
...Happy reading ♡...
...*****...
Pada pagi hari ini Alvino sudah bersiap lengkap dengan kaos basketnya. Hari ini dia dan timnya akan ada latihan basket di sekolah. Sebagai kapten, tentu saja Alvino harus bisa melatih menjadikan timnya sebagai yang terbaik.
Allia sedang menyiapkan makanan di dapur untuk sarapan pagi mereka sebelum berangkat sekolah. Allia memasak nasi goreng dengan topping sosis. Bukan untuk dua porsi tentunya, mengingat ada dua orang pendatang baru di rumahnya. Allia harus tetap berusaha menghargai mereka berdua bagaimana juga.
Nasi goreng dengan topping sosis sudah jadi, Allia menyiapkan semuanya di meja makan. Dia langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah karena dia sudah mandi sebelum memasak. Alvino menunggunya di meja makan.
Selesai mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah, Allia kembali ke meja makan dan hanya melihat Alvino saja yang berada di sana tanpa melihat keberadaan Geo dan Clara.
"Kak Al, kok, sendiri?" tanya Allia heran.
Alvino mengangkat kedua bahunya. "Aku belum melihat mereka dari tadi."
"Apa mereka belum bangun? Bukannya mereka sudah tahu hari ini sudah masuk sekolah?"
Alvino mengangguk mengingat pembicaraannya dengan Geo semalam sebelum Alvino masuk ke kamarnya. "Mereka sudah tahu."
"Kalau begitu Al akan membangunkan mereka berdua dulu. Kak Al makan duluan saja."
Allia berbalik berpapasan dengan datangnya Geo dan Clara. Mereka sudah siap dengan pakaiannya yang sudah rapih seperti dirinya.
"Aku sudah bangun. Kau kira aku kerbau jam segini belum bangun?" Geo yang baru datang dengan beraninya berbicara seperti itu.
"Kak Geo!" bisik Clara pelan menegur Geo.
Geo menghiraukan Clara dan langsung duduk di kursi melewati Allia begitu saja. Alvino hanya mendelik sebal.
Clara menatap meminta maaf kepada Allia atas kelakuan Geo tadi lewat tatapannya, dan Allia hanya mengangguk dengan sedikit tersenyum. Walau sebenarnya ingin sekali Allia membalas Geo. Clara duduk di sebelah Geo yang berhadapan dengan Alvino. Dan Allia duduk di sebelah Alvino yang berhadapan dengan Geo.
"Nasi goreng," gumam Geo pelan melihat nasi goreng yang langsung menarik perhatiannya sudah tersedia di atas meja.
"Siapa yang memasak nasi goreng? Apa kalian memesannya dari luar?" lanjutnya bertanya.
"Adikku," jawab Alvino singkat.
Satu alis Geo terangkat. "Benarkah?" tanya Geo ragu menatap nasi goreng di depannya.
Allia menatap Geo tajam. "Tidak usah dimakan jika kau tidak mau memakannya. Aku tidak memaksamu untuk memakan masakanku, aku tidak akan merasa rugi."
Sudut bibir Geo terangkat. Dia jadi merasa tertantang untuk merasakan masakan buatan Allia. "Baiklah, aku akan memakannya."
Geo mengambil segelas air minum di hadapannya dan meminumnya. Dia mengambil sesendok nasi goreng, melirik Allia sekilas sebelum memasukan suapan pertamanya.
Setelah menelan makanannya, Geo menatap Allia dan berkata, "Lumayan juga rasanya."
Allia menatap sinis. Berani sekali Geo meremehkannya. Allia sudah jago dalam memasak. Sebelum mamanya meninggalkan, Allia selalu membantu mamanya jika sedang memasak ataupun membuat kue. Sekarang dia sudah terbiasa dengan memasak dan bukan hal baru baginya.
"Enak sekali, kau sangat pandai," puji Clara mencoba nasi goreng buatan Allia yang rasanya benar-benar enak, bukan lumayan seperti yang dikatakan kakaknya, Geo.
__ADS_1
"Terimakasih." Allia tersenyum malu.
"Cepat makan, Al," ucap Alvino melihat Allia belum memakan makanannya sedikit pun.
Allia mengangguk.
Mereka melanjutkan sarapan paginya sebelum berangkat ke sekolah.
...*****...
Dering ponsel terdengar dari Geo yang baru menghabiskan sarapannya. Geo mengangkat panggilan itu yang ternyata dari kakeknya, Roy.
"Assalamualaikum, kek."
"...."
