
"jadi beneran di tinggal jauh dong aku?" Tanya eza saat berada dalam mobil saat perjalanan ke sekolah.
" Ya gimana za? Papa udah daftarin kuliah udah lama masa' aku ngga jadi berangkat sih" jawab aurel yang sebenarnya juga berat
" Aku pengen banget ikut kamu, tapi nenek aku gimana ?" Sedih eza mengingat kesehatan nenek Atika yang semakin menurun bahkan sekarang makin sering sakit-sakitan, melihat kebimbangan eza aurel menggenggam tangan eza dan mengusapnya lembut
"Udah ngga usah di jadiin beban ya za, lagian kan sekarang jaman udah canggih, kita bisa telfonan video call an everyday "
"Kalo kangen pengen ketemu gimana?" Tanya eza
"Ihh kok kamu makin pinter aja sih ngomong nya ?" Tanya aurel karena melihat eza yang makin kesini makin terbiasa mengungkapkan kata-kata romantis.
"Ya gimana dong sayang? Aku takut kalo kamu jauh dari aku" Tanya eza sambil menciumi tangan aurel yang berada dalam genggamannya tidak terasa mobil eza sudah memasuki halaman parkiran sekolah.
" Udah yuk turun.." ajak aurel karena tangannya masih di pegang pacarnya. eza mengangguk tapi kini eza malah sedang menatap aurel.
"Kenapa za?" Tanya aurel eza tak menjawabnya kini eza mendekatkan wajahnya ke wajah aurel dan tanpa aba-aba eza mencium kening aurel, aurel yang baru pertama kali ini di cium eza agak kaget tapi tak bisa di pungkiri hati nya berbunga-bunga.
" Biar nanti kita kerjain ujiannya semangat" ujar eza dengan senyum semanis pemanis buatan. aurel mengangguk tersenyum lalu eza keluar dan tidak lupa membukakan pintu untuk aurel. Mereka pun berjalan sejajar memasuki kelas dan jelas eza mengantarkan aurel ke kelasnya terlebih dahulu.
.
.
.
" Ayo sayang" athar keluar dari mobil begitupun melati, athar mengambil koper kecilnya terlebih dahulu lalu keduanya masuk, setelah check in athar menggandeng melati menuju kamar suite.
Setelah berhasil membuka kamar athar menaruh kopernya terlebih dahulu tapi tidak di taruh di lemari melainkan sembarangan di lantai karena athar langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang.... Aku kangen.." bisik athar.
"Ihh kamu nih ada-ada aja, tiap hari kan kita ketemu sayang, mana ini lagi lebay banget Sampe ke hotel segala, kan malu tau sama mama"
" Ya ngga apa-apa dong sayang, lagian kita kan udah lama ngga gituan, sekalian liburan stress juga ya ngurusin dua bayi"
"Iya mas, aku juga ngga nyangka bakal se repot ini, kadang pengen nangis kalo udah nangis dua-duanya, untung aja masih ada yang bantu ngurus kayak mama kamu sama baby sitter nya, btw makasih ya mas, kamu selama ini support aku banget"
__ADS_1
"Ya harus dong sayang, kan udah kewajiban aku, udah ah, stress nya sama kegundahan di buang dulu, sekarang waktunya kita berdua" athar mulai mencium pipi istrinya.
"Tapi mas, aku kan belum pasang KB, pake k*nd*m ya?" Khawatir melati
" Aku ngga persiapan itu lagi yang, gimana dong?" Tanya athar ikut bingung.
"Ngga apa-apa deh, keluarin di luar aja ngga apa-apa kok" usul athar.
"Yaudah janji ya jangan di dalem?"
"Iya sayang" melati pun melepas pelukan athar lalu membalikkan tubuh nya hingga berhadapan dengan suaminya
"Ganti baju dulu gih, sama baju dinas, aku udah kangen banget liat kamu pake baju se*y" pinta athar, melati pun mengangguk ia pun mengambil lingerie dalam koper nya lalu masuk ke kamar mandi, setelah ganti baju tidak lupa melati menyemprotkan parfum agar membuat athar makin betah menciumnya.
melati melihat athar menunggunya di ranjang sambil memandangi pintu kamar mandi menunggunya keluar, setelah melati keluar athar tersenyum memandangi istrinya berjalan tapi tidak dengan melati, sepertinya melati agak cemberut
"Kenapa sayang? Kok keliatannya ngga suka?" Tanya athar menyambut melati dengan memeluknya
"Mas aku ngga pd pake ini, perut aku udah agak gendut kamu pasti kecewa kan sama aku?" Tanya melati dengan nada sedih
"Ngga dong sayang, aku ngga pernah kecewa sama kamu, kamu masih tetep cantik kok, meskipun perut kamu sedikit mengembang tapi aku tau kok akhir-akhir ini kamu makannya agak banyak karena emang musti harus ngasih asi buat anak-anak kita, tapi percaya deh sama aku, kamu masih perempuan paling cantik buat aku" jelas athar membuat melati sedikit terhibur. melati pun tersenyum mendengar pujian suaminya athar pun mulai dengan menci*m bibir melati lembut melati dengan senang hati menerimanya kedua bibir mereka saling berta*t saling menyalurkan rasa sayang dan kasih dari masing-masing,.
