
...Happy reading ♡...
...*****...
"Pelukannya. Boleh aku memelukmu lagi?" tanya Geo dengan wajah polosnya.
Mata Allia membulat. Pipinya merah seperti tomat. Tidak, jika kalian berpikir Allia tersipu malu kalian salah. Allia marah. Dia mendorong Geo membuat sang empu jatuh dari kursinya. Allia bangkit dan berjalan dengan cepat meninggalkan Geo sendirian.
Geo tertawa dengan keras. Menurutnya, saat Allia marah adalah hal yang paling dia sukai. Awalnya dia sempat mengira Allia akan seperti wanita-wanita lainnya yang jika digoda akan malu dan salah tingkah. Tapi ternyata Allia berbeda dari wanita-wanita di luaran sana, wanita itu justru marah dan dengan tanpa berpikir mendorongnya.
Geo memanggil-manggil nama Allia sambil memegangi perutnya yang sakit karena terlalu lama tertawa. Allia menghiraukan panggilan Geo dan tetap berjalan turun dari rooftop.
...*****...
Alvino baru saja bangun dari tidurnya. Lelaki itu tidak melihat keberadaan siapapun saat melihat ke luar dari kamarnya. Dia melihat kamar Allia, adiknya itu tidak ada di dalam sana. Saat dia melewati kamar Clara, terdengar suara bising di dalamnya. Alvino langsung mengira mungkin Allia sedang bersama Clara. Dia memegang kenop pintu untuk memastikannya, tapi niatnya ia urungkan karena takut mengganggu mereka.
Ternyata lumayan lama Alvino tertidur, dia pergi ke dapur untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering. Saat meneguk air minumnya, dia melihat Allia melewatinya dengan wajah yang terlihat sedang marah.
"Allia?" gumam Alvino.
Alvino menutup minumannya dan menyimpannya kembali ke lemari es. Dia ingin mengikuti Allia. Saat ke luar dari dapur, Alvino tidak sengaja bertabrakan dengan Geo. Alvino mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Allia kenapa?" tanya Alvino melihat gerak-gerik mencurigakan Geo yang pastinya ada kaitannya dengan Allia.
Geo hanya menunjukkan senyum lebar yang memperlihatkan gigi rapihnya.
Melihat itu, Alvino sudah tahu jawabannya apa yang membuat Allia marah.
...*****...
Clara bingung dengan Allia. Sebab, dari awal wanita itu kembali ke kamarnya, dia terlihat sedang marah. Pintu kamar Clara dikunci oleh Allia. Saat ditanya Allia tidak menjawabnya.
"Sebenarnya kau kenapa, Al?" tanya Clara.
Allia mengerucutkan bibirnya. Dia mengambil ice-cream yang masih tersisa, sudah sedikit meleleh, tapi Allia tidak peduli. Allia memakan ice-cream itu.
Pintu kamar Clara diketuk beberapa kali. Lalu terdengar suara Alvino dan Geo dari luar. Clara menengok ke arah pintu, kemudian menghampiri pintu.
"Al?" panggil Alvino sambil terus menggedor (Mengetuk keras) pintu kamar Clara.
Clara ingin membuka pintunya, tapi ia lupa, pintunya sudah dikunci oleh Allia.
"Ada apa?" tanya Clara dari dalam.
"Clara?" gumam Alvino, "Buka pintunya. Allia ada di dalam, kan?"
"Iya, Allia ada di sini," sahut Clara.
"Tapi pintunya dikunci oleh Allia," lanjutnya.
__ADS_1
Terdengar Alvino mendesis. "Al? Cepat buka pintunya. Aku ingin bicara padamu, Al."
"Kalian sedang apa di dalam?"
Allia yang mendengar suara Geo langsung menengok dan berkata, "Suruh mereka pergi dari sini."
"Baiklah," ucap Clara takut ikut kena marah, walau dirinya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Allia melanjutkan makan ice-creamnya.
"Allia menyuruh kalian pergi sekarang juga," teriak Clara.
"Kenapa?" tanya Alvino.
"Sudahlah, kita pergi saja. Biarkan mereka berdua," timpal Geo dengan santai.
Alvino melirik tajam Geo dan berkata, "Ini semua gara-gara kau! Apa yang kau lakukan pada Allia sampai dia marah seperti ini?"
