku akan mengusir mu dari sini kau salah besar kak . Karena aku ingin memberikan rumah baru pada mu , yaitu penjara'' ucap Karin lalu meninggalkan Raisa dengan wajah penuh amarah karena ucapan Karin