"Iya sayang, " ujar athar dengan mata terpejam menikmati elusan tangan melati. melati mulai membuka kancing dan resleting celana athar lalu dengan cepat celana itu melati memel*r*tkan hingga jatuh ke bawah kini tinggal segitiga athar yang sudah mengetat bahkan ujungnya sudah keluar dari atas.
melati lalu berjongkok dan mulai memberikan servis terbaik nya untuk suaminya.
.
.
.
"Oliv, kamu kenapa sekarang makin boros ? Ini belum ada dua Minggu loh kok sudah minta lagi?" Tanya chandra karena kini Olivia datang ke kantornya untuk minta uang, padahal belum ada dua Minggu chandra sudah memberikan Oliv uang bahkan sudah ia lebihkan dari biasanya.
" Piii.. papi masa' ngga ngerti sih, kebutuhanku kan banyak, uang yang kemarin udah habis aku beli tas " jelas Oliv
"Tas apa?? Coba mana aku liat?" Tanya chandra Olivia.
__ADS_1
"Tas branded pi, eee.. belum dateng,.. iya aku masih po barangnya tapi udah aku lunasin " jelas Olivia terlihat gugup
" Yaudah aku transfer sekarang, pokok nya ini Sampe bulan depan, ngga usah nurutin gaya hidup deh mi, kamu juga harus punya tabungan biar suatu saat gampang kalo butuh-butuh" nasehat chandra sambil melakukan transaksi dari ponsel nya.
"Yaelah Pi, kamu ngeluh gini kaya orang miskin ngga punya duit aja, kamu kan kerja buat aku sama Vanesa juga, "
"Iya ngerti mi, tapi kamu juga harus atur keuangan yang bener biar pengeluaran kita itu terhitung dan ngga kebuang buat barang-barang ngga penting"
"Ngga penting kamu bilang? Giliran beliin eza aja kamu juga ngga mikir gitu? Kenapa sekarang malah hitung-hitungan gini? "
"Kok malah banding-bandingin eza sih?" Tanya chandra terlihat emosi
"Ya gimana nggak bandingin? Kamu ngasih aku 1 miliar aja itung-itungan gini, aku tau loh Pi kamu waktu itu beliin eza jam tangan sama sepatu dari US habis belasan miliar buat di kasih ke eza, kamu pikir aku bodoh apa?"
"Lah Vanessa sama kamu kan juga aku beliin mi, belasan miliar itu juga itungannya sama punya kalian bukan buat eza aja"
"Ya tapi aku liat struk nya lebih mahal punya eza " kesal Olivia dengan wajah tidak suka.
"Udah deh mi, stop iri sama eza dia itu anak kamu juga"
" Ngga Sudi aku punya anak dari wanita itu"
"Kok kamu berubah gini sih?!! Maksud kamu apa?!" Marah chandra, Olivia langsung berdiri dari duduk nya
"Udah ah, capek aku lama-lama sama kamu gini mending aku pergi aja "
Oliv pun melangkah keluar lalu membanting pintu dengan keras membuat chandra heran
"Kenapa Olivia berubah begini? Bukannya dulu dia support aku kenapa malah jadi iri sama anakku gini?" Gumam chandra, ia sebenarnya sudah jarang sekali berkomunikasi dengan Olivia, di samping kesibukannya setiap pulang Olivia pun jarang sekali di rumah dengan alasan keluar bersama teman-teman nya giliran di hubungi tidak pernah di angkat atau di jawab.
chandra pun menghubungi salah satu anak buahnya.
"Halo, kamu ikuti kemanapun istri saya pergi, laporkan dengan siapa saja ia bertemu atau apapun pokok nya laporkan saja sama saya"
"Siap pak"
"Oke" chandra menutup telponnya, setelah di fikir-fikir barusan ia harus melakukan ini, mungkin saja istrinya berubah karena bertemu dan berteman dengan orang yang salah.
__ADS_1
"