Couple AL

Couple AL
Keluarga Cemara


__ADS_3

...Happy reading ♡...


...*****...


Tawa Geo pecah mendengar kata "Horor" dari mulut Allia. Allia memberenggut kesal. Apa yang sedang Geo ditertawakan? Dia tidak sedang melucu saat ini.


"Apa aku tidak salah dengar? Horor katamu?" ujarnya ditengah tawanya.


Allia melempar bantal kecil pada Geo.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Allia bingung.


Geo menghentikan tawanya. Dia mengusap sedikit air mata yang ke luar dari matanya karena tertawa.


"Aku tidak yakin seorang penakut seperti dirimu menyukai film horor," ucap Geo.


Mata Allia membulat. "Apa kau bilang? Aku seorang penakut?"


"Iya!" Geo kembali tertawa.


Allia tidak terima dia dikatakan sebagai seorang penakut. Dia mengambil satu bantal  lagi untuk memukul Geo yang kembali menertawakan dirinya. Saat ingin memukul Geo, Clara menahannya.


"Berhenti! Kenapa kalian selalu saja bertengkar?!" teriak Clara yang merasa pusing jika melihat Geo Kakaknya dan Allia mulai bertengkar lagi.


Allia dan Geo langsung terdiam. Mereka berdua melihat Clara berada di tengah-tengah mereka yang kelihatan sedang marah. Geo dan Allia saling pandang satu sama lain tanpa berbicara lalu kemudian memalingkan pandangannya ke arah yang berlawanan.


Clara menghembuskan napasnya. Begini lebih baik dari pada melihat mereka berdua yang terus bertengkar. Clara mengambil laptop Allia dan mengotak-atiknya sebentar.


"Filmnya sebentar lagi akan dimulai," ucap Clara.


"Tunggu, Cla," kata Allia.


Clara menoleh. "Kenapa, Al?"


"Aku ingin ke toilet sebentar, jangan putar dulu filmnya," terang Allia mendadak ingin buang air kecil.


"Filmnya saja belum dimulai, tapi kau sudah merasa ketakutan dan ingin pergi ke toilet," sahut Geo meledeknya.


"Kau diam saja, dasar pencuri," balas Allia.


"Dasar penakut," ucap Geo tidak mau kalah.


"Sudah, Al. Sana, katanya mau pergi ke toilet," potong Clara sebelum Allia dan Geo kembali bertengkar.


Allia mengangguk dan bangkit.


"Awasi Kakakmu, Cla. Jangan sampai dia melakukan sesuatu," suruh Allia.


Clara melirik Geo sebentar. "Iya, Al. Kau tenang saja."


Kemudian Allia ke luar dari kamar Clara menuju toilet untuk menuntaskan tujuannya.

__ADS_1


Setelah Allia ke luar, ponsel Clara berbunyi menandakan bahwa ada yang menelepon.


"Ponselmu bunyi, Cla. Cepat angkat dulu sana," ujar Geo memberitahu.


"Jangan lakukan apapun selama aku mengangkat ponselku, oke?" Clara takut Geo melakukan sesuatu dan Allia akan marah.


"Apa kau sadar kau sedang berbicara dengan kakakmu, Cla?"


Clara mengangguk. "Aku sangat sadar. Maka dari itu aku menyuruhmu untuk tidak melakukan hal bodoh seperti yang biasa kak Geo lakukan."


"Baiklah, Cla." Geo mengambil ponselnya dan memainkannya.


Clara bangun mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya yang ternyata dari kakeknya, Roy. Clara tersenyum dan mengangkat panggilannya. Dia duduk di kursi dekat jendela.


Geo mengintip Clara yang sedang sibuk berbicara dengan ponselnya. Setelah memastikan semuanya aman, Geo mengambil laptop milik Allia yang terbuka menampilkan film yang akan mereka tonton. Dengan cepat Geo menggantikan film itu dengan film yang lain tanpa melihat judul filmnya terlebih dahulu.


Setelah selesai, Geo menyimpan kembali laptopnya di tempat semula agar tidak ada yang mencurigainya. Geo melihat ke arah Clara yang ternyata masih bicara dengan ponselnya. Geo bernapas lega. Dia kembali mengambil ponselnya berpura-pura sibuk karena Clara sudah selesai meneleponnya.


"Allia belum kembali?" tanya Clara pada Kakaknya yang menatap ponselnya dengan serius.


"Mana aku tahu. Aku sedang sibuk," jawab Geo tanpa menoleh.


