Couple AL

Couple AL
Suasana Baru


__ADS_3

...Happy reading ♡...


...*****...


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka berlima sampai di rumah couple Al. Rumahnya lumayan besar, ada halaman juga di depan rumahnya. Tama turun dari mobil mengambil barang couple Al di belakang. Couple Al turun untuk membantu Tama membawa barangnya masuk ke rumah.


Geo dan Clara ikut turun dari motornya. Mereka mengamati rumah yang ada di hadapannya, sangat sepi. Tidak terlihat tanda-tanda orang tua couple Al yang akan menyambut mereka. Mungkin orang tua mereka berada di dalam, tapi kenapa kunci rumahnya ada di tangan Alvino? Dari pada Geo dan Clara berpikir macam-macam, mereka berdua segera turun dari motor.


"Berikan tasnya kepadaku, Cla," ucap Geo.


Clara memberikan satu tas besar dan satu tas berukuran agak kecil kepada Geo. Geo mengambilnya dan menggendong tas besar itu di belakang punggungnya, satu lagi dia pegang dengan kedua tangannya. Sedangkan Clara mengambil koper untuk dia dorong. Mereka membawa banyak barang, karena mereka akan menetap sementara di rumah couple Al selama mereka sekolah. Mereka menghampiri couple Al dan Tama yang menunggu di depan pintu.


Alvino membuka kunci pintu. Saat pintu sudah terbuka, Allia langsung menerobos masuk ke dalam rumahnya. Alvino menggelengkan kepalanya.


"Assalamualaikum rumah, Allia pulang!" seru Allia.


Geo langsung menatap Allia dengan aneh karena menyapa rumah, kenapa tidak orang tuanya saja? Tapi rumahnya sepi, tidak ada yang menjawab salam Allia.


"Mari masuk," ajak Tama membuat mereka ikut masuk menyusul Allia dan Alvino yang sudah berada di dalam.


Mereka masuk dan duduk di kursi. Di sana ada Alvino sudah duduk di kursi yang hanya muat untuk satu orang dan Allia yang baru datang dengan beberapa gelas air di atas nampan, menaruhnya di atas meja lalu duduk di samping Tama.


"Maaf, tidak ada makanan. Persediaan makanan di dapur sudah habis, aku lupa tidak memeriksanya terlebih dahulu sebelum pergi ke rumah kakek." Allia berkata dengan tidak enak hati kepada mereka, terutama tamunya.


Clara tersenyum. "Tidak apa-apa, terimakasih."


"Aku akan belanja sekarang," ujar Allia, Alvino segera menahannya.


"Tidak, kau pasti lelah, Al. Kau istirahat saja, biar aku yang akan belanja nanti," kata Alvino.


"Sudah, kalian diam saja di sini dan beristirahatlah. Biar aku yang akan mengurus itu." Tama ikut bersuara.


"Memangnya Kak Tama tidak capek?" tanya Allia mengingat sepupunya itu sudah menyetir.


"Rasa lelahku akan hilang jika melihat tempat yang indah," ungkap Tama.


"Al ikut, ya?" pinta Allia.


"Kau istirahat saja, Al." Tama khawatir jika Allia kecapean saat berbelanja.


"Tidak, pokoknya Al akan ikut!" kekeh Allia ingin ikut.


"Kalau Al tidak ikut, bagaimana jika Kak Tama salah membeli apa yang seharusnya dibeli?" lanjutnya.


Tama berpikir sebentar, ucapan Allia ada benarnya juga. "Baiklah, kau ikut denganku, Al."

__ADS_1


"Ayo!" ajak Allia langsung berdiri.


"Kau simpan dan bereskan dulu barang-barangmu ke kamarmu, setelah itu baru kita pergi belanja."


"Oh, iya, hehe." Allia tersenyum lebar, "Al akan ke atas dulu."


"Aku akan membantumu membawanya, ayo!" ucap Tama.


Allia dan Tama bangkit. Tama membantu membawa barang Allia dan pergi ke kamarnya. Geo memperhatikannya sedari tadi tanpa mengeluarkan suara.


Kenapa dia sangat menggemaskan jika bersama saudaranya? batin Geo.


Geo menggelengkan kepalanya. Bisa-bisanya dia memikirkan itu. Clara melihat kakaknya menggeleng dengan tiba-tiba merasa bingung.


"Kenapa?" tanya Clara.


Geo menengok, kemudian menggeleng. Mana mungkin dia harus jujur tentang apa yang ada di pikirannya pada Clara. Yang ada Clara akan menginterogasi dan berpikir macam-macam tentang dirinya dan Allia.


