
..
Sudah lima menit berlalu eza pun melangkahkan kakinya masuk kembali ke sekolah, ia hendak menuju kelas aurel tapi saat lewat di sebelah toilet karena toilet nya tidak di tutup eza melihat tas aurel dari luar, ia pun mendekati toilet karena Takut aurel kenapa-napa apalagi di lantai depan toilet banyak sekali air kotor dan bau sekali menggenang.
"rel? Lo disini?" Panggil eza aurel seketika menoleh dengan mata sudah menangis membuat eza kaget.
"Lo kenapa" kaget eza menghampiri aurel yang menangis eza tidak memperdulikan lagi akan sepatunya yang basah dan bau karena menginjak air got yang menggenang di lantai.
"Bilang sama gue siapa yang lakuin ini rel!" Tanya eza aurel menggeleng.
"Gue nggak tau za, gue nggak liat, kejadiannya cepet banget" jelas aurel menjaga jarak pada eza karena tidak PD dengan penampilan nya yang kacau.
"Sialan" gumam eza kesal pada orang yang dengan sengaja menjahili aurel.
"Lo keluar aja dulu za, kayak nya gue masih bau" pinta aurel, eza justru menggeleng.
"Gue bantuin bersihin ya, sini tas Lo," eza membantu aurel membuka tas ransel nya yang dari tadi melekat di punggung nya aurel pun menurut, karena memang kali ini dia butuh bantuan.
"Lepasin aja ya sepatunya?" Tanya eza aurel mengangguk eza lalu mendudukkan aurel di kloset lalu ia berjongkok membukakan sepatu aurel.
", Maaf ya za gue jadi ngerepotin elo" ujar aurel kala eza sibuk membukakan sepatu dan kaos kaki aurel.
" Bukan salah Lo rel, ini salah orang yang lakuin ini sama Lo, bener-bener ya gue harus bikin perhitungan ini"eza menggumamkan kalimat terakhir nya.
"Bentar ya, gue beli alat-alat buat mandi dulu yang Lo butuhin, nggak lama kok di mini market sekolahan"
" Kalo baju gue gimana?" Tanya aurel sambil menunduk melihat baju seragam nya yang basah kuyup serta bau air got itu.
" Sambil Lo mandi gue keluar bentar cari baju buat Lo, mau kan Lo gue tinggal bentar?" Tanya eza karena masih terlihat bahwa aurel sangat ketakutan dengan apa yang baru saja terjadi.
" Gue... Ta..kut..."
"Terus mau nya gimana ??" aurel pun juga bingung membuat eza tak tega.
",Gue janji kok bakalan cepet, bentar gue mau pinjem motornya pak satpam biar lebih cepet gimana?? Mau kan??" Tanya eza lagi, dengan terpaksa aurel mengangguk, karena memang hanya itu pilihan terbaiknya.
"Yaudah bentar ya gue beliin alat mandi dulu" pamit eza dengan langsung berlari menuju mini market sekolah yang berjarak hanya beberapa meter. Tidak sampai sepuluh menit eza sudah kembali dengan membawa satu kantong plastik berukuran sedang yang berisi peralatan mandi.
"rel sekarang Lo mandi terus gue bakalan cari baju ganti" ujar eza
"za?" Panggil aurel dengan ragu-ragu.
"Kenapa rel ?"
"Sekalian beliin....eee.."
__ADS_1
"Apa? Ngomong aja" aurel mendekati eza lalu ia berbisik"
"Cd sama bra" bisik aurel dan langsung di angguki oleh eza.
" oke, tunggu bentar ya" kata Eza Aurel pun mengangguk.
eza pun segera melangkah pergi ke pak satpam sedangkan aurel langsung masuk kamar mandi mengunci kamar mandi tersebut lalu membuka seluruh pakaiannya dan mandi bahkan aurel menyabuni dirinya berkali-kali agar baunya bisa segera hilang.
eza mencari butik yang tidak jauh dari sana ia tidak mau meninggalkan aurel sendirian terlalu lama. Setelah melihat butik eza pun masuk ia bahkan tidak tau itu butik mahal. Setelah masuk ia di layani oleh salah satu staff, awalnya staff itu tidak yakin karena eza hanya anak sekolah membawa motor sederhana tapi eza tidak memperdulikan tatapan para karyawan Butik tersebut ia langsung masuk dan langsung mencari baju yang dikiranya pas di tubuh aurel.
eza tidak malu sama sekali bahkan ketika bertanya dan memilih pakaian dalam.
eza pun memilih tidak lama karena ia lihat-lihat sebentar dan langsung ambil takut aurel menunggu terlalu lama.
Setelah membawanya ke kasir ternyata uang yang harus di bayarnya mencapai 3 juta padahal hanya satu setel pakaian casual dan dalaman perempuan, tambah satu handuk ukuran sedang, karena ia tidak membawa uang tunai akhirnya eza menyerahkan kartu dari papa nya, hal itu membuat mbak-mbak kasir tersebut kaget, karena memang kartu tersebut biasanya yang di pakai orang-orang kaya yang biasa belanja di butik nya.
"Bisa kak?" Tanya eza
"Bisa dek, ini, terimakasih sudah berbelanja" eza mengangguk lalu ia segera menuju sekolah kembali.
aurel tidak berani keluar karena memang ia sedang telanjang ia menunggu di dalam hingga eza mengetuk pintunya.
