Couple AL

Couple AL
Terjebak


__ADS_3

...Happy reading ♡...


...*****...


"Hai," sapa Geo.


"Bagaimana? Kau suka acting yang aku lakukan?" lanjutnya sembari menunjukkan senyum miringnya.


Mulut Allia terbuka sedikit. Keningnya berkerut tidak percaya atas apa yang baru saja didengarnya. Apa itu artinya dirinya sudah dipermainkan oleh Geo? Setelah melakukan semua pekerjaannya yang sangat tidak masuk akal, itu semua sudah menguras tenaganya hari ini.


Bahkan belum sampai istirahat pertama tenaganya sudah habis karena membawa Geo ke ruang UKS. Belum lagi nanti pulang sekolah Allia harus membersihkan seluruh halaman sekolah. Apa wanita itu masih kuat bertahan? Kurang ajar sekali Geo. Apa lelaki itu tidak berpikir sampai sana sebelum melakukan semua ini kepadanya? Mengingat seberapa besar dan luas sekolahnya, dan Allia harus membersihkannya seorang diri? Hanya membayangkannya saja langsung membuat Allia mengeram dengan kedua tangan yang terkepal menahan amarahnya.


"Apa maksudmu dengan semua ini?!" tanya Allia menatap Geo dengan amarahnya yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


Wanita itu maju satu langkah sehingga membuatnya tanpa sadar lebih dekat dengan Geo. Sedangkan lelaki yang berada di kasur UKS yang empuknya tidak seberapa itu hanya bersiap mendengar ocehan amarah Allia yang sangat disukai olehnya.


"Jawab! Apa alasanmu melakukan semua ini kepadaku?!" Mata Allia menatap seakan menyiratkan kebencian pada lelaki di hadapannya.


"Aku malas masuk pelajaran, aku merasa bosan. Maka dari itu aku mengajakmu bolos bersamaku dengan cara seperti ini," jawab Geo dengan santainya tanpa terlihat merasa bersalah sedikit pun kepada Allia.


Mata Allia membulat. Setiap mendengar jawaban Geo di setiap pertanyaannya selalu sukses membuatnya semakin berpikir jika Geo mulai kehilangan akal sehatnya. Allia menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Kau pikir apa mengajakku bolos dengan cara seperti ini? Kau tahu? Badanmu sangat berat! Dan aku harus membawamu ke sini sendirian tanpa bantuan dari siapapun karena dilarang oleh Pak Tio! Belum lagi banyak yang menatapku pada saat membawamu ke sini."


Geo hanya memperhatikan wajah Allia yang menurutnya terlihat lucu jika sedang marah tanpa mendengarkan ocehan dari wanita itu. Dan ya, wanita itu juga terlihat cantik dengan mulut yang terus bicara tanpa henti.


"Aku sangat malu diperhatikan oleh mereka semua karena membawamu! Dan karena kau juga, aku harus dihukum oleh Pak Tio! Pak Tio salah paham kepadaku karena kesalahanmu. Itu semua karena ulah dirimu. Karena alasanmu yang tidak masuk akal itu. Dasar tidak waras!" umpat Allia.


Setelah melampiaskan semua kekesalannya, wanita cantik itu berbalik berniat untuk meninggalkan Geo. Kakinya menyenggol kaki kursi tempat duduknya sehingga membuat badan Allia terhuyung ke depan, Geo dengan sigap menangkap badan wanita itu. Untuk beberapa saat mereka saling pandang satu sama lain dengan diam. Di detik selanjutnya Allia mendorong badan Geo membuat dirinya sendiri terjatuh ke lantai.


"Awh," desis Allia.


Geo yang melihat itu langsung tertawa. Allia berusaha untuk bangkit tapi tidak bisa. Badannya sangat terasa lelah dan capek. Geo yang memperhatikan itu langsung turun dari tempat tidur dan menghampiri wanita yang sedang terduduk tidak berdaya di lantai.

__ADS_1


Geo berjongkok di depan Allia, membuat Allia memundurkan tubuhnya berusaha menjauh. Allia menatap tajam lelaki di hadapannya.


"Mau apa kau?" tanya Allia merasa sedikit takut.


Geo hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Allia. Perlahan dia mendekati Allia lagi membuat Allia semakin bergerak memundurkan badannya. Hingga akhirnya punggung Allia mengenai tembok. Dia sudah berada di pojok tanpa bisa mundur lagi dengan Geo yang masih ada di depannya.


"Apa yang kau lakukan? Cepat turunkan aku!" Allia terkesiap saat Geo menggendongnya dengan cepat.


