
...Happy reading ♡...
...*****...
Pagi ini couple Al akan kembali ke rumahnya. Tapi, di sini ada yang berbeda. Jika couple Al datang hanya berdua saja, sekarang mereka tidak pulang berdua, melainkan berlima. Couple Al, Tama, Geo, dan Clara. Tama ingin mengantar sepupunya pulang sebagai tanda pamitnya, sedangkan Geo dan Clara memakai motor yang Alvino bawa ke rumah prof. Glen.
Mereka sudah bersiap-siap, tinggal berpamitan dengan orang rumah. Alvino sedang mengobrol serius dengan prof. Glen, Paman Bram dan Tante Liza. Tama mengambil barang-barang couple Al untuk disimpan ke bagasi mobil. Allia duduk di kursi dengan memainkan ponselnya sambil menunggu Alvino dan Tama. Di sana juga ada Geo dan Clara.
"Kak Geo, apa kau sudah memeriksa barang-barangmu? Jangan sampai ada yang tertinggal," kata Clara mengingatkan.
"Sudah," ucap Geo singkat.
Clara mengangguk. Dia memeriksa tasnya untuk mengambil ponselnya, tujuannya yaitu menghubungi kakeknya.
"Kau melihat ponselku?" Clara bertanya pada Geo karena ponselnya tidak ada di dalam tasnya.
"Tidak," jawab Geo.
"Ponselku di mana?" ucap Clara pelan yang terdengar oleh Geo.
"Mungkin di dalam tasmu," sahut Geo.
"Tidak ada," timpal Clara
"Coba kau cari sekali lagi," suruh Geo.
"Sudah, tapi tidak ada." Clara mencoba mengingat di mana dirinya menyimpan ponselnya.
"Ah, aku ingat. Ponselku tertinggal di kamar saat aku bersiap-siap," lanjutannya.
Allia hanya melihat mereka dan kembali fokus pada ponselnya.
"Aku akan mengambil ponselku dan menelpon Kakek." Clara bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya meninggalkan Geo dan Allia di sana.
Geo melirik Allia yang dari tadi hanya sibuk dengan ponselnya. Geo yang bosan mengeluarkan ponselnya mengikuti Allia, berpura-pura sibuk dengan benda berbentuk pipihnya itu.
Geo tersenyum, dia mengarahkan ponselnya dengan diam-diam kepada Allia, kemudian dia mengambil beberapa foto Allia yang sedang tidak menyadari kamera ponselnya. Setelah itu dia simpan kembali ponselnya ke dalam saku agar Allia tidak curiga.
"Hei kau," panggil Geo pada Allia.
Allia yang tidak menyahut membuat Geo menghampirinya dan duduk di sebelahnya.
Allia yang merasa ada pergerakan di sampingnya segera menengok. Saat mengetahui ada Geo di sampingnya, Allia bangkit dan pindah duduk di kursi yang semulanya diduduki oleh Geo dan Clara.
"Kenapa kau pindah ke sana?" tanya Geo.
Allia mengangkat sebelah alisnya. "Kau sendiri pindah."
__ADS_1
Geo terkekeh. "Di mana Kakakmu? Dia lama sekali, aku ingin segera pulang ke rumahmu."
"Awas saja jika kau macam-macam selama di rumahku." Allia menatap tajam pada Geo.
"Memangnya kenapa jika aku melakukan sesuatu di sana?" tanya Geo.
"Aku akan memberitahu Kakekmu dan kau akan dipulangkan ke tempat asalmu, dasar pencuri."
Geo menahan senyumnya. Dia jadi merasa gemas sendiri pada Allia. Geo ingin sedikit menjahili Allia.
"Bagaimana jika aku melakukan sesuatu padamu di rumahmu nanti? Sepertinya itu ide yang bagus."
Allia melotot dan teringat kejadian kemarin saat mereka berdua berada di dapur. Allia melipat kedua tangannya dan memaksakan senyumnya agar tidak terlihat takut di mata Geo.
"Aku akan memanggil kak Al," jawab Allia ringan.
"Jika Kakakku sedang pergi ke luar?"
Allia mencoba untuk tidak terpancing dengan Geo.
"Aku tidak takut padamu," sahutnya santai.
Geo tersenyum miring mendengarnya. Dia bangkit dan menghampiri Allia. Allia sedikit was-was karena Geo berjalan menuju ke arahnya. Dia mencoba menyembunyikan rasa takutnya dengan tetap bersikap seperti biasa, padahal, ingin sekali Allia lari untuk memanggil Alvino dan semua orang rumah. Tapi tidak mungkin Allia lakukan atau Geo akan mengejek dirinya.
