Couple AL

Couple AL
Mencurigakan


__ADS_3

...Happy reading ♡...


...*****...


Bel sekolah berbunyi, yang artinya semua murid-murid sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing setelah seharian penuh berada di sekolah untuk belajar.


Berbeda dengan Allia, wanita cantik itu harus menjalani hukumannya yang diberikan oleh Pak Tio yaitu membersihkan seluruh halaman sekolah. Walaupun Allia tahu itu bukanlah kesalahannya, melainkan sebuah kesalahpahaman yang tidak disengaja. Tapi dia akan tetap melakukannya demi harga dirinya.


"Apa kau akan melakukan apa yang Pak Tio katakan?" tanya Alvino sembari menyampirkan tas pada sebelah bahunya yang menambah kesan cool untuknya.


Allia yang masih memasukkan buku ke dalam tasnya diam sejenak, lalu mengangguk.


"Tapi itu bukanlah kesalahanmu, kau tidak perlu melakukannya Al." Alvino berusaha meyakinkan adiknya yang menurutnya keras kepala.


Dia tidak bisa melihat Allia harus mengerjakan itu. Membersihkan seluruh halaman sekolah sendirian. Yang benar saja, sekolahnya itu sangat besar. Dan Allia harus membersihkannya seorang diri?


Allia menatap Alvino. "Al tahu itu, Kak. Tapi jika Al tidak melakukannya, apa itu akan memperbaiki keadaan? Dan Pak Tio akan memandangku seperti semula? Tidak, kan?"


Melihat Sang Kakak terdiam, Allia tersenyum dan memegang kedua tangan Alvino dan melanjutkan ucapannya. "Kak Al tenang saja. Lagi pula hanya membersihkan halamannya saja. Al bisa, Al kan kuat! Hehehe ...."


Alvino ikut tersenyum mendengarnya. Adiknya memang berbeda dari yang lain. Alvino sangat bangga mempunyai adik seperti Allia. Tapi hati kecilnya tetap tidak bisa melihat Allia harus melakukannya, padahal dia tidak bersalah.


"Baiklah, jika itu memang keputusanmu. Aku akan membantumu mengerjakannya." Alvino mengusap kepala Allia yang tersenyum lebar ke arahnya.


Allia menggeleng. "Tidak, bukannya Kakak akan mulai bekerja lagi hari ini?"


"Aku bisa melakukan itu setelah membantumu, Al," ucap Alvino tenang, tidak mempermasalahkan hal itu.


Allia menekuk kedua tangan diantara pinggangnya. "Tidak boleh! Sekarang Kak Al pulang, bersihkan badanmu dan berangkat bekerja. Atau nanti atasan Kak Al akan marah, bagaimana?"


Alvino sedikit terkekeh mendengarnya. Bagaimana bisa dia dimarahi, dia bekerja di mana yang menjadi atasannya adalah temannya sendiri. Alvino juga banyak membantu pengeluaran dan pemasukan dari uangnya sendiri untuk usahanya bersama temannya saat dulu pernah mengalami penurunan yang drastis. Jadi, tidak mungkin ada yang berani memarahi Alvino karena dia termasuk pemiliknya.


"Dia tidak akan marah, Al."


"Kau yakin?" tanya Allia takut.


Alvino mengangguk sebagai jawaban membuat Allia tersenyum dan memeluk Alvino dari samping.


"Baiklah jika kau memaksa, terimakasih Kak Al!"


Alvino tersenyum geli. "Cepat bereskan tasmu, kita ke luar dari sini."


...*****...


Untuk ke sekian kalinya Allia mengusap keringat di dahinya. Allia mengipasi wajahnya dengan kedua tangannya. Dia kelelahan setelah membereskan hukumannya yang diberikan oleh Pak Tio.


Alvino sudah pulang duluan. Tidak sesuai dengan rencana mereka tadi, Pak Tio menyuruh Alvino agar tidak membantu Allia. Alvino sempat menolak, tapi Pak Tio mengancamnya jika dia membantu Allia maka nilai mereka yang akan menjadi taruhannya.


Dengan berat hati Alvino pasrah dan menurut, itu pun atas paksaan dari Allia. Alvino sangat mengkhawatirkan Allia. Cukup susah meyakinkan Alvino, tapi akhirnya dia menyetujuinya. Alvino pulang bersama Clara karena Geo tidak kembali ke kelasnya sejak tadi.

__ADS_1


Setelah Alvino dan Clara pulang, Allia mulai membersihkan seluruh halaman sendirian. Dari kejauhan seseorang tengah berjalan mendekat ke arahnya. Dia berdiri tepat di belakang Allia yang sedang sibuk membuang sampah ke dalam tong sampah.


Saat Allia berbalik, nampaknya dia terkejut dengan kehadiran sosok di depannya. Allia mencoba mengontrol dirinya dan bersikap seolah biasa saja. Tapi sepertinya itu sia-sia karena Geo terus mengganggunya. Tanpa disangka Geo ikut membantu Allia sampai selesai.


"Apa kau haus?"


Allia menoleh melihat di mana Geo duduk di sampingnya.


"Tidak."


