
Raisa pun melajukan mobil nya untuk menuju ke perusahaan Aiden . Entah kenapa saat dia mendengar bahwa Aiden dan Karin berpisah Raisa sangat bahagia . Hingga dia sudah tidak sabar untuk menemui Aiden dan memeluk nya .
Setelah tiba di perusahaan Aiden , Raisa pun langsung berjalan menuju ke ruangan Aiden .
''Aiden !!'' teriak Raisa kegirangan dan berlari memeluk ke arah Aiden
''Raisa , kamu ini apa apaan sih . Cepat lepaskan aku!!'' teriak Aiden sambil berusaha melepaskan pelukan dari Raisa
''Ih Aiden . Kamu ini gak tau apah kalau aku itu sangat rindu pada mu'' ucap Raisa dengan nada manja
Aiden yang mendengar ucapan Raisa merasa muak juga jijik . Aiden pun berusaha untuk mengindari Raisa dan menyuruh nya untuk pergi dari ruangan nya .
''Jika kamu datang ke sini hanya untuk mengatakan hal seperti itu . Lebih baik kamu pulang saja Raisa , karena aku tidak memiliki waktu untuk meladeni mu'' ucap Aiden mengusir Raisa
Raisa merasa sangat kesal dengan sikap Aiden yang mengacuhkan nya bahkan sampai mengusir nya .
''Aiden , kamu benar benar sudah berubah . Kau tidak seperti Aiden yang aku kenal dulu , apakah karena Karin sekarang kau seperti ini Hah??'' tanya Raisa dengan nada kesal
__ADS_1
''Sudah lah Raisa , aku sedang tidak ingin membahas hal itu . Sekarang keluar lah , aku benar benar sibuk banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan'' ucap Aiden menatap ke arah komputer nya
Raisa menatap ke arah Aiden dengan tatapan marah . Lalu dengan sengaja Raisa menumpahkan kopi dan menimpa ke paha Aiden.
''Akkhh Raisa '' Ringis Aiden berdiri lalu sambil mengibaskan celana nya yang terkena tumpahan kopi panas
''Kamu ini apa apaan sih . Bagaimana jika sampai terkena pada komputer ku , di sana terdapat banyak file penting bagi ku Raisa!!'' ucap Aiden sambil marah ke Raisa
Raisa pun tidak peduli sambil menyilangkan tangan nya di dada nya .
''Maafkan aku Aiden . Aku tidak sengaja'' ucap Raisa cuek
Raisa langsung mengambil kesempatan itu untuk mengambil hp Aiden . Raisa dengan cepat langsung mencari nomer Karin dan mengirimkan pesan pada nya sebagai Aiden .
''Karin ,aku ingin berbicara empat mata dengan mu . Datanglah ke alamat ini ××××" isi pesan Yang di kirimkan kepada Karin
Raisa pun tersenyum puas lalu menghilangkan jejak nya dan langsung pergi dari ruangan Aiden .
__ADS_1
Dengan tersenyum puas , Raisa langsung menuju mobil nya .
''Langkah selanjut nya adalah memberikan hadiah pada mu Karin'' ucap Raisa dengan senyuman jahat
Di tempat lain , saat ini Karin tengah berbincang dengan Jay tentang perusahaan Papah nya .
''Kenapa kau tidak meminta bantuan ku Karin ??'' tanya Jay dengan nada panik
''Tidak Jay, aku sudah banyak merepotkan kamu dan sekarang masalah nya juga sudah teratasi . Apalagi waktu itu kamu sedang berada di luar kota , jadi aku tidak mau mengganggu waktu kerja mu'' ucap Karin tersenyum
''Tapi bagaimana pun juga kau tetap harus memberitahu ku Karin . Aku tidak bisa membayangkan bagaimana bingung nya kamu saat masalah itu terjadi''
''Sudah lah Jay , semua nya sudah berlalu yang terpenting adalah kini keadaan perusahaan Papah sudah stabil hanya saja Papah belum bisa datang ke kantor karena kondisi nya masih lemah . Jadi untuk sementara aku akan menggantikan Papah mengelola perusahaan'' ucap Karin sambil tersenyum
Dan tiba tiba , suara nada pesan terdengar dari hp Karin . Karin pun mengambil hp nya dan melihat isi pesan tersebut .
" Baik lah kak , aku akan segara datang kesana" jawab Karin dalam isi pesan tersebut
__ADS_1
''Jay , Maafkan aku . Aku kepentingan mendadak , lain kali kita ngobrol lagi'' ucap Karin berpamitan pada Jay