Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah
episode 125


__ADS_3

Karin memejamkan matanya, sedangkan Leon dia menatap kearah Karin yang saat ini tengah berada di bawahnya. Untuk sejenak Leon terpaku akan wajah Karin yang jika di lihat dari dekat terlihat sangat cantik.


"Ternyata wanita ini cantik juga," gumam Leon dalam hati sambil tersenyum saat melihat wajah Karin.


Sedangkan di sisi lain, Karin saat ini tengah merasa kesakitan karena Leon tidak segera bangkit dari tubuhnya.


"Si singa jantan ini kenapa sih gak cepet bangun dari atas tubuhku. Mana berat lagi.'' ucap Karin dalam hati sambil menahan berat badan Leon.


Sedangkan Robby, dia diam terpaku akan kejadian yang menimpa Tuanya. Leon berada diatas tubuh Karin dan itu membuat Robby sedikit terkejut hingga dia tidak segera menolong Leon.


''Tuan, bisakah kau segera bangun dari atas tubuhku.'' kata Karin dengan suara gemetar karena menahan berat badan Leon.

__ADS_1


Leon yang tersadar langsung bangun dari tubuh Karin, dia langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi tenang dan membersihkan kotoran yang menempel di bajunya.


Karin pun bernafas lega saat Leon sudah bangkit dari atas tubuhnya. Dia menghembuskan nafas lega sambil berusaha untuk berdiri.


''Tuan, Tuan tidak apa apa??'' tanya Robby menghampiri Leon.


''Aku tidak apa apa.'' jawab Leon singkat.


''Kamu sengaja kan mengambil kesempatan dalam kejadian ini??. Kamu sengaja menarik aku hingga aku jatuh diatas tubuh mu, pasti kau seperti wanita lainnya yang menginginkan diriku. Ingat ya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah tertarik dengan wanita seperti mu. Apalagi kau seorang janda, jadi kau harus introspeksi diri mu dulu sebelum menggodaku.'' kata Leon menuduh Karin bahwa dia ingin menggodanya.


Karin tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Leon. Bukannya berterima kasih, dia malah menuduhnya untuk menggoda dia. Karin menggelengkan kepalanya dengan wajah menahan amarah saat dia mendengar perkataan Leon yang membuatnya sangat terluka.

__ADS_1


''Jadi ini balasan mu setelah aku menolong mu. Hah, benar benar orang yang tidak tau berterima kasih. Hey Tuan, kau mungkin bisa sombong dengan semua yang kau miliki saat ini. Kau memang tampan, kaya dan juga masih muda. Aku yakin banyak diluaran sana wanita yang menyukai bahkan sangat tergila gila pada mu,'' kata Karin dengan wajah penuh amarah.


''Tapi satu hal yang harus kau tau, bahwa tidak semua wanita tergila gila padamu. Jadi kau jangan terlalu sombong mengatakan bahwa aku menggoda mu, untuk apa aku menggoda mu. Bahkan mantan suamiku dulu lebih tampan dan juga lebih kaya dari pada kamu. Jadi seharusnya kau lah yang harus introspeksi diri, bukan aku.'' kata Karin menatap tajam kearah Leon yang diam mematung akan ucapan Karin.


''Seharusnya aku biarkan saja kau tertimpa semen itu. Agar kau cacat dan kau akan tau bagaimana rasanya menjadi orang yang kekurangan.'' kata Karin lalu meninggalkan Leon yang masih memandang kearah Karin yang sudah pergi dari hadapannya.


Robby hanya bisa terdiam saat melihat kemarahan Karin pada Leon. Robby pun berfikir bahwa Leon seharusnya mengucapkan terima kasih pada Karin bukan malah menuduhnya menggoda dia.


''Tuan, saya akan melihat keatas dulu. Kenapa semen ini bisa jatuh.'' kata Robby ingin pergi dari keadaan yang canggung ini.


Leon tidak berkata apapun dan Robby pun langsung pergi menuju ke lantai atas gedung untuk melihat penyebab jatuhnya semen ini.

__ADS_1


Sebenarnya Leon berkata seperti itu untuk menutupi rasa kagumnya tadi akan kecantikan Karin. Dan tanpa dia sadari bahwa apa yang dia ucapkan membuat Karin terluka dan marah padanya. Ada perasaan bersalah dalam diri Leon pada Karin karena dia telah menuduhnya.


__ADS_2