"Jangan berani macam-macam kepadaku, atau aku akan berteriak!" ancam Allia.


Yang diancam hanya diam tanpa merasa takut pada ancaman Allia. Mengetahui ruangan ini jauh dari lingkungan kelas maupun kantor. Jadi Geo tidak merasa khawatir jika wanita itu berteriak.


"Geo aku mohon cepat turunkan aku," rengek Allia saat Geo mulai berjalan mendekati tempat tidur yang ada di ruangan serba putih itu.


"Sstt, diamlah."


Geo menurunkan Allia di tempat tidur. Allia langsung bergerak memundurkan wajahnya saat Geo menatapnya dengan intens tepat di samping wajah cantiknya. Jika dirinya menengok sedikit saja, susah dipastikan pipi mulus Allia akan tercium oleh bibir Geo yang sedikit basah.


"Aku mohon menjauh dariku," lirih Allia saat wajah Geo mendekat.


Satu alis Geo terangkat saat melihat Allia menutup matanya. Tiba-tiba ide jahilnya muncul begitu saja. Terlintas di otaknya jika Allia menganggapnya ingin menciumnya. Geo tersenyum kecil sebelum berkata,


"Kenapa kau menutup matamu? Jangan harap aku akan menciummu!" ucap Geo membuat mata Allia terbuka.


Tidak bisa menahan tawanya saat melihat wajah Allia memerah menahan malu karena ucapannya, Geo tertawa dengan keras.


Allia mendorong badan Geo agar menjauh darinya. Dia sangat merasa malu saat ini. Allia mengalihkan pandangannya ke arah lain agar tidak melihat wajah Geo.


"Kenapa kau melihat ke arah sana?" tanya Geo, "Lihat ke arahku sekarang." Geo berujar sembari menangkup wajah Allia agar kembali melihat ke arahnya.


Tangan Geo terulur mengambil gelas berisi air hangat tadi yang belum diminum sama sekali olehnya. Dia mengangkat gelas itu tepat di depan bibir Allia.


"Minum," kata Geo sambil membantu Allia.

__ADS_1


Allia ingin mengambil alih gelas itu ke tangannya sendiri tapi malah tersedak karena air yang berada di dalam gelas sedikit masuk ke dalam hidungnya.


Geo yang melihat Allia berbatuk-batuk karena ulahnya sendiri langsung menepuk-nepuk pelan punggung Allia lalu berkata, "Jangan bersikap seolah tidak membutuhkan bantuan orang lain. Kau, minum sendiri saja tidak bisa."


Allia hanya mendengarkan ucapan Geo saja tanpa berniat menjawabnya karena dia sadar apa yang diucapkan Geo tidaklah salah, tapi tidak benar juga.


Geo menyuruh Allia untuk berbaring. Awalnya Allia menolak karena takut terjadi sesuatu padanya. Tapi kemudian dia menurut juga karena merasa lelah dan capek.


"Tutup matamu dan tidurlah. Aku akan menjagamu di sini."


Allia mengerutkan keningnya tidak mengerti.


"Kau bilang tadi lelah karena membawaku ke sini. Sekarang kau tidur saja. Biar aku yang menunggumu," jelas Geo agar Allia mengerti.


Allia mengangguk. "Bagaimana jika ada orang lain masuk ke dalam sini? Sedangkan yang mereka ketahui adalah kau yang sakit, bukan aku."


Geo bangkit mendekati pintu. Dia langsung mengunci pintu ruangan itu membuat Allia kembali takut.


"Kenapa kau mengunci pintunya?"


"Biar kita tahu jika ada yang masuk," jawab Geo.


"Baiklah. Tapi kau harus berjanji, selama aku tidur kau tidak akan melakukan apapun."


"Maksudmu?" tanya Geo yang mendengar ucapan Allia barusan sangatlah belibet.


"Cepat berjanji."


"Oke-oke. Aku berjanji. Sekarang kau tidur!" perintah Geo.


Allia mengangguk dan menutup matanya. Dia bingung apa yang terjadi pada Geo saat ini. Tidak lama kemudian Allia tertidur dengan nyenyak. Geo melihat wajah Allia, terlihat sangat lelah dan kecapean akibat ulahnya. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi. Geo menundukkan kepalanya di samping Allia untuk menyusul Allia ke alam mimpi. Akhirnya Geo tertidur dengan posisi tidur duduk dan menunduk di samping Allia.


...•••...

__ADS_1


...Jangan lupa tekan like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author ✨...


__ADS_2