Couple AL

Couple AL
Teman Bercerita


__ADS_3

...Happy reading ♡...


...*****...


Geo mengelilingi setiap sudut ruangan mencari keberadaan Allia. Ada sedikit rasa khawatir yang dia rasakan sekarang. Bukan, bukan khawatir, tapi rasa bersalah. Ya, Geo yakin dia hanya merasa bersalah pada Allia. Bukan khawatir atau apapun itu Geo tidak mengerti.


Geo tidak menemukan Allia di ruangan mana pun. Dia sudah mencarinya ke semua kamar, dapur, kamar mandi. Tapi tetap saja, Geo tidak menemukannya. Dia mengira Allia akan pergi ke kamar Alvino, tapi ternyata tidak. Saat Geo membuka pintu kamar Alvino, kakak dari Allia itu sedang tertidur.


Geo memutuskan untuk mengecek lantai dua. Geo tidak pernah naik ke ruangan atas. Jadi, ini adalah pertama kalinya dia pergi ke sana. Rumah Allia dan Alvino sangatlah besar. Geo akui itu sekarang. Tapi, apakah benar mereka hanya tinggal berdua saja? Lalu, di mana orang tua mereka? Sedang kerja di luar kota, kah?


Geo menaiki satu persatu anak tangga. Saat sudah di tangga terakhir, Geo langsung disuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya. Ada rooftop di atas sana. Geo berjalan dengan cepat karena melihat seorang gadis yang sedang duduk di kursi yang membelakanginya. Geo duduk di kursi jauh dari Allia. Dia melihat wanita itu sedang memejamkan matanya, terlihat sisa-sisa air mata yang masih basah di sana.


"Apa aku secantik itu, sampai kau harus terus menatapku seperti itu."


Suara Allia mengagetkan Geo yang tadinya sedang menatapnya. Geo melihat Allia masih memejamkan matanya. Tapi, Geo bingung kenapa wanita itu bisa tahu keberadaannya.


Geo mengalihkan pandangannya saat melihat mata Allia terbuka, dia menghapus sisa-sisa air matanya. Melirik Geo sebentar, Allia menatap lurus pemandangan kota di depannya.


"Kenapa kau menangis?" tanya Geo.


"Bukan urusanmu," jawab Allia tanpa tanpa mengalihkan pandangannya.


Geo diam sebentar. Lalu kembali mengajukan pertanyaan kepada Allia, "Kenapa kau menangis saat menonton film tadi?"


"Kau pernah merindukan seseorang yang sangat kau sayangi?" tanya Allia.


Geo melihat Allia yang menatap kosong di depannya.


"Dan saat rindu itu tidak bisa kau bendung lagi, apa yang akan kau lakukan?"


Geo tidak tahu harus menjawab apa. Dia hanya diam menunggu perkataan Allia selanjutnya.

__ADS_1


"Sedangkan, kau tidak bisa melakukan apapun untuk bisa bertemu kembali dengannya." Setetes air mata kembali ke luar dari mata Allia, wanita itu langsung mengusapnya.


Untuk pertama kalinya Geo melihat Allia seperti ini. Alia seperti sedang mengeluarkan apa yang dia pendam selama ini. Biasanya wanita itu terlihat sangat bahagia, dan selalu jengkel dengan sikap Geo. Berbeda dengan sekarang, Allia membuat Geo tahu sisi lembutnya.


Allia terkekeh pelan melihat Geo yang sedari tadi hanya diam sambil menatapnya. Allia menertawakan dirinya sendiri dalam hati, sekarang dia terlihat lemah di depan orang lain, dan kenapa orang itu adalah Geo.


"Aku terlihat lemah, ya?" Allia tertawa hampa.


"Jangan menertawakan dirimu sendiri. Jika kau ingin bercerita, aku siap mendengarkan ceritamu."


Sekarang Allia yang terdiam melihat respon dari Geo yang tidak biasanya.


"Kenapa kau diam? Aku tahu kita selalu bertengkar. Tapi, tidak bisa, kah, kau jangan membiarkan dirimu menahan segala sesuatu yang kau rasakan? Aku bisa menjadi teman ceritamu untuk kali ini."