"Benarkah? Mungkin sebentar lagi akan sampai ke sini."
Couple Al dan Clara menatap penasaran dengan pembicaraan Geo dan kakeknya.
"...."
"Iya, kek. Kita di sini sudah sarapan, kok," ucap Geo sambil melirik Allia.
"...."
"Iya, Geo pasti akan menjaga Clara. Hari ini Geo dan Clara mulai sekolah bersama mereka. Kakek tenang saja, Geo tidak akan bolos lagi."
Alvino langsung bisa menebak jika Geo sering bolos di sekolah lamanya. Pantas saja dia terlihat sangat berani.
"...."
Geo menatap sekeliling di mana mereka semua menatapnya.
"Kenapa kalian menatapku?"
"Apa yang kakek katakan?" tanya Clara.
"Kakek bertanya motorku sudah datang atau belum, dan dia juga menyuruhku untuk menjagamu, Cla."
"Kakek melarangmu bolos?"
Geo mengangguk. "Tadi kakek ingin memarahiku, dan aku langsung memotong ucapannya lalu menutupnya."
Clara menggelengkan kepalanya.
Suara mobil terdengar dari luar mengalihkan perhatian mereka berempat. Geo bangkit dari duduknya.
"Sepertinya motorku sudah datang," ucap Geo langsung pergi melihat ke luar.
Mereka bertiga mengikuti Geo melihat siapa yang datang. Dan Geo benar. Itu adalah mobil yang mengantar motornya ke rumah couple Al. Motornya terlihat seperti baru. Motor itu diletakkan di samping motor Alvino.
__ADS_1
"Terimakasih, Pak. Sudah mengantarkan motor saya dari rumah ke sini," ucap Geo.
"Sama-sama. Saya hanya menjalankan tugas saya dari kakek Roy," ucap salah satu lelaki paruh baya yang mengantarkan Motor Geo.
"Kita permisi pamit," pamit mereka.
Geo mengangguk.
Mereka yang mengantar motor Geo segera memutar balik mobilnya dan pergi dari sana.
Geo memperhatikan motornya sambil tersenyum. "Motorku sudah datang. Jadi, kapan kita berangkat?"
...*****...
SMA Bima Sakti diramaikan dengan berita keberadaan murid baru yang datang dengan couple Al. Para murid penasaran dengan dua orang asing yang baru ke luar dari ruangan kepala sekolah, yang satu tampan dan yang satunya lagi cantik.
Mereka menghampiri couple Al yang menunggu mereka di depan ruangan kepala sekolah.
"Bagaimana?" tanya Allia.
"Kepala sekolahnya sangat baik. Oh, iya. Kelasku sebelas dua. Bisa mengantarku ke sana?" pinta Clara.
"Aku kira kita akan satu kelas." Allia mendesah pelan. "Aku akan mengantarmu ke kelasmu."
Allia mengantar Clara ke kelasnya yang bersebelahan dengan kelas Allia, meninggalkan Geo dan Alvino begitu saja.
"Kenapa kau masih di sini?" tanya Alvino karena Geo tidak mengikuti adiknya.
"Sebelas satu. Kau tahu?" ucap Geo.
Oh, tidak. Apa tidak cukup satu rumah saja sehingga Alvino dan Allia harus satu kelas juga dengan Geo? Alvino meratapi nasibnya.
...*****...
Lapangan dipenuhi siswa-siswi yang sedang menonton latihan tim basket sekolahnya setelah lama tidak sekolah karena ada ujian dari kelas Xll. Salah satunya adalah Allia dan Clara.
Para pemain basket berlatih dengan sungguh-sungguh. Alvino sebagai kapten memaksimalkan kemampuannya untuk timnya. Banyak siswi yang terpesona melihat penampilannya yang terlihat cool, ditambah keringat yang membasahi kaos dan wajah tampannya.
Latihan berhenti sejenak, para pemain diperbolehkan untuk beristirahat sejenak. Allia yang melihat itu langsung menghampiri Alvino. Tentu saja bersama Clara.
Alvino yang melihat dari jauh adiknya sedang menghampirinya tersenyum.
"Kak Al, pasti capek, ya?" Allia bertanya sambil memberi kain kepada Alvino.
Alvino menerima kain itu, mengusap keringat di pelipis dan sekitar wajah juga lehernya. "Sedikit."
"Al beli air minum dulu sebentar."
Alvino mengangguk.
"Clara, tolong temani Kak Al sebentar." Setelah mengucapkan itu, Allia pergi membeli air untuk Alvino meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
...•••...
...Jangan lupa like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author✨...