"Aku tidak melakukan apapun padanya," ucap Geo.
"Dia berbohong!" teriak Allia dari dalam.
Alvino dan Geo sama-sama menengok ke arah pintu.
"Apa yang sudah dia lakukan padamu, Al?" tanya Alvino.
"Tadi dia memeluk Al, Kak."
"Beraninya kau memeluk adikku!" ucapnya.
"Aku hanya memenangkannya," terang Geo.
"Akan aku habisi kau sekarang juga!" tukas Alvino.
Allia yang mendengar suara kegaduhan dari luar membuka kuncinya karena penasaran. Dia mengintip dari bilik pintu yang dibuka sedikit olehnya. Clara juga ikut mengintip di belakang Allia.
Saat Alvino ingin memukul Geo, Allia dan Clara buru-buru memisahkan mereka berdua. Allia menahan Alvino dan Clara menjauhkan Geo dari Alvino.
"Lepaskan, Al. Aku akan menghabisinya," ucap Alvino menatap tajam Geo.
Allia melirik Geo yang sedari tadi diam tanpa melawan Alvino.
"Sudahlah, Kak. Biarkan saja," ujar Allia menenangkan agar Alvino tidak marah.
"Dia sudah memelukmu, Al!"
Allia menggigit bibir bawahnya. Bisa-bisanya Allia tidak mengontrol ucapannya tanpa memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Allia menatap Geo yang juga sedang menatapnya.
"Tadi Al lihat ada kecoa. Al takut, dan Geo memeluk Al agar Al berhenti menangis," kata Allia mengeluarkan alasannya.
__ADS_1
Satu alis Geo terangkat mendengar kebohongan yang Allia ucapkan barusan. Satu bibirnya terangkat, permainan Allia cukup menarik juga.
"Kau dengar apa yang adikmu katakan?" ucap Geo pada Alvino.
"Tadi dia menangis karena takut kecoa, aku hanya menenangkannya saja. Benar begitu kan, Al?" tanya Geo dengan senyumnya menatap Allia.
Alvino menatap Allia, dengan terpaksa Allia mengangguk.
Maafkan Al, Kak. Al harus berbohong pada Kak Al.
"Kau ikut denganku," ujar Alvino menarik Allia yang sudah pasrah.
...*****...
Alvino menarik Allia ke kamarnya. Dia mendudukkan Allia di kasurnya. Allia hanya menuruti apa yang Alvino suruh. Sekarang mereka duduk berhadapan, Allia menatap takut Alvino.
"Sekarang kau ceritakan apa yang sudah terjadi padamu dan Geo hari ini," ucap Alvino menatap mata Allia.
"Tadi Al sudah mengatakannya," jawab Allia.
"Dari awal sampai bagaimana bisa Geo memelukmu, Al."
Allia meneguk air ludahnya sendiri. Apa dia harus berbohong lagi pada kakaknya?
"Tadi kita sedang menonton film bersama," ucap Allia memulai ceritanya.
"Kau dan Geo?" potong Alvino.
Dengan cepat Allia menggeleng agar Alvino tidak salah paham. "Ada Clara juga."
Alvino mengangguk. "Lanjut."
"Awalnya Al ingin menonton bersama Kak Al. Tapi saat Al lihat ke kamar, Kak Al sedang tidur," terang Allia.
"Saat sedang menonton, Al kebelet ingin buang air kecil, jadi Al pergi ke toilet. Di toilet, Al melihat ada kecoa. Al takut, Al berteriak meminta tolong dan untung saja Geo datang. Dia membunuh kecoanya. Al menangis karena takut, lalu Geo memeluk Al agar Al tenang."
"Kenapa tidak membangunkan aku saja, Al?"
"Kak Al pasti kecapean karena sudah latihan tadi, Al tidak tega jika harus membangunkan Kak Al."
Allia merasa sedikit lega karena Alvino mempercayai ceritanya. Tapi Allia juga semakin merasa bersalah karena membohongi Kakaknya untuk kedua kalinya.
Alvino menarik Allia ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku Al. Aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Aku seorang Kakak yang buruk."
"Kak Al jangan bicara seperti itu, Kak Al Kakak terbaik sedunia!"
...•••...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author ✨...