Geo menunduk mensejajarkan kepalanya di samping telinga Allia. Allia sengaja tidak melihat ke arahnya.
"Aku akan melihat seberapa beraninya kau nanti. Apakah seperti singa yang mengaung, atau seperti kucing yang memanggil-manggil induknya agar diberi makan," lanjutnya lalu Geo tertawa.
Allia meremas ponselnya sambil membayangkan dirinya sedang mencabik-cabik muka Geo. Menyebalkan sekali Geo, padahal mereka baru kenal satu hari. Allia tidak akan membiarkan Geo hidup tenang. Dia akan membalasnya, tapi tidak sekarang, nanti saat di rumahnya.
Allia memutar kepalanya ke samping. Allia bangkit dan pergi tanpa mengatakan apapun pada Geo membuat Geo tersenyum puas.
Clara yang baru datang melihat Allia pergi dengan muka yang terlihat marah langsung bertanya pada Geo, "Allia kenapa?"
Geo mengangkat kedua bahunya. "Mana aku tahu."
Clara menyipitkan matanya. "Apa Kak Geo mengerjainya lagi?"
Geo tersenyum lebar membuat Clara menggelengkan kepalanya.
...*****...
"Kalian harus sering ke sini, jika terjadi sesuatu jangan lupa beritahu Kakek," ucap prof. Glen pada couple Al.
"Iya, Kek. Kita tidak akan lupa, kok." Allia menyahut dengan tersenyum.
"Jaga adikmu, Al. Jangan sampai dia menggigit orang lagi," ucap prof. Glen membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
Allia melirik sekilas pada Geo yang sedang menatapnya dengan tatapan mengejek.
"Kakek!" rengek Allia.
"Kemarilah." Couple Al memeluk prof. Glen.
Mereka melepas pelukannya. Prof. Glen menatap Alvino. Alvino yang mengerti maksud kakeknya mengangguk.
"Ingat, kalian tidak berdua lagi sekarang. Ada Geo dan Clara yang akan menemani kalian. Perlakukan mereka dengan baik. Apa kalian mengerti?" tanya Paman Bram.
Dengan kompak Couple Al mengangguk.
"Kabari Tante jika kalian sudah sampai." Tante Liza memperingati.
"Tentu saja Tanteku yang cantik." Allia memeluk Tante Liza.
"Sering-seringlah ke sini agar Tante ada teman," kata Tante Liza.
"Kan, ada Kak Tama," ucap Allia.
"Anak itu selalu bermain game, sampai melupakan Mamanya sendiri." Tante Liza melirik ke arah Tama, anaknya yang sedang tersenyum menunjukkan gigi rapinya membuat semua orang tertawa mendengarnya.
Allia menghentikan tawanya. "Al akan main ke sini lagi jika sudah libur semester."
"Non Al, Den Al, hati-hati di jalan, ya." Bibi Yana tersenyum.
Allia ikut tersenyum dan mengacungkan jempolnya. "Pasti, Bi."
"Kita berangkat sekarang saja agar tidak terlalu siang. Atau nanti kita akan terjebak macet," ucap Tama.
"Jangan ngebut Tama!" teriak Tante Liza
Tama mengangguk, couple Al masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Geo dan Clara sudah siap dengan motornya. Sebelum mobil pergi dari rumah prof. Glen, Allia sempat melambaikan tangannya pada Kakeknya.
...*****...
Karena masih pagi, jalanan Bogor tidak terlalu padat. Tama yang menyetir tidak kesusahan mengambil jalur yang lebih cepat sampai ke rumah couple Al. Geo mengikuti ke mana mobil di depannya.
Tama sebenarnya ingin sekali bertanya kepada couple Al tentang Geo dan Clara. Tapi sebaiknya tidak sekarang, sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas itu. Dia harus fokus pada jalanan agar mereka selamat sampai tujuan.
Tama melihat ke arah kaca, dia melihat Allia dan Alvino sedang melihat jalanan. Sesekali mereka tertawa bersama menghiraukan dirinya yang sedang menyetir. Kemudian Tama melihat ke arah kaca spion di mana terlihat Geo dan Clara mengikutinya dengan kecepatan standar.
Tama kembali fokus ke depan melihat jalanan.
...•••...
...Jangan lupa like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author✨...
__ADS_1