
Karin berjalan keluar dengan wajah kesal , dan tapi belum sempat dia keluar dari toilet tersebut. Tiba tiba Karin berpapasan dengan lelaki yang memiliki postur tinggi dan juga otot otot yang kekar .
''Kamu mau ngapain datang ke toilet wanita Hah?? . Kau juga mengintip seperti lelaki cabul itu , dasar semua lelaki memang sama . Sama sama cabul!!'' ucap Karin marah marah
Lelaki tersebut yang tak lain adalah Robby . Bingung dengan apa yang di katakan oleh Karin . Robby pun kembali melirik ke arah tanda dan tulisan yang berada di toilet tersebut .
''Maaf Nona. Tapi seperti nya kau telah salah masuk toilet , ini adalah toilet lelaki . Dan jika mempertanyakan siapa yang mengintip?? . Seperti nya Nona lah yang mengintip kami para lelaki.'' ucap Robby dengan sangat tegas
''Enak aja . Kamu pikir , aku yang salah masuk . Apa kamu gak lihat tanda di toilet ini,'' ucap Karin sambil menunjukkan gambar dan tulisan di toilet tersebut .
''Bodoh'' gumam Karin
Saat Karin melihat nya , dia sangat terkejut . Dan ternyata memang dia lah yang salah masuk toilet . Karin hanya bisa menggigit bibir nya , dengan perasaan malu .
''Ah . Kayak nya ini toilet udah di ganti ruangan ya?? . Soal nya dulu ini toilet wanita , aku sangat mengingat nya.'' ucap Karin mencari alasan
__ADS_1
Tiba tiba Leon pun menghampiri Karin dengan menatap tajam ke arah nya . Karin langsung menciut saat mendapat tatapan tajam dari Leon , dia pun berjalan untuk kabur dari situasi yang mencengkam ini .
''Lebih baik aku kabur . Dari pada aku di caci oleh lelaki sombong ini , lagian kita juga tidak akan pernah bertemu kembali . Kabur adalah pilihan yang terbaik.'' ucap Karin dalam hati
Sesuai isi hati nya , Karin pun langsung berlari tanpa menoleh ke arah Leon yang saat ini tengah menatap nya .
Leon hanya menghembuskan nafas nya saat melihat sikap Karin .
''Maaf Tuan . Saya datang untuk menjemput anda , saya takut terjadi sesuatu pada anda karena anda berada di dalam toilet sangat lama.'' ucap Robby dengan sopan
''Wanita gila itu yang membuang waktu ku . Sudah lah , ayo Robby kita jalan.'' ucap Leon lalu di ikuti oleh Robby
''Untung aja lelaki itu tidak mengejar ku.'' ucap Karin dengan nafas terengah-engah
Felis yang sedari tadi mencari Karin akhir nya menemukan nya . Dia langsung berjalan ke arah Karin .
__ADS_1
''Karin!! . Kamu dari mana aja sih , dari Kakak cari in kamu tau!!'' ucap Felis marah marah
''Kak , bisa gak sih marah nya entar aja . Karin lagi ngumpulin nyawa nih gara gara tadi di kejar oleh anjing.'' ucap Karin sambil mengatur nafas
''Anjing??. Emang di sini ada anjing apa?? . Kamu ini ada ada sih , udah ah . Ayo , Kak Raisa sama papa udah nungguin kita dari tadi.'' Felis menarik tangan Karin dan membawa nya ke acara Raisa .
Sederetan acara pun di mulai , dengan memperkenalkan Raisa kepada semua rekan bisnis nya . Dan sambutan Raisa yang akan menggantikan Papa nya memimpin perusahaan.
Setelah semua acara selesai , saat ini semua tamu undangan tengah menikmati hidangan yang di sediakan oleh pihak kantor.
''Acara ini lah yang paling aku tunggu . Dari tadi sore udah gak makan demi makan enak di sini.'' ucap Karin sambil tersenyum saat melihat makanan yang sangat menggugah selera nya .
Belum sempat Karin mengambil makanan nya , tiba tiba Dika memanggil nya . Karin pun menggenggam sendok yang dia pegang dengan kesal .
''Pah , kau benar benar pengganggu waktu makan ku.'' ucap Karin dengan kesal
__ADS_1
Karin pun berjalan dengan kesal ke arah Papa nya . Dan saat dia melihat orang di depan nya , dia sangat terkejut dengan apa yang di lihat nya .
Sambil menelan air ludah nya yang terasa sakit . Karin berusaha menenangkan rasa takut juga malu nya saat menghadapi lelaki di depan nya ini yang tak lain adalah Leon .