Dalam Perjodohan

Dalam Perjodohan
Jangan Salahkan Aku


__ADS_3

Keesokan harinya, menteri belum menyapa keheningan kamar dua insan yang tak saling menyukai satu sama lain itu, terasa nyaman namun sadar semua hanya sementara. Tidak ada yang benar-benar menyukaimu di dunia ini, karena akan pergi ketika orang yang ia cintai kembali.


Rayna membuka matanya, perutnya serasa berat karena pelukan dari pria menjengkelkan itu dengan pelan ia melepaskan tangan itu lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, rasanya begitu nyaman meskipun semu, itulah yang ia rasakan.


setelah membersihkan diri ia kedapur, karena sang mertua nginap di apartmen jadi mau tidak mau ia harus berdrama saling mencintai terhadap sang suami.


"Ah anak mama, apa tidurmu nyenyak?" Tanyanya seraya membantu bibi masak di dapur sesekali bercekrama.


"iya ma!" Jawab Rayna mencoba tersenyum. "Ada yang bisa aku bantu?'.


"Tidak usah, kau panggil saja suamimu ajak dia sarapan!" jawab dan pintah mama.


"dia belum bangun ma, mungkin sebentar lagi!' jawab Rayna.


"cepat kau bangunkan!' pintahnya.

__ADS_1


"Baik ma!" Jawab Rayna kembali ke kamar.


dengan rasa malas Rayna menggoyangkan tubuh sang empuh masih tidur dengan nyenyak. "Bangun!' pintahnya untuk ketiga kalinya.


Abizar membuka matanya dengan kesal, berani sekali orang membangunkannya ketika ia benar-benar mengantuk. "Apa kau cari mati?" Teriaknya pelan.


"mama meminta untuk sarapan!" jawabnya duduk di tempat tidur membelakangi Abizar.


"Kau tau ini belum waktunya sarapan masih gelap!" jawabnya setengah sadar.


tangan mungil Rayna menyentuh tangan Abizar dengan lembut membuat hati Abizar bergetar tak karuan, baginya Rayna adalah aliran listrik yang selalu menyengat setiap berdekat setiap saat, Abizar melihat Rayna dengan intens, lalu matanya turun ke leher jenjang putih mulus membuat libidonya semakin kuat.


"Apa kau menggodaku?" Tanya Abizar terlihat kesal.


Rayna menatap Abizar tidak mengerti, bisa-bisanya pria menjengkelkan itu menganggap dia menggodanya. "Cepat bangun nanti mama berpikir tidak-tidak!' Jawab Rayna santai.

__ADS_1


baru ia menyadari bahwa wanita berstatus istrinya ini sangat cantik dan menawan, bahkan pria mana saja pasti kagum dengan parasnya bak dewi matahari.



tanpa ia sadari ia memeluk wanita itu dari belakang, membuat Rayna terkejut bukan main baru pertama kali ini ada yang berani berdekatan dengannya begitu intim. "kenapa kau selalu membangunkan adik kecil ku?" Tanya Abizar meletakkan kepalanya di ceruk leher Rayna seraya mencium bau mawar dari tubuh Rayna.


"Adik?" Tanya Rayna tak mengerti. "Bukankah kau anak tunggal?" membuat Abizar menahan tawanya.


"jangan salahkan Aku!" jawabnya membalikkan tubuh Rayna lalu mencium bibir yang telah membuat ia pusing tujuh keliling semalaman, kedua tangannya menahan kepala Rayna agar wanita itu tidak kabur.


melihat tindakan Abizar membuat Rayna shock ini bukan untuk pertama kalinya, bahkan Abizar telah menciumnya berkali-kali. Rayna mencoba membrontak, namun lagi-lagi tenaganya kalah jauh dari pria menjengkelkan ini.


"buka bibirmu!" pintah Abizar dengan suara menuntut, Rayna tidak mengerti apa maksudnya, ia memang cerdas dalam hal pelajaran dan lapangan, namun masalah ini ia hanya menjadi anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Karena ia lengah dengan pikirannya sendiri, kesempatan emas Abizar menguasai bibirnya dan mengabsen giginya satu persatu, membuat ia sadar ini yang dimaksud Abizar.


Abizar melonggarkan ciumannya memberi kesempatan Rayna bernafas, napasnya memburuh tak menentu ia telah melakukan sesuatu telah jauh terhadap wanita yang selalu mengganggu pikirannya.

__ADS_1


Rayna memandang nenar pria di depannya ini, baru ia mengetahui sisi buruk Abizar adalah nafsu yang tinggi. Ia malu bukan main sehingga wajahnya memerah, tanpa aba-aba ia langsung keluar kamar, tubuhnya terasa panas dengan dada berdetak tidak menentu. "aish, kenapa aku bodoh sekali!' benaknya.


__ADS_2