
...Happy reading ♡...
...*****...
Clara memandangi Alvino yang mengusap keringat di sekitar wajahnya. Dia terlihat sangat capek, apa lagi saat latihan Clara melihat Alvino sangat serius dan sempat terjatuh juga karena tidak sengaja terdorong oleh teman timnya. Pasti sakit rasanya. Tapi di wajahnya tidak menampakkan bahwa dia sedang kesakitan. Hanya tatapan datarnya saja.
Rifki yang sedang beristirahat dengan teman-teman timnya melihat Alvino bersama murid baru yang dia lihat tadi pagi. Rifki memutuskan untuk menghampiri Alvino dan Clara. Tujuan utamanya tentunya untuk berkenalan dengan Clara sekalian modus juga.
"Hai," sapa Rifki dengan senyumnya.
Alvino melirik Rifki melas lalu mengalihkan pandangannya pada Clara yang terlihat sangat kikuk.
"Ngapain ke sini?" tanya Alvino sinis.
Rifki terkekeh. "Santailah, kapten."
"Aku dengar di sekolah ini ada murid baru, dan kebetulan aku melihatnya bersamamu," lanjutnya.
"Lalu?" sahut Alvino yang sudah tahu ke mana arah ucapan Rifki.
"Ya ... Aku ingin berkenalan dengannya." Rifki menatap Clara dengan senyuman lebarnya. "Boleh?"
"Ehm," dehem Clara merasa canggung kemudian mengangguk.
Rifki bersorak-sorai dalam hati.
"Namaku Rifki," ucapnya menyodorkan tangannya dengan senyumnya yang belum luntur.
Clara menerima jabatan tangan Rifki.
"Clara," kata Clara sedikit tersenyum dan langsung melepaskan tangannya dengan Rifki.
"Cantik," lirih Rifki pelan yang dapat didengar Alvino dan Clara.
"Sudah, kan? Sana kau kembali," usir Alvino terang-terangan
Rifki berdecak. "Iya-iya aku akan kembali. Eh, Allia mana?" tanyanya menyadari di sana tidak ada Allia hanya Alvino dan Clara saja.
"Beli air."
Rifki menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu aku kembali," ucap Rifki lalu menoleh pada Clara, "Sampai jumpa lagi Clara!"
...*****...
Allia berjalan cepat ke kantin. Tujuannya yaitu membeli air mineral untuk Alvino. Pagi tadi Allia lupa tidak membawa air minum dari rumah, padahal dia tahu kakaknya akan latihan basket.
Sesampainya di kantin, langkah Allia memelan begitu melihat kantin itu sudah dipenuhi oleh para murid. Maklum saja, setelah selesai melihat latihan basket, sebagian dari siswa-siswi berhamburan pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong.
"Air mineralnya satu, Bu," pinta Allia pada penjaga kantin.
Yang dipanggil menoleh lalu tersenyum melihat siapa yang memanggilnya.
Bu Nana, penjaga kantin SMA Bima Sakti yang ramah dan sangat baik kepada para siswa-siswi.
__ADS_1
"Allia," sapa Bu Nana.
Allia hanya tersenyum menanggapinya.
"Ibu antar pesanan ini dulu ke sana," ucap Bu Nana.
Allia mengangguk.
Bu Nana pergi mengantar makanan ke salah satu meja kantin yang isinya para siswa yang sedang bercanda dan kemudian mereka tertawa lepas.
Allia mengedarkan pandangannya melihat sekitar. Matanya tidak sengaja melihat seseorang yang tidak asing lagi baginya. Seorang laki-laki yang sedang duduk dengan dua orang perempuan. Sesekali dia menggoda dua gadis di hadapannya yang Allia ketahui mereka berdua adalah kakak kelasnya, walaupun Allia sendiri tidak tahu nama mereka. Orang itu adalah Geo. Dan Allia ingat, dua wanita yang bersama Geo adalah yang sering cari perhatian dan mendekati Alvino.
Allia segera mengalihkan pandangannya saat Geo menyadari dirinya sedang menatapnya. Geo tersenyum mengetahui Allia menatapnya. Dia bicara sebentar pada dua wanita di hadapannya sambil menunjuk ke arah Allia kemudian dia bangkit menghampiri Allia.
Allia bersikap seolah tidak menyadari kehadiran Geo di sampingnya.
"Untuk apa kau di sini?" tanya Geo.
