Couple AL

Couple AL
Kasihan Tama


__ADS_3

...Happy reading ♡...


...*****...


Allia bangun dari tidurnya. Pagi ini dia merasa udara sangat segar. Allia pergi ke kamar mandi untuk mandi sekalian mengambil air wudhu. Allia salat subuh dan mengakhirinya dengan berdo'a kepada Allah agar dirinya diberi jalan serta petunjuk dalam setiap hidupnya. Dirinya juga mendo'akan yang terbaik untuk keluarga yang masih ada, tidak lupa juga untuk kedua orang tuanya yang sudah meninggal agar di tempatkan di tempat yang terbaik di akhirat.


Alvino mengintip ke kamar Allia, ternyata Allia sedang berdo'a. Dia masuk dan duduk di kasur sambil menunggu Allia selesai berdo'a.


"Kakak sudah bangun?" tanya Allia saat berbalik langsung melihat kakaknya.


"Sudah. Kau sudah selesai salat?" Alvino beranjak dari tempat tidur untuk membuka gorden jendela kamar Allia.


Allia mengangguk sebagai jawaban. Allia menyimpan kembali mukena serta sajadahnya di tempatnya yang semula.


Alvino memperhatikan Allia yang sedang membenarkan jilbabnya yang sedikit miring karena memakai mukena. Alvino menghampiri Allia kemudian membantu membenarkan jilbab yang sedang Allia pakai.


Allia menatap mata Alvino. Dia melihat mata itu sedang memancarkan kesedihan, Allia segera bertanya kepada kakaknya.


"Kak Al kenapa?" tanya Allia tiba-tiba yang membuat Alvino merasa bingung.


"Aku tidak apa-apa," jawabnya.


"Aku melihat sepertinya kau sedang bersedih, apa ada sesuatu?" Allia memastikan.


Mungkin karena Alvino tidak bisa tidur karena memikirkan pembicaraannya dengan kakek semalam tapi dia tidak mungkin memberitahukannya kepada Allia.


"Semalam aku tidur larut karena sepupumu Tama itu memaksaku menemaninya sampai film itu selesai," sahut Alvino dengan wajah yang terlihat sedikit kesal.


Alvino tidak berbohong, dia memang menemani Tama. Saat Alvino ke luar dari kamar prof. Glen, dia pergi ke dapur sebentar untuk mengambil air minum. Saat dia ke kamarnya yang letaknya bersebelahan dengan kamar Allia dan Tama, Alvino mendengar suara jeritan seseorang dari kamar Tama. Alvino yang penasaran segera melihat kamar sepupunya itu.


Kejadian semalam :


Alvino melihat dari pintu yang terbuka sedikit. Alvino melihat Tama sedang tertidur dengan film yang masih menyala di hadapannya. Sesekali Tama menjerit dan mengigau tidak jelas tentang zombie.


Alvino tertawa melihat kakak sepupunya yang menyebalkan itu. Alvino mengambil segelas air yang terletak di meja kemudian dia siram pada Tama, sampai tersisa setengahnya.


Tama terperanjat bangun dan berteriak, "ZOMBIE! TOLONG, AKU DIKEJAR ZOMBIE!"


"Aku bukan zombie, bodoh." Alvino menyadarkan.


Tama yang tersadar mengusap wajahnya yang basah karena disiram oleh Alvino.


"Kenapa kau menyiramku?!" Tama terlihat marah.


Alvino menaruh kembali gelasnya dan berkata, "Kau menjerit dan mengigau, aku hanya kasihan kepadamu. Dari pada kau dikejar zombie di dalam mimpimu, lebih baik aku membangunkanmu."


"Tidak dengan menyiramku juga," ucap Tama dan mendelik.


"Masih baik aku menyirammu dengan air bukan dengan api," sahut Alvino membuat Tama melotot.


Alvino berdiri untuk kembali ke kamarnya tapi segera Tama tahan.


"Kau tidak boleh kembali ke kamarmu."


"Apakah aku harus tidur di sini bersamamu?" tanya Alvino dengan satu alisnya yang terangkat.

__ADS_1


Tama memukul kepala Alvino dengan remote yang sedang dia pegang. "Tentu saja tidak."


"Sialan, kau. Kepalaku sakit, bodoh," umpat Alvino yang merasakan sakit di kepalanya karena Tama memukulnya agak keras.


Tama tersenyum lebar dan berkata, "Sorry, tadi refleks."


Alvino mendelik.


"Kau harus menemaniku sampai filmnya selesai," ucap Tama.


"Tidak."


"Ayolah, Al. Sedikit lagi filmnya selesai," bujuk Tama.


"Aku tidak mau."


"Besok aku akan mengajakmu dan Allia jalan-jalan, bagaimana?" tawar Tama.