Allia menatap keseriusan di mata Geo saat mengucapkannya. Apakah dia harus menceritakan semua kesedihannya pada Geo? Allia ragu, nanti Geo akan semakin menganggapnya lemah. Tapi, bukannya Allia memang lemah? Saat teringat kepada orang tuanya air mata mengalir begitu saja tanpa izin dari Allia. Allia menghembuskan napasnya. Dia memutuskan untuk bercerita kepada Geo.


Geo bangkit dan duduk di samping Allia. Menunggu Allia yang akan bercerita.


Allia mengalihkan pandangannya ke depan. "Aku sangat merindukan kedua orang tuaku. Mereka sudah meninggal lima tahun yang lalu karena kecelakaan. Sekarang aku hanya tinggal bersama kakakku." Allia menjeda sebentar ucapannya membiarkan Geo mencerna apa yang dia katakan.


Geo mendengarkan cerita Allia tanpa memotongnya sekalipun. Dia tidak menyangka hidup Allia seberat ini. Sekarang Geo mengerti kenapa Allia berbicara seperti itu tadi. Dan dia juga mengerti kenapa selama ini dia tidak melihat keberadaan orang tua Allia dan Alvino. Geo jadi merasa bersalah karena dia sudah membuat Allia bersedih mengingat kembali orang tuanya dengan mengganti filmnya menjadi "Keluarga Cemara".


Allia kembali menceritakan semuanya pada Geo, kecuali kecelakaan yang disengaja itu. Dia tidak bisa lagi menahannya sendirian. Tapi dia juga tidak bisa menceritakan hal ini pada Alvino, takut kakaknya menjadi sedih dan menyalahkan dirinya atas kepergian kedua orang tua mereka.


Geo menggeser duduknya, menarik Allia ke dalam pelukannya. Allia yang terkejut dengan tindakan tiba-tiba dari Geo terdiam sempurna. Badannya seakan kaku tidak bisa dia gerakkan untuk melepaskan pelukan lelaki itu. Geo memeluknya erat. Biasanya Alvino yang memeluknya seperti itu. Allia mencoba mengontrol dirinya sendiri, lalu mencoba menjauh dari Geo.


"Diam, aku hanya ingin memelukmu sebentar saja," ucap Geo yang merasakan pergerakan dari Allia.


Allia kembali terdiam, dengan berat hati dia membiarkan Geo memeluknya. Geo hanya bisa melakukan ini setelah mendengar semua cerita Allia. Dia seakan merasakan apa yang Allia rasakan.


Allia menyenderkan kepalanya pada dada Geo membuat sang empu tertegun. Geo merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya saat Allia menyenderkan kepalanya. Dia tidak tahu perasaannya saat ini yang campur aduk. Tiba-tiba bibirnya tidak bisa menahan senyumnya. Nyaman. Kata itu yang menggambarkan bagaimana perasaan Geo saat ini. Perasaan macam apa ini?

__ADS_1


"Sampai kapan kau akan memelukku seperti ini?" tanya Allia yang merasa pegal karena memeluknya lama sekali.


Geo melepaskan pelukannya. Geo tertawa pelan, dia merasa kikuk sendiri.


"Maafkan aku," ungkap Geo.


Allia memutar bola matanya. "Lancang sekali kau memelukku."


"Bukan untuk itu aku meminta maaf," ujar Geo karena Allia salah mengartikan ke mana arah dia meminta maaf.


"Lalu?"


"Aku minta maaf kepadamu. Karena aku, kau jadi mengingat kedua orang tuamu," jelas Geo.


Baru mengerti apa yang Geo maksud, Allia berkata, "Baiklah, tidak masalah."


"Terimakasih karena mendengarkan ceritaku," lanjutnya.


Geo mengangguk sebagai jawaban. Dia tidak merasa keberatan sama sekali karena mendengar cerita Allia. Justru dia merasa senang.


"Al," panggil Geo.


"Hm?" Allia menggumam untuk menyahut.


"Terimakasih," ucap Geo tiba-tiba.


Allia menoleh tidak mengerti maksud Geo yang tiba-tiba berterimakasih kepadanya. "Terimakasih?"


Geo mengangguk mengiyakan.


"Pelukannya. Boleh aku memelukmu lagi?" tanya Geo dengan wajah polosnya.

__ADS_1


...•••...


...Jangan lupa tekan like, komen, dan vote sebanyak-banyaknya untuk support author ✨...


__ADS_2