"rel, ini gue eza" aurel pun membuka perlahan dan sedikit ia sembunyi di balik pintu dan setelah di buka sedikit eza segera memasukkan paper bag yang berisi baju. aurel segera menerimanya dan cepat-cepat memakai bajunya, lima menit kemudian aurel keluar dengan memakai pakaian yang di belikan eza berupa kaos yang sedikit kelonggaran dan rok jeans selutut, sebenarnya eza tadi hendak membelikan celana jeans tapi tidak tau ukuran aurel.
"Lumayan, kaosnya ke gedean sih, tapi nggak apa-apa lah, yang penting ada" jawab aurel tapi sebenarnya bra yang di belikan eza sedikit kekecilan tapi tak apa lah ini aja sukur eza mau mencarikan nya.
aurel memasukkan baju-baju basahnya tadi ke paper bag yang untungnya berbahan plastik, eza kemudian menarik aurel ke tempat duduk, setelah itu eza berdiri dan membantu mengeringkan rambut aurel yang basah dengan handuk yang ia beli tadi.
aurel mendongak melihat eza yang dengan telaten mengeringkan rambut nya.
" Makasih ya za" ujar aurel dengan mata berkaca-kaca.
"Sama-sama" jawab eza tapi saat melihat aurel meneteskan air mata membuat eza khawatir, eza menyampirkan handuk yang ia pegang di atas punggung aurel dengan menaruh rambut aurel di luarnya agar tidak ada air yang menetes ke baju nya.
"Kok nangis??" Tanya eza lalu duduk menatap aurel.
" Gue nggak tau kalo nggak ada Lo gue gimana sekarang, " aurel sudah sesenggukan. eza lalu menghapus air mata aurel.
" Lo nggak akan gimana-gimana rel, karena gue yang akan jagain Lo, dan untuk kejadian barusan gue minta maaf, gue nggak tau kalo bakalan kayak gini, untuk kedepannya gue janji nggak bakal ada orang yang nyakitin Lo dan gangguin lo sedikitpun, nggak usah nangis ya" aurel mengangguk lalu ia memeluk eza dengan erat, bisa di bilang aurel masih kaget dengan kejadian barusan, eza pun membalas pelukan aurel, ia juga merasa bersalah atas kejadian ini, dan ia juga berjanji pada dirinya sendiri jika akan mencari siapa orang yang sudah membuat aurel seperti ini, saat sudah tenang aurel melepaskan pelukan nya.
"Udah yuk pulang" ajak eza aurel mengangguk.
"Tas gue mana??" Tanya aurel
,"Ini, udah gue masukin kantong plastik minta ke pak satpam sepatu Lo juga disini"
__ADS_1
Jawab eza menunjuk kantong plastik ukuran besar di belakang nya
"Yaudah yuk" ajak aurel eza mengangguk tapi eza baru ingat kalau ia tidak membelikan aurel alas kaki.
"Gue lupa beliin sendal rel, gimana dong ini?" sesal Eza karena lupa membelikan Aurel alas kaki.
"Nggak apa-apa kok za gue jalan aja yuk" mereka pun berjalan menuju parkiran.
"Sorry ya pasti panas kaki nya " ujar eza saat kaki aurel tidak menyentuh keramik lagi. aurel terlihat berjalan dengan terburu-buru,
"Nggak papa" jawab aurel tapi tapi ia berjalan tergesa-gesa membuat eza khawatir.
"rel" panggil eza aurel pun berhenti, tiba-tiba eza langsung menggendong nya apa bridal dan berjalan menuju mobil nya.
aurel tersenyum di gendongan eza dan mengalungkan tangannya di leher eza, menyandarkan kepalanya ke dada eza mendengar kan detak jantung eza yang terasa sangat tenang.
Sayang nya hanya sebentar karena kini mereka Sudah di depan mobilnya, lalu eza menurunkan aurel lalu membukakan pintu untuk nya aurel pun masuk, tidak lama eza masuk setelah meletakkan barang-barang aurel ke bagasi.
" Mau makan siang dulu nggak?" Tanya eza saat di perjalanan.
" Mau, gue laper banget za"
" Yaudah, mau makan dimana ?"
" Terserah deh, yang penting tempat nya adem" eza pun mengangguk lalu tidak lama ia menghentikan mobilnya di sebuah restoran.
" gue ke toilet dulu ya " pamit aurel setelah mereka duduk di salah satu meja. eza mengangguk. Setelah aurel pergi eza mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi papa nya.
"Halo pa, ganggu nggak aku?"
"Halo nak, ada apa? Enggak kok ini papa lagi mau istirahat"
"Aku mau minta tolong, " eza pun menjelaskan ia ingin tau siapa yang mengerjai aurel di sekolah barusan, dengan mudah pak Chandra pun mau dan segera mengurus itu, dan berjanji akan menolong eza.
"Yaudah kalo gitu, makasih ya pa, aku tunggu infonya "
"Iya nak" eza mematikan sambungan telfonnya, tidak lama aurel datang bersamaan makanan pesanan mereka, akhirnya mereka pun makan siang bersama.
.
Setelah makan siang mereka berdua langsung pulang ke rumah aurel, setelah mengantarkan aurel sampai rumah dengan selamat eza langsung pamit pulang pada aurel tapi sebenarnya tujuannya bukan pulang, melainkan kembali ke sekolah menemui operator cctv di sekolah yang sudah di beri kontak nya oleh papa nya.
.
.
__ADS_1