
Karin pun menghampiri Aiden dan mengambil surat pengajuan perceraian nya . Dan Karin langsung tanda tangan di kertas tersebut .
''Ini Kak , aku sudah tanda tangan di surat ini'' ucap Karin tersenyum sambil menyerahkan surat tersebut
''Baik lah , kalau begitu aku permisi pamit dulu . Aku akan memproses secepat nya surat perceraian kita ini'' ucap Aiden dengan luka di hati nya
Karin yang melihat ekspresi wajah Aiden menjadi tidak tega .
''Kita tidak akan pernah melepas tali persaudaraan kita Kak . Aku sudah menganggap mu sebagai Kakak ku sendiri , dan selama kau adalah Kakak ku jadi jangan bersedih Kak . Kita tetap akan bisa bertemu'' ucap Karin tersenyum
Aiden tersenyum ke arah Karin , dia tidak menyangka bahwa Karin tetap baik pada nya meskipun selama ini dia sudah jahat pada nya .
''Terima kasih Karin , dan sekali lagi . Aku minta maaf pada mu'' ucap Aiden lalu berjalan melangkah keluar dari rumah Karin
Dengan terburu buru Aiden masuk ke dalam mobil nya , dia tidak bisa berlama lama untuk melihat Karin karena dia takut bahwa dia akan berubah pikiran dan tidak bisa melepas Karin lagi .
Raisa yang mendengar pembicaraan antara Karin dan juga Aiden tersenyum puas karena tujuan nya untuk memisahkan Aiden dan juga Karin berhasil .
__ADS_1
''Yes , akhir nya mereka berdua berpisah juga . Kini langkah selanjut nya adalah membuat Karin hancur . Setelah itu aku akan hidup bahagia bersama Aiden . Ah senang nya , aku sudah tidak sabar menanti hari itu'' ucap Raisa kegirangan
Sedangkan di tempat lain , saat ini Sarah tengah berada di rumah sakit . Dan Sarah sangat terkejut saat mengetahui penyakit yang tengah dia idap .
''Apah Dok , saya mengidap penyakit leukemia??'' tanya Sarah sangat terkejut
''Benar Bu , dan saat ini penyakit Ibu sudah memasuki stadium empat'' jawab sang Dokter
Sarah terdiam , mencerna ucapan yang tadi dikatakan oleh Dokter . Dia masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Dokter .
''Kita hanya perlu ikhtiar Bu dan pasrah kan semua nya pada sang maha Kuasa'' ucap Sang Dokter dengan wajah sedih
Karena dari pemeriksaan nya , penyakit leukimia nya sudah memasuki stadium empat dan meskipun harus melakukan kemoterapi dan pengobatan hasil nya untuk berhasil sangat sedikit .
Sudah dua tahun terakhir ini Sarah mengalami gejala mual dan muntah , mudah lelah dan terkadang Sarah mengalami mimisan tanpa dia sadari . Karena menurut Sarah , bahwa diri nya hanya kelelahan saja dan tanpa dia duga ternyata dia sudah mengidap penyakit leukimia .
Sarah keluar dari rumah sakit dengan perasaan sedih , terkadang air mata nya jatuh tanpa dia sadari karena tidak menyangka bahwa umur nya sudah tidak lama lagi .
__ADS_1
''Aku harus memberitahukan nya pada Raisa'' kata Sarah dan berjalan untuk menemui Raisa
Setelah menempuh perjalan dengan menaiki taksi , Sarah pun tiba di rumah Dika . Dia menatap ke rumah itu dengan perasaaan ragu . Dan saat itu juga mobil yang di Raisa melintas .
Sarah pun memanggil Raisa , dan menghampiri nya .
''Raisa !!'' panggil Sarah
''Ada apa Mah??'' tanya Raisa sambil menurunkan kaca mobil nya
''Ada sesuatu yang ingin Mamah bicarakan dengan mu , ini tentang hidup Mamah Nak'' ucap Sarah dengan wajah sedih
''Mah , jika Mamah datang ke sini untuk minta uang . Nanti saja Mah , Mamah kan tau sendiri bagaimana keuangan ku sekarang'' ucap Raisa marah pada Sarah
''Tidak Nak , tidak . Mamah datang ke sini bukan untuk meminta uang pada mu , Mamah hanya ingin memberitahukan bahwa Mamah pengidap-" belum selesai Sarah melanjutkan kalimat nya . Raisa memotong nya
''Sudah lah Mah , nanti saja kita sambung lagi .Aku sedang terburu buru'' ucap Raisa lalu meninggalkan Sarah yang diam menatap kepergian Raisa
__ADS_1