"Aku bisa mengajak Allia jalan-jalan berdua, tidak harus bersamamu."


"Ayolah, Al. Sebentar lagi aku akan kembali ke Harvard, aku ingin menghabiskan waktu dengan kalian dulu. Maksudku, lebih tepatnya dengan Allia."


Alvino yang mendengarnya akhirnya bersedia untuk ikut karena tidak lama lagi sepupunya itu akan kembali ke Harvard untuk melanjutkan studinya.


"Baiklah, tapi aku akan tetap ikut bersamamu," putus Alvino.


Tama tersenyum. Akhirnya ada yang mau menemaninya menonton film zombie. Mereka menonton sampai filmnya selesai, walaupun Tama sesekali menutupi matanya dengan bantal.


...*****...


"Kak Tama lucu sekali. Dikejar sampai dipukuli manusia saja tidak takut, giliran dikejar zombie takut, padahal itu cuman mimpi," ucap Allia kemudian kembali tertawa bersama Alvino.


"Jangan tertawa terlalu keras, Al. Atau nanti dia akan mendengarnya." Alvino memberitahu.


Allia menghentikan tawanya. "Jadi, sekarang kita akan pergi ke luar?"


Alvino mengangguk. "Iya, tinggal menunggu Tama."


"Memangnya kak Tama sedang apa?"


"Aku tadi melihatnya masih tertidur." Alvino berujar dengan wajah yang terlihat polos.


Allia memukul kepalanya sendiri. "Kak Al!"


Allia berdiri dari duduknya.


"Kau mau ke mana, Al?" tanya Alvino.


"Aku akan ke kamar kak Tama untuk membangunkannya," jawab Allia terus berjalan menuju ke kamar Tama.


Tok ... Tok ... Tok ...


Allia mengetuk pintu tapi tidak ada yang menyahut dari dalam kamar Tama. Allia membuka pintu yang kebetulan tidak di kunci. Alvino mengikuti adiknya sedari tadi.


"Ya ampun, dia masih tertidur sampai sekarang," gerutu Allia melihat Tama yang masih bergelut dengan mimpinya.

__ADS_1


Allia mencoba menggerak-gerakkan tubuh Tama agar tidurnya terganggu, tapi hasilnya nihil. Tama tidak bangun sama sekali.


Allia melirik ke arah Alvino dan melambaikan tangannya, pertanda Alvino harus mendekat.


"Apa?" tanya Alvino setelah berada di sebelah Allia.


"Bantu Al membangunkan Kak Tama," pinta Allia.


"Dia tidak akan bangun jika kau membangunkannya dengan seperti itu," ucap Alvino.


"Lalu bagaimana?"


Alvino menyuruh Allia untuk turun dari tempat tidur. Allia menurutinya.


Alvino mengambil segelas air yang dan mencipratkan sedikit air pada Tama kemudian Alvino sedikit berteriak, "Tama bangunlah, ada zombie!"


Tama langsung bangun dan melihat sekitarnya. Hanya ada couple Al di kamarnya, tidak terlihat tanda-tanda ada zombie.


"Di mana zombienya?" tanya Tama dengan wajah yang polos.


Couple Al tertawa, ternyata tidak sulit untuk membangunkan Tama.


"Kenapa kalian menertawakan aku? Zombienya tidak ada?"


Couple Al menghentikan tawanya.


"Tidak ada zombie di sini," ucap Alvino.


Tama mengusap wajahnya yang lagi-lagi basah, dia sudah bisa menebak siapa pelakunya. "Al, apakah kau tidak punya cara lain untuk membangunkan diriku?"


Alvino menggeleng sebagai jawaban.


"Dasar. Untuk apa kalian ke sini?" tanya Tama yang keheranan melihat keberadaan couple Al di kamarnya, padahal ini masih pagi.


"Kak Tama lupa?" tanya Allia.


"Lupa soal apa?"


"Dasar pelupa. Cepat mandi dan bersiap-siap, semalam kau sudah berjanji akan mengajak kami pergi hari ini jika aku menemanimu menonton film sampai selesai," ucap Alvino.


Tama baru ingat bahwa dirinya hari ini harus mengajak couple Al untuk jalan-jalan ke luar.


"Astaga, aku lupa. Kalian tunggu saja di luar, sekarang aku akan segera mandi dan bersiap-siap." Tama langsung bangun dan berlari ke kamar mandinya secara terburu-buru.


"Hati-hati Kak, awas terjatuh!"


Bruk!


Baru saja Allia mengingatkan agar Tama berhati-hati, sekarang Tama terjatuh di hadapan mereka karena terlalu terburu-buru.


Couple Al tertawa sambil menggelengkan kepalanya saat melihat Tama terjatuh karena nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.


...•••...


...Jangan lupa like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author✨...

__ADS_1


__ADS_2