Pintu kamar Clara terbuka menampakkan sosok Allia yang baru saja kembali dari toilet dengan tangannya yang membawa sekotak ice-cream.


"Sudah?" tanya Clara yang diangguki Allia.


"Ke toilet saja lama sekali," sindir Geo.


"Lihat, aku mengambil ice-cream dulu tadi, biar bisa nonton sambil makan ice-cream."


Allia mendelik. "Bukan urusanmu, urus saja urusanmu sendiri."


Allia tidak habis pikir. Kenapa harus terlahir Geo di dunia ini? Dan kenapa juga Geo mengomentari hidupnya? Laki-laki itu sepertinya tidak bisa berhenti bicara dan membuat Allia tenang sebentar saja. Allia tahu itu sangat tidak mungkin.


"Ayo kita mulai saja filmnya." Clara segera memutar filmnya.


Allia membuka kotak ice-creamnya untuk menemaninya menonton film horor.


Baru saja film dimulai, Allia dan Clara merasa ada yang aneh dalam filmnya. Tidak ada opening, background maupun backsound menyeramkan yang biasanya ada di dalamnya.


"Ini film apa?" tanya Allia.


"Aku juga tidak tahu," jawab Clara.


"Keluarga Cemara," sahut Geo membuat mereka menoleh.


"Maksud Kak Geo?" tanya Clara kurang mengerti.


"Film yang sedang kalian tonton itu, Keluarga Cemara," jelas Geo agar dua wanita di hadapannya mengerti.


Allia yang baru paham tersedak oleh ice-creamnya sendiri. Geo terkekeh melihatnya.

__ADS_1


"Kenapa jadi film itu?" tanya Allia merasa sedikit emosi.


"Aku yang menggantinya," ucap Geo santai.


Allia menatapnya tajam. Lancang sekali Geo.


"Aku tidak mau menonton film itu!" ucap Allia.


"Cla, cepat ganti filmnya," lanjutnya.


Clara mengangguk. Dia melihat laptopnya untuk mengganti filmnya. Geo dan Clara merasa bingung dengan perubahan sikap Allia saat mendengar kata "Keluarga Cemara" dari mulut Geo.


"Loh, kenapa tidak ada?" ucap Clara.


"Apa yang tidak ada?" Allia melihat laptopnya.


"Tadi filmnya banyak, kenapa jadi hanya satu?" Clara merasa bingung.


Allia menatap Geo dengan tajam.


"Kau ...."


"Kenapa kau marah? Apa masalahmu dengan film ini?" potong Geo.


Allia terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan dari Geo. Dia mengalihkan pandangannya.


"Sudahlah, kita tonton film ini saja. Sepertinya ini menarik," ujar Geo dan memutar filmnya.


Mereka mulai menonton filmnya. Dengan enggan (terpaksa) Allia melihat filmnya yang menayangkan tentang sebuah keluarga. Allia menunduk, mengingat kembali saat keluarganya masih utuh. Hari-hari mereka jalani dengan canda tawa, suka dan duka bersama-sama. Tapi sekarang, itu semua hanya bisa dia kenang saja.


Di tengah-tengah menonton, Geo tidak sengaja melihat Allia. Wanita itu tampak menunduk tidak melihat filmnya, punggungnya sedikit bergetar. Banyak pertanyaan mulai muncul di kepala Geo. Mulai dari Allia yang bersikeras menolak tidak mau menonton film "Keluarga Cemara" dan sekarang dia seperti orang yang sedang menangis.


Apakah Allia menangis? Tapi, apa alasannya?


Sekarang Geo tidak tahu harus melakukan apa. Dia melirik Clara. Adiknya itu sedang fokus pada filmnya.


"Aku akan segera kembali," ucap Allia dan segera pergi ke luar dari kamar Clara.


Clara tidak menjawab, hanya meliriknya sekilas. Dia pikir Allia baik-baik saja, dan tidak terjadi sesuatu padanya. Dia mengira Allia ingin pergi ke toilet lagi. Clara fokus kembali pada filmnya.


Geo yang mengetahui Allia pergi dengan menangis segera menyusul, takut terjadi sesuatu pada wanita itu.


Geo bangkit membuat Clara menengok.


"Mau ke mana?" tanya Clara.


"Ke luar sebentar," jawabnya agar Clara tidak curiga.


"Baiklah," ucap Clara kembali menonton.


Geo berjalan ke luar dari kamar Clara untuk melihat apa yang terjadi dengan Allia. Dia mencari keberadaan Allia di seluruh ruangan rumah.

__ADS_1


...•••...


...Jangan lupa tekan like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author ✨...


__ADS_2