Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
Kenapa dia begitu cantik sih?


__ADS_3

***Malamnya sekitar pukul 8 malam, Rayna dandan dengan secantik mungkin. Ia menggunakan gaun sepaha berwarna hitam dan membiarkan belakangnya terbuka, rambut panjangnya dibiarkan terurai hingga pinggang, tidak lupa pula ia memakai high’heels berwarna hitam selaras dengan gaunnya, ia keluar kamar dengan melenggang seraya membawa tas kecilnya juga berwarna hitam.


“Akan aku buatkan kau jatuh cinta padaku Abizar, agar kau menyesali perbuatanmu ini!” Benak Rayna.


Abizar duduk di depan tv terus melihat jamnya, karena hampir 10 menit ia menunggu.


“Ayo pergi!” pinta Rayna.


“Kenapa kau lam.....” perkataan Abizar tak ia selesaikan ketika melihat Rayna didepannya “kenapa dia begitu cantik sih?” benak Abizar.


“apa ada yang salah denganku?” tanya Rayna menyadarkan lamunan Abizar.


“Menyebalkan, kau tahu aku begitu lama menunggumu. Biar didandan bagaimanapun kau tetap saja jelek!” bentak Abizar beranjak pergi.


“cih.... Kau bukan aktor yang pandai membohongi prasamu Abizar” benak Rayna tersenyum lirih melihat tingkah Abizar.


Selama di perjalanan tak ada sekata pun keduanya bicara, sibuk dengan pikiran masing-masing.


“Tuhan, bantulah aku. Semoga saja aku bisa menghapus foto itu!” benak Abizar.


“Kenapa dia berdandan seperti ini sih? Pasti banyak lelaki yang mendekatinya nanti!” benak Abizar. “Aish.... Kenapa aku seperti ini? Dia tidak cantik, hanya seekor parasit yang merugikan!”.


Tibalah keduanya depan bar, awalnya Rayna tersentak kaget karena semasa hidupnya ia belum pernah ke tempat seperti bar, tapi ia tutupi rasa kagetnya dengan memasang wajah dingin.


“Aku harus tersenyum disini, akan aku buktikan bahwa aku bukan wanita bodoh yang mau dimanfaatkan keadaan!” benak Rayna keluar dari mobil Abizar.


Saat keduanya masuk ke bar, semua pria melirik ke arah Rayna dengan tatapan kagum, apalagi Rayna tersenyum manis.


“Cih... Kenapa dia tersenyum sih, aish... Dia manis sekali!” benak Abizar melirik Rayna laku melirik pria-pria memandangnya.


“Hai..” sapa seseorang pada Rayna, namun dengan cepat Abizar menangkis tangan yang ingin berkenalan.


“Ayo pergi!” pinta Abizar menarik tangan Rayna menuju ke bar utama.


Sisanya telah ada Adim dan kekasihnya, Jassy dan Erico.


“Hai sayang!!” panggil Abizar pada Jassy seraya melambaikan tangan.


“Sayang!” jelas Jassy langsung menuju Abizar dan memeluknya.


Kini tinggallah Rayna disana memandang Adim lalu Erico.


“Aish.... Kenapa dia cantik sekali!” benak Adim tak berkedip memandang Rayna.


“Sayang..... Ah!” jelas wanita malam yang menjadi pacar Adim.


“Ayo kita ke kamar, aku sudah tak sabar ingin menikmati Dirimu!” jelas Adim beranjak pergi.

__ADS_1


“Kenapa kau masih berdiri ? Cepat duduk disamping Erico!” bisik Abizar pada Rayna yang masih berdiri.


Rayna langsung saja menuju Erico, ia memandang Erico dengan lekat membuat Erico salah tingkah dan melupakan rencananya yang tadi ingin bersenang-senang.


“Hai!” sapa Rayna ramah “boleh aku duduk di sampingmu?”


“Oh,bo...boleh!” jawab Erico gugup karena Rayna terus memandangnya. “Kenapa dia bersikap hangat, bukannya dia wanita yang dingin dan acuh tak acuh!” benak Erico.


“Sepertinya pria ini pria yang bodoh, jadi aku bisa memanfaatkannya;” benak Rayna tersenyum lirih.


“Aku dengar kau temannya Abizar ya?” tanya Rayna lagi.


“Iya, aku teman akrabnya. Aku tidak menyangka kau akan datang!” jawab Erico tak henti tersenyum.


“Aku pasti datang, apa lagi harus bertemu denganmu!” jelas Rayna dengan jurus PHP.


“Wah benarkah? Kau tahu? Kau sangat cantik malam ini?” Tanya Erico.


“benarkah? Apa kau tau? Kau pria pertama memujiku!” jelas Rayna layaknya wanita genit. “tunggu saja Abizar, aku akan menang dari permainanmu ini!” benak Rayna.


“Wah beruntung sekali aku!” Jawab Erico.


Sesekali Abizar melihat arah Rayna dan Erico yang tampak bahagia satu sama lainnya, ia terus melihat arah jam ditangannya yang sudah pukul 9 lewat.


“Apa kau tak minum?” tanya Rayna.


“Aku tidak suka minum, tapi jika minum bersamamu aku mau!” jawab Erico.


“Tidak usah, biar aku saja!” bantah Erico dengan lembut.


“Biar aku saja, biar romantis!” bisik Rayna membuat Erico berbunga-bunga.