"Apa aku boleh ke toilet?" tanya Geo pada Alvino, "Sekalian aku ingin tahu di mana kamarku."


Clara merutuki Geo. Betapa tidak tahu malunya kakaknya itu. Bertanya di mana kamarnya dengan wajah tanpa ekspresi.


Alvino berdiri. "Ikuti aku."


"Adikku juga," ujar Geo.


Mereka berdua mengambil tasnya masing-masing dan mengikuti Alvino yang akan menunjukkan kamar mereka.


...*****...


"Alvino, kau di mana?" teriak Tama.


Allia yang berada di samping Tama refleks menutup telinganya. Lalu dia mencubit Tama dengan keras. Mereka baru saja kembali dari kamar Allia.


"Kak Tama, kecilkan suaramu," kata Allia.


Tama tersenyum lebar. Dia melihat sekitar mencari kebenaran Alvino di ruang tamu.


"Alvino di mana? Bukannya tadi dia ada di sini bersama Geo dan Clara?"


Allia mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban tidak tahu.


"Kenapa harus berteriak, bodoh. Kau kira kau sedang berada di hutan?" Suara Alvino membuat Tama dan Allia menengok ke arahnya.


Tama menghiraukan ucapan Alvino. Dia mengangkat sebelah tangannya pada Alvino membuat sang empu mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


"Kunci motor," jelas Tama.


"Kenapa tidak pakai mobil saja?" tanya Alvino, bukankah akan lebih berguna jika membawa mobil? Belanja sebanyak mungkin juga tidak akan repot jika membawa mobil.


"Aku ingin melihat tempat-tempat di sekitar sini. Membawa motor akan lebih mudah dan cepat dari pada mobil." Tama melihat Allia. " Benarkan, Al?"


Allia mengangguk. "Iya!"


Alvino mengambil kunci motor yang berada di sakunya. Dia memberikan kuncinya pada Tama yang masih mengangkat tangannya. Tama menerimanya dengan senang hati.


"Kak Al mau ikut?" tanya Allia.


Alvino menggeleng. "Aku ingin tidur."


"Jangan pulang sore, Allia belum istirahat," lanjut lvino mengingatkan.


Tama mengangguk. "Iya, kau tenang saja."


"Al." Tama memberi kode pada Allia untuk ke luar.


"Tunggu!" Allia menahan Tama yang menarik tangannya. "Kak Al, mereka di mana?" tanya Allia.


Dahi Alvino berkerut. "Mereka?"


"Clara dan kakaknya," jelas Allia.


"Aku sudah mengantar mereka ke kamarnya," ucap Alvino.


"Baiklah. Kak Tama, kita berangkat sekarang."


Allia dan Tama pergi dari hadapan Alvino. Dari dalam rumah Alvino mendengar suara motornya menjauh.


Alvino berjalan ke dapur untuk melihat apa ada makanan yang bisa dia makan sebelum dia tidur. Dia membuka kulkas, isinya kosong. Hanya terdapat beberapa air mineral saja di dalamnya.


Alvino mengambil satu botol air mineral kemudian duduk di kursi yang tersedia di dapurnya. Dia meneguk minuman itu sampai habis. Hal itu tidak sengaja Clara lihat saat melewati dapur. Alvino merasakan ada yang memperhatikannya, dia menengok dan melihat Clara di ambang pintu dapur yang hanya diam sambil memperhatikannya.


Alvino mengalihkan pandangannya. Dia berdiri membuang botol minumnya dan ke luar untuk pergi ke kamarnya. Saat ke luar dari dapur, Alvino sudah tidak melihat Clara lagi. Entah ke mana perginya.


Cepat sekali dia menghilang.


Alvino berlalu ke kamarnya.


Clara mengintip di balik tembok. Dia bersembunyi dari Alvino. Clara memutuskan ke luar dari kamarnya ingin mengambil minum ke dapur, dia sempat mendengar suara motor dari luar. Kamarnya bersebelahan dengan Geo. Saat sudah tiba di pintu dapur dan ingin melangkah masuk, dia melihat Alvino yang sedang minum. Kemudian Alvino melihat ke arahnya, menyadari keberadaannya di sini. Alvino berdiri membuang botol minumnya yang sudah habis, dengan cepat Clara bersembunyi di balik tembok sebelum bertemu Alvino yang akan segera ke luar dari dapur.


...•••...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author✨...


__ADS_2