Satu alis Geo terangkat, dia menghembuskan napas berat. Mana mungkin Allia tidak merasa haus sedangkan dirinya sebentar lagi akan sekarat. Membersihkan seluruh halaman sekolah yang besar bisa membuatnya mati kehausan. Tenggorokannya sangat kering. Jika di hadapannya ada danau, mungkin Geo akan meneguk habis airnya.


"Ayo kita beli minum!" Geo menarik tangan Allia agar ikut berdiri bersamanya.


"Lepaskan tanganku Geo!" Allia mencoba memberontak tapi tenaga Geo lebih besar darinya. Geo menghiraukan ucapan Allia dan tetap menarik tangannya.


...*****...


Setelah membeli minuman, mereka pulang bersama. Awalnya Allia menolak keras tidak mau pulang bersama Geo, kemudian dia ingat Alvino. Kakaknya itu pasti sedang mengkhawatirkannya. Ponsel Allia mati karena kehabisan baterai. Dengan terpaksa Allia ikut bersama Geo. Allia memberi jarak duduk antara dirinya dan Geo.


Saat di perjalanan, Allia merasa bingung karena ini bukanlah jalan menuju rumahnya. Dengan cepat Allia memberitahu Geo.


"Kita salah jalan," ucap Allia.


Geo melirik Allia dari spionnya kemudian tersenyum di balik helmnya.


"Geo kita salah jalan!" ulang Allia lagi dengan lebih keras dari sebelumnya karena Geo tak kunjung menjawabnya.


"Ini bukan jalan menuju rumahku," ujar Allia.


"Aku tahu itu."


"Jika kau tahu kenapa tidak berbalik?" tanya Allia.


"Kita bukan pulang ke rumahmu."


"Lalu?"


"Kau akan tahu nanti."


Setelah itu Allia terdiam tidak berniat bertanya lagi. Memikirkan ke mana mereka akan pergi membuatnya takut apakah Geo akan menculiknya? Pikiran Allia mulai ke mana-mana.


Geo yang melihat Allia sedang bengong segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membuat Allia kaget dan refleks berpegangan pada Geo. Geo yang melihat itu tersenyum dan kembali fokus pada jalanan yang dituntun oleh Google Maps karena Geo belum terlalu banyak tahu jalan dan tempat-tempat di daerah rumah Allia juga Alvino.


...*****...


Motor yang mereka tumpangi akhirnya berhenti. Allia memperhatikan gedung di hadapannya bukan lebih tepatnya bioskop.


"Untuk apa kita ke bioskop?" tanya Allia.

__ADS_1


"Belanja," jawab Geo asal.


"Apa kau bilang?" kaget Allia.


"Ya nonton lah!" Tidak menyia-nyiakan tiket nonton yang diberikan oleh Mona, dia memutuskan mengajak Allia untuk menonton.


Kenapa Geo tiba-tiba mengajaknya nonton? Apa niat Geo sebenarnya? Sangat mencurigakan. Pertama, Geo membantu Allia membersihkan halaman sampai selesai. Sekarang dia mengajaknya nonton.


"Aku tidak mau. Aku ingin pulang sekarang juga!" pinta Allia.


"Kita sudah sampai di sini. Cepat kau turun dari motorku," ucap Geo.


"Tidak mau." Allia melipat kedua tangannya bersikeras agar Geo membawanya pulang.


"Baiklah. Kau tunggu di sini saja selagi aku di dalam."


Geo turun dari motornya membuat Allia ikut turun karena takut. Geo tersenyum, sedikit melirik Allia yang membuntutinya di belakang.


"Ishh!" dengus Allia sembari menghentakkan kakinya sebal dengan manusia di depannya.


Saat mengantri, Allia berdiri di samping Geo, dia menarik tangan Geo membuat sang empu menengok melihat Allia yang juga menatapnya.


"Kenapa?" tanya Geo.


"Pinjam ponsel," ujar Allia mengadahkan tangannya pada Geo.


"Untuk apa?"


"Memberitahu Kak Al jika aku akan pulang terlambat," kata Allia berharap Geo meminjamkan ponsel untuknya.


Geo menatap Allia sebentar, dia merogoh sakunya lalu memberikan ponselnya pada Allia. Mata Allia berbinar dan langsung mengambil ponsel Geo. Setelah itu Allia menjauh dari Geo dan mulai menelepon Alvino. Tidak lama Allia kembali dan mengembalikan ponsel Geo.


"Sudah?" tanya Geo menerima ponselnya.


Allia mengangguk. "Terimakasih."


Saat giliran mereka masuk, Geo melepas sweeternya dan memakaikannya pada Allia. Banyak yang menatap mereka seolah iri dengan perlakuan Geo pada Allia. Allia menolak, Geo memberinya kode membuat Allia pasrah. Geo memakai kaos polos di dalam sweeternya, dia sudah melepas seragamnya sebelum berangkat ke bioskop.


"Kau tunggu di sini sebentar, aku akan beli popcorn dan minuman."


Allia mengangguk patuh dan duduk di kursi sambil memainkan jarinya menunggu Geo yang sedang membeli makanan dan minuman untuk menemani mereka saat nonton film.


Saat Geo kembali, Allia langsung berdiri di samping Geo.


"Ayo kita masuk."


...*****...


Diusahakan up cepet. Makasih yang sudah baca dari awal sampai part ini🥰

__ADS_1


...Jangan lupa tekan like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author ✨...


__ADS_2