Rayna pergi menuju pemesanan anggur “dasar bodoh!” benaknya.


Setelah memesan anggur sebanyak lima botol Rayna kembali menuju Erico dan membawa dua gelas minuman untuknya dan Erico.


“ini untukmu!” jelas Rayna memberi segelas anggur dengan warna yang sama dengan yang ada di gelasnya, tanpa Erico sadari bahwa isi gelas Rayna adalah minuman soda biasa yang diberi warna dan tak memabukkan.


“Wah kau keren, bisa menghabiskan anggur satu gelas dalam waktu singkat, ayo tambah!” jelas Rayna menambahkan anggur di gelas Erico seraya tersenyum.


“Abizar.... Abizar..... Manusia kucing seperti ini kau suruh berlawan padaku!” benak Rayna “kau pikir aku begitu bodoh.”


Hampir abis 4 botol anggur yang Rayna pesan tadi, membuat Erico semakin teler dan bicara tak ada aturan.


“Ayo lagi, kau hebat!” jelas Rayna memasukkan anggur di gelas Erico.


“Apa kalian tauh, aku mencintai Rayna dari aku melihatnya kelas 1 SMA dulu. Tapi kau Abizar, kau menikahinya dan ingin menceraikannya kau benar-benar pria tidak tau diuntung!” teriak Erico membuat Rayna tersentak.

__ADS_1


“Ahli pernah bilang, bahwa orang yang bicara sedang mabuk adalah isi hatinya yang tak bisa ia sampaikan secara langsung, kalau begitu Erico sudah tau kami sudah menikah. Berarti ini juga Abizar rencanakan dan memanfaatkan kami berdua!” benak Rayna.


Abizar sengaja tidak mabuk malam ini, ia ingin menyaksikan Rayna dan Erico serta memotretnya.


“Sayang, kau kenapa? Seperti mencari sesuatu?” tanya Jassy.


“Tidak sayang, sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pulang. Kepalaku terasa sakit!” jelas Abizar terus memandang arah kursi Rayna dan Erico yang tak berpenghuni, ia pikir Erico telah berhasil mengajak Rayna ke kamar.


“Ya sudah, biar aku antar ya sayang!” Pinta Jassy tersenyum.


“Tidak usah sayang, aku minta antar pada Erico saja, kau pulang ya!” pinta Abizar dengan lembut.


“Ya sudah, lagian besok aku harus bangun cepat ada pemotretan!” jelas Jassy.


“Ya sudah kau pulang ya!” Pinta Abizar.


“Aku pulang ya, jika sudah sampai rumah nanti aku telepon!” pinta Jassy menciumi Abizar lalu berlalu pergi.


“Ditunggu sayang!” jawab Abizar membentuk jari telunjuknya menjadi O.


Abizar langsung saja menuju arah kamar bar, ia telah memesan kamar nomor 27 untuk Rayna dan Erico. Abizar langsung membuka pintu nomor 27 tapi kamar itu kosong, membuat Abizar kesal.


“Ke mana Erico membawa parasit itu?” tanya Abizar kesal.


Tak berapa lama muncullah kepala Erico yang berbaring di lantai melihat arah Abizar.


“Hiya.... Kemana wanita itu? Apa-apaan kau ini? Kenapa kau yang mabuk?” teriak Abizar.


“Hehehehehe.... Kau cantik sekaki!” jelas Erico ingin menuju Abizar. “Apakau tau, aku mencintaimu Rayna!”.


“Aish..... Kenapa semua jadi berantakan sih?” tanya Abizar kesal lalu menutup pintu kamar itu dan beranjak Pergi.


Abizar menelepon Rayna dengan kesal, namun tak ada jawabannya bahkan nomornya tidak aktif. “Ke mana parasit ini?” tanya Abizar kesal.


“hahahahah... Lucu ya, ingin mengakhiri tapi harus mengorbankan teman yang tidak bersalah!” jelas Rayna muncul dari toilet menuju Abizar dengan raut wajah dinginnya.


“Jangan berani-berani kau menantangku, jika kau ingin hidupmu tenang! Jika tidak aku akan buat dirimu semenderita mungkin!” ancam Abizar memandang Rayna dengan tatapan membunuh.


“Kau pikir aku takut dengan ancamanmu itu? Tidak!” jawab Rayna dingin dan acuh tak acuh.


“Ok akan ku buktikan hidupmu akan menderita dan sehancur mungkin!” jelas Abizar menatap Rayna dan berjalan menuju Rayna sedangkan Rayna terus mundur sehingga berakhir di dinding, tubuh Abizar mengunci tubuh Rayna sehingga Rayna tak bisa bergerak.


“Ok, aku tunggu permainanmu selanjutnya!” tantang Rayna dengan tatapan tak kalah membunuh.


“Kenapa hatiku deg-degan gini?” benak Rayna memandang lekat mata Abizar.


“Apa kau mau aku sebarkan sekarang foto itu?” tantang Abizar lagi.

__ADS_1


“Silahkan... Tapi jangan salahkan aku, jika pernikahan kita juga terpublikasi!” jawab Rayna sinis.


“Cih..... Besar sekali nyalimu ya!” jelas Abizar menjauhkan tubuhnya dari 3 Rayna, lalu ia menarik Rayna masuk ke dalam kamar, yang dipesannya untuk Rayna dan Erico tadi***.


__ADS_2