Allia menghiraukannya. Hanya orang bodoh yang akan mengajukan pertanyaan konyol itu.
Bu Nana kembali setelah mengantar makanan, Allia sangat bersyukur dengan kembalinya Bu Nana.
"Maaf menunggu lama, ya, Allia," ucap Bu Nana.
Allia tersenyum. "Tidak apa-apa, Bu."
"Air mineral satu, ya?" tanya Bu Nana memastikan.
Allia mengangguk.
Bu Nana mengambil satu botol air mineral dan menyodorkannya pada Allia. Melihat itu, dengan cepat Geo mengambil air dari tangan Bu Nana.
"Saya haus, jadi ini berapa harganya, Bu?" tanya Geo pada Bu Nana.
Allia menoleh dan menatap tajam Geo.
"Air itu milikku!"
Satu alis Geo terangkat. "Aku yang lebih dulu mengambilnya, jadi ini adalah milikku."
"Berikan padaku!"
Allia geram karena Geo tidak memberikan air mineralnya, Allia mengambil air itu ari tangan Geo. Geo tidak membiarkan itu, dia mengambil kembali airnya. Mereka terus berebut, tidak ada yang mau mengalah.
"Sudah-sudah!"
Bu Nana yang gemas melihat mereka terus bertengkar segera menengahinya. Dia mengambil satu botol air mineral lagi dan memberikannya kepada mereka.
"Dari pada kalian bertengkar, ini, ambil satu lagi."
Allia menatap Geo tajam dan menerima air mineral yang diberikan oleh Bu Nana.
"Jika begini, kan, kalian tidak akan bertengkar."
Melihat itu, sontak Geo tersenyum kemenangan.
__ADS_1
"Geo!" panggil salah satu wanita yang tadi duduk bersama Geo dengan lantang.
Baik Geo, Allia, dan Bu Nana sama-sama menengok ke sumber suara.
"Cepat kembali!" lanjutnya tetap keras.
Allia mengalihkan pandangannya pada Bu Nana. Geo menatap Allia.
"Terimakasih, Bu. Allia Pamit dulu, airnya dia yang akan membayarnya," ujar Allia dan pergi dari kantin.
Geo mendesis dan memanggil-manggil Allia. Tapi percuma, Allia sengaja menulikan pendengarannya. Dengan terpaksa Geo membayarnya, untung saja Allia hanya mengambil satu botol air mineral saja.
Di sisi lain, ada seseorang yang sedang duduk memperhatikan Allia dan Geo sedari tadi dengan diam. Entah kenapa saat melihat Allia dengannya dia merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Seperti tidak suka jika melihat Allia bersama Geo.
"Geo. Siapa dia?"
...*****...
Allia berlari kecil menghampiri Alvino dan Clara yang ada di pinggir lapangan.
"Kak Al, ini minumnya." Allia memberikan air minum yang baru dibelinya dari kantin tadi.
Alvino langsung menerimanya. "Terimakasih."
Allia mengangguk.
Alvino membuka tutup botol dan meminumnya sampai habis tidak tersisa sedikitpun. Clara menatapnya kagum, dalam hitungan detik air minum itu kosong seketika.
"Dari mana aja?" tanya Alvino pada Allia lalu mengusap sudut bibir bekas minumnya.
"Habis dari kantin," jawab Allia.
"Kenapa lama?"
Allia menghela napas. "Di kantin ada Geo."
Mendengar nama kakaknya disebut, kening Clara berkerut.
"Kak Geo? Sedang apa dia di kantin?" sahut Clara.
"Aku tidak tahu. Tadi dia sedang bersama dengan dua wanita lalu menghampiriku. Dan kita sempat bertengkar di sana," ujar Allia.
"Bertengkar?" ulang Alvino.
Allia mengangguk. "Dia mengambil air yang sudah Al pesan duluan begitu saja. Menyebalkan!"
"Siapa wanita itu?" tanya Clara ingin tahu.
Geo memang selalu menggoda wanita hanya sekedar untuk bermain-main. Dan Clara tidak mengira ternyata kebiasaan buruk itu Geo bawa sampai ke sekolah barunya. Padahal, baru beberapa jam dia ada di sekolah ini.
Allia menoleh pada Alvino. "Kakak kelas yang selalu mendekati kak Al. Ke mana-mana pasti bersama temannya yang konyol itu. Kak Al ingat?"
...•••...
...Jangan lupa like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author